Advertisement
Garuda Gagal Juara, Media Vietnam Kritik Finishing Indonesia
Pelatih timnas Indonesia John Herdman menjawab pertanyaan para pewarta di Jakarta, Jumat (23/1/2026). ANTARA - Rauf Adipati
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Timnas Indonesia harus mengakui keunggulan Bulgaria seusai kalah tipis 0-1 pada final FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senin (30/3/2026). Kekalahan ini menjadi sorotan media Vietnam yang menilai dominasi permainan Garuda tak diiringi ketajaman di lini depan.
Gol tunggal Bulgaria dicetak Marin Petkov melalui titik penalti pada menit ke-38, yang menjadi pembeda dalam laga meski Indonesia menguasai jalannya pertandingan hampir sepanjang waktu.
Advertisement
Media Vietnam, Vietnamnet, secara khusus menyoroti kekalahan Indonesia yang dinilai menyakitkan karena terjadi di tengah dominasi permainan. Mereka menilai penguasaan bola yang tinggi tidak mampu dikonversi menjadi peluang efektif yang berujung gol.
“Tim tuan rumah mendominasi penguasaan bola, tetapi efektivitas serangan mereka tidak sebanding,” tulis Vietnamnet dalam laporannya.
BACA JUGA
Momentum krusial dalam pertandingan terjadi pada menit ke-34 saat Kevin Diks melakukan pelanggaran di area terlarang. Seusai tinjauan Video Assistant Referee (VAR), wasit menunjuk titik putih. Marin Petkov yang menjadi algojo sukses menaklukkan Emil Audero dan membawa Bulgaria unggul 1-0.
Memasuki babak kedua, Indonesia meningkatkan intensitas serangan untuk mengejar ketertinggalan. Namun, rapatnya lini pertahanan Bulgaria membuat upaya Garuda kerap buntu di sepertiga akhir lapangan.
Sejumlah peluang emas sebenarnya sempat tercipta. Pada menit ke-72, sepakan lob Ole Romeny hanya membentur mistar gawang. Sementara itu, tendangan keras Rizky Ridho pada menit ke-87 juga bernasib sama, kembali digagalkan oleh tiang gawang.
Selain faktor penyelesaian akhir, Vietnamnet juga menyinggung aspek keberuntungan yang tidak berpihak kepada Indonesia dalam laga tersebut. Dua peluang yang membentur mistar dinilai menjadi simbol kegagalan Garuda memaksimalkan dominasi.
Di sisi lain, Bulgaria tampil disiplin dengan strategi bertahan dan mengandalkan serangan balik. Pendekatan ini terbukti efektif untuk mempertahankan keunggulan hingga peluit akhir dibunyikan.
“Indonesia tidak bermain buruk, tetapi kesalahan kecil dan nasib buruk memastikan kemenangan bagi Bulgaria,” tulis media tersebut.
Kekalahan ini menjadi bahan evaluasi penting bagi pelatih John Herdman, khususnya dalam meningkatkan efektivitas lini serang. Dengan jadwal internasional yang masih menanti, perbaikan dalam penyelesaian akhir menjadi pekerjaan rumah utama bagi Skuad Garuda.
Ke depan, peningkatan kualitas finishing dan ketenangan di depan gawang akan menjadi kunci jika Indonesia ingin bersaing lebih kompetitif di level internasional, terutama menghadapi lawan dengan pertahanan solid seperti Bulgaria.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Pasang Penghalang di Rel Kereta Api, Warga Dipolisikan PT KAI
Advertisement
Masuk Jepang Wajib JESTA 2026, Ini Biaya dan Cara Daftarnya
Advertisement
Berita Populer
- Hasto-Wawan Apresiasi Penggerak Sampah Hingga UMKM
- Biaya Korban Ledakan SAL di Teras Malioboro Ditanggung Pengelola
- Pengakuan Pedagang Nuthuk Terungkap, Wisata Pantai Depok Terimbas
- Open House, Warga Rela Antre Demi Bersalaman dengan Sultan HB X
- Saluran Limbah Meledak di Teras Malioboro Jogja, Tiga Orang Terluka
Advertisement
Advertisement






