Sekolah Khusus Olahraga DIY Ditargetkan Berdiri 2028, DED Rampung 2027
DPRD DIY mendorong DED sekolah khusus olahraga disiapkan pada 2027 agar target pendirian pada 2028 sesuai Perda Olahraga DIY tercapai.
Pemain PSIM Rahmatsho Rahmatzoda. Ist/ Dok. PSIM Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Bek asing andalan PSIM Jogja, Rahmatsho Rahmatzoda, menunjukkan dedikasi tinggi dengan tetap bersemangat menjalani rutinitas latihan berat di tengah ibadah puasa Ramadan.
Pemain berkebangsaan Tajikistan ini menegaskan bahwa kewajiban spiritual tersebut justru menjadi sumber kekuatan tambahan baginya untuk memberikan performa terbaik di atas lapangan hijau bersama skuad Laskar Mataram.
Meskipun intensitas latihan fisik meningkat menjelang pertandingan, Rahmatsho merasa ritme kerjanya sebagai atlet profesional tidak terganggu sama sekali oleh ibadah puasa.
Baginya, bulan suci ini memiliki makna mendalam yang memberikan energi positif secara mental sehingga rasa lelah saat berlatih sore hari dapat teratasi dengan baik.
“Sama sekali tidak sulit, sebaliknya di bulan ini saya justru mendapatkan lebih banyak energi dan kekuatan, Ramadan sangat penting bagi saya,” ujar Rahmatsho saat berbagi pengalamannya pada Minggu (8/3/2026).
Pemain muda berusia 21 tahun ini tetap mampu melahap porsi latihan berintensitas tinggi yang dijadwalkan tim pelatih tepat sebelum waktu berbuka tiba. Kuncinya terletak pada kedisiplinan menjaga kondisi tubuh melalui pengaturan pola makan bergizi dan hidrasi yang cukup, baik saat menyantap hidangan sahur maupun ketika membatalkan puasa.
Kendati fisiknya prima, Rahmatsho tidak menampik adanya rasa rindu yang mendalam terhadap suasana Ramadan di tanah kelahirannya.
Menjalani puasa pertama kali di Indonesia tanpa kehadiran orang tua dan kerabat dekat memberikan kesan emosional tersendiri, terutama saat momen berkumpul yang biasanya riuh dengan kehangatan teman-teman lama.
“Tidak ada persiapan khusus untuk Ramadan kali ini, hanya saja biasanya ada banyak keluarga dan teman. Bisa menghabiskan bulan seperti ini bersama keluarga adalah hal sangat luar biasa,” ungkap pemain bernomor punggung 74 tersebut.
Meski jauh dari rumah, keramahan warga Kota Gudeg membuat proses adaptasi Rahmatsho berjalan sangat mulus dan menyenangkan.
Ia mengaku terkesan dengan budaya masyarakat setempat yang religius namun tetap terbuka, yang membuatnya merasa seolah telah menemukan rumah kedua di jantung Daerah Istimewa Yogyakarta.
“Kesan saya sangat positif, saya sangat jatuh cinta dengan negara ini. Saya menyukai semuanya dan ingin tinggal di sini untuk waktu sangat lama. Menurut saya esensi bulan suci Ramadan di mana pun tetaplah sama,” tutur bek tangguh yang mulai menjadi idola baru publik Mandala Krida ini.
Urusan kuliner pun tidak menjadi kendala berarti bagi Rahmatsho selama menetap di Jogja selama bulan suci. Menurut versinya, cita rasa masakan lokal memiliki kemiripan dengan menu khas Tajikistan, sehingga ia bisa dengan mudah menyantap apa saja yang tersedia di meja makan tanpa perlu pilih-pilih.
“Tidak, saya makan apa saja. Tentu saja saya suka makanan lezat. Pada dasarnya semua makanan di sini sama enaknya dengan di kampung halaman, jadi saya menyantap semuanya,” katanya sembari tersenyum.
Sebagai penutup, Rahmatsho memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada basis suporter PSIM Jogja yang tidak pernah berhenti memberikan dukungan moral, terutama di bulan penuh berkah ini.
Dukungan dari tribun penonton maupun media sosial diakuinya menjadi motivasi ekstra bagi seluruh penggawa tim untuk terus berjuang meraih hasil maksimal di sisa kompetisi musim ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD DIY mendorong DED sekolah khusus olahraga disiapkan pada 2027 agar target pendirian pada 2028 sesuai Perda Olahraga DIY tercapai.
Disdukcapil Kota Jogja menyiapkan layanan jemput bola selama Agustus 2026 untuk HUT RI dan HUT Kota Jogja. Warga bisa mengurus seluruh dokumen kependudukan.
Kejari Wonosobo menyelidiki dugaan penyimpangan bansos PKH 2018-2026 dengan potensi kerugian negara miliaran rupiah. Lebih dari 600 KPM terdampak.
BRIN mengembangkan Food Guard, alat berbasis AI untuk mendeteksi gas pembusukan pada ompreng sebagai inovasi pendukung program MBG.
Abdul El-Sayed memenangi pemilihan pendahuluan Demokrat di Michigan dan berpeluang menjadi senator Muslim pertama AS. Donald Trump bereaksi keras.
Kejari Ponorogo menetapkan mantan Ketua DPRD Ponorogo periode 2019-2024 sebagai tersangka dugaan korupsi tunjangan perumahan dengan kerugian negara sekitar Rp3,