Advertisement
Bek PSIM Jop van der Avert Sebut Liga Indonesia Lebih Kompetitif
Jop van Der Avert. / ist
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Bek PSIM Jogja Jop van der Avert menilai kualitas Liga Indonesia lebih kompetitif dibandingkan Korea Selatan seusai pengalamannya bermain di K League 2. Hal ini disampaikannya setelah bergabung dengan Laskar Mataram dan merasakan langsung atmosfer kompetisi sepak bola di Tanah Air.
Pemain asal Belanda tersebut sebelumnya memperkuat Chungbuk Cheongju di kompetisi Korea Selatan sebelum resmi direkrut PSIM. Ia menyebut setiap negara memiliki karakter sepak bola berbeda, mulai dari gaya permainan hingga atmosfer pertandingan, tetapi kompetisi Indonesia dinilainya memiliki keunggulan tersendiri.
Advertisement
“Saya pikir setiap negara memiliki gayanya sendiri, mulai dari komunikasi, kondisi lapangan, lingkungan, sampai stadion. Itu yang membuat perbedaan,” kata Jop, Rabu (18/2/2026).
“Tapi menurut saya di sini lebih baik karena ada lebih banyak pemain asing, sehingga komunikasi bisa lebih mudah. Namun tetap saja, setiap negara punya gaya sepak bolanya masing-masing,” katanya.
BACA JUGA
Di kompetisi kasta tertinggi Indonesia, yakni Super League, setiap klub diperbolehkan mendaftarkan hingga 11 pemain asing. PSIM sendiri musim ini diperkuat 10 pemain asing, tiga di antaranya berasal dari Belanda, yang turut membantu proses adaptasi Jop di dalam tim. Kondisi tersebut menurutnya membuat komunikasi di lapangan lebih mudah dibandingkan pengalaman sebelumnya.
Meski begitu, proses adaptasi di Indonesia tetap menghadirkan tantangan tersendiri bagi bek dengan tinggi badan 187 sentimeter tersebut. Ia mengakui faktor cuaca menjadi tantangan terbesar pada awal kedatangannya, meskipun akhirnya dapat menyesuaikan diri.
“Khusus di Indonesia, cuaca menjadi tantangan terbesar. Tapi saya justru menyukai cuaca panas. Saya bukan pemain yang suka cuaca dingin, jadi ini bagus untuk saya,” ujarnya.
Terkait dengan masa depannya bersama PSIM Jogja, Jop menjelaskan kontraknya masih bersifat jangka pendek hingga akhir musim. Ia memilih fokus memberikan kontribusi maksimal terlebih dahulu sebelum memikirkan langkah selanjutnya dalam kariernya.
“Untuk saat ini, saya menandatangani kontrak sampai akhir musim. Setelah itu kita lihat saja nanti,” ucapnya.
Pemain berposisi bek tersebut juga enggan membicarakan target jangka panjang secara spesifik. Ia menegaskan pendekatan terbaik adalah menjalani proses secara bertahap sambil memberikan performa terbaik setiap hari bersama tim.
“Sebagai pemain sepak bola, kamu harus menjalaninya hari demi hari dan memberikan yang terbaik setiap hari. Setelah itu baru kita lihat hasilnya,” pungkasnya.
Jop van der Avert telah melakoni debut bersama PSIM Jogja saat bertandang menghadapi Persik Kediri pekan lalu yang berakhir imbang 2–2. Ia tampil penuh selama 90 menit pada laga tersebut, menjadi awal kontribusinya di kompetisi Liga Indonesia musim ini yang diharapkan terus berlanjut pada pertandingan berikutnya bersama Laskar Mataram.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
KPK Periksa Pegawai Bea Cukai Terkait Kasus Impor Barang KW
Advertisement
Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan
Advertisement
Berita Populer
- Belasan Ribu Warga Kulonprogo Nonaktif BPJS, APBD Disiapkan
- Saksi Sidang Hibah Pariwisata Sleman Bantah Ada Kampanye Pilkada
- Lengkap! Jadwal Buka Puasa Jogja dan Sekitarnya Rabu 18 Februari 2026
- Cuaca Ekstrem Bantul Picu 25 Pohon Tumbang dan Ganggu Akses Jalan
- PBI BPJS Nonaktif di Bantul Bisa Direaktivasi, APBD Siap Tanggung
Advertisement
Advertisement







