Advertisement
Cadillac Tancap Gas ke F1 2026, Debut Livery Unik di Super Bowl
Instagram
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Cadillac menegaskan ambisinya di Formula 1 musim 2026 dengan cara spektakuler. Pabrikan Amerika Serikat itu meluncurkan livery mobil balap F1 perdana mereka melalui iklan eksklusif berdurasi satu menit di ajang Super Bowl, Minggu (8/2/2026) malam waktu Amerika Serikat.
Motorsport melaporkan proyek tersebut menelan biaya fantastis hingga 20 juta dolar AS atau setara Rp315 miliar, sekaligus menandai dimulainya proyek besar General Motors (GM) di ajang balap paling prestisius dunia.
Advertisement
Seusai iklan ditayangkan, perhatian publik langsung tertuju pada desain mobil Cadillac F1 yang unik karena menampilkan dua karakter visual berbeda di sisi kiri dan kanan.
Dalam video peluncuran, Cadillac menyisipkan pidato legendaris Presiden Amerika Serikat John F. Kennedy tahun 1962, “We choose to go to the Moon”, sebagai metafora ambisi dan keberanian mereka menantang dominasi pabrikan mapan di Formula 1. Mobil Cadillac F1 tampil dengan konsep asimetris bertema “Yin dan Yang”, yang menonjolkan kontras ekstrem namun saling melengkapi.
BACA JUGA
Sisi kiri mobil didominasi warna putih keabu-abuan yang merepresentasikan optimisme, inovasi, dan warisan panjang balap Amerika. Sementara itu, sisi kanan tampil hitam pekat dengan garis tegas, mencerminkan keberanian, kekuatan, serta karakter agresif Cadillac di lintasan balap. Aksen krom turut disematkan sebagai simbol performa tinggi dan eksklusivitas teknologi.
Secara teknis, Cadillac F1 akan menggunakan mesin pasokan Ferrari pada musim debutnya. GM telah memastikan bahwa proyek pengembangan mesin internal akan dilakukan secara bertahap dengan target penggunaan power unit buatan sendiri mulai 2029. Di bagian sidepod, logo TWG AI tampil mencolok sebagai sponsor independen yang menjadi mitra strategis utama tim.
CEO tim Cadillac F1, Dan Towriss, mengakui bahwa investasi besar ini merupakan fase awal yang berat secara finansial. Meski Formula 1 menerapkan aturan pembatasan anggaran (budget cap), Towriss memperkirakan timnya masih akan mengalami kerugian operasional pada musim 2026 dan 2027 sebelum mencapai titik impas.
Dari sisi pembalap, Cadillac mempercayakan dua nama berpengalaman, Sergio Perez dan Valtteri Bottas, sebagai ujung tombak di lintasan. Keduanya telah menjajal mobil Cadillac F1 dalam sesi shakedown tertutup di Barcelona pada akhir Januari lalu menggunakan livery edisi khusus “anggota pendiri”.
Seusai pengujian awal tersebut, Perez dan Bottas dijadwalkan menjalani sesi syuting resmi sejauh 200 kilometer di Bahrain International Circuit dengan livery hitam-putih resmi menggunakan ban Pirelli. Sesi ini menjadi bagian dari persiapan menuju uji coba pramusim Formula 1 2026.
Meski desain monokromatik Cadillac menuai kritik dari sebagian penggemar yang berharap tampilan lebih berwarna seperti di ajang Le Mans, pabrikan asal Amerika itu tetap teguh pada identitas visualnya. Cadillac menegaskan bahwa kombinasi hitam, putih, dan krom merupakan representasi filosofi merek yang modern, tegas, dan tak terpisahkan dari karakter “sangat Amerika”.
Seusai mencuri perhatian dunia melalui panggung Super Bowl, Cadillac kini memfokuskan seluruh sumber daya pada uji coba pramusim di Bahrain sebagai langkah nyata sebelum benar-benar bersaing di grid Formula 1 musim 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Siap-Siap Long Weekend! Libur Awal Ramadan Jatuh pada 18-20 Februari
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement




