Jangan Asal Beli Tiket Konser Online, Kenali Modus Penipuannya
Waspadai penipuan tiket konser online. Kenali modus tiket palsu, situs tiruan, pembayaran langsung, hingga cara melaporkan jika sudah tertipu.
Trofi Piala Dunia - ist/FIFA
Harianjogja.com, JOGJA— Kemenangan dramatis Timnas Swedia dalam laga play-off menuju Piala Dunia 2026 terpaksa ternodai oleh sanksi tegas dari FIFA. Keputusan ini keluar seusai suporter tuan rumah kedapatan mencemooh lagu kebangsaan Polandia sesaat sebelum pertandingan dimulai.
Komite Disiplin FIFA menjatuhkan denda sebesar 87.000 kronor atau setara dengan Rp130 juta kepada Asosiasi Sepak Bola Swedia (SvFF). Sanksi finansial tersebut diberikan karena perilaku pendukung Swedia dinilai telah melanggar kode etik disiplin internasional dengan tidak menghormati simbol negara lawan.
Kronologi Pelanggaran di Strawberry Arena Insiden memalukan tersebut terjadi dalam laga hidup-mati play-off yang digelar di Strawberry Arena pada 31 Maret 2026. Saat lagu kebangsaan Polandia diperdengarkan ke seluruh stadion, sorakan cemooh dari sejumlah pendukung tuan rumah terdengar sangat jelas. FIFA menilai tindakan tersebut sebagai bentuk ketidakhormatan yang serius dalam ajang sepak bola resmi.
Meski Swedia berhasil memenangkan pertandingan dan menyegel satu tiket ke putaran final Piala Dunia 2026, catatan disiplin ini mencoreng hasil gemilang di lapangan hijau.
Respons Federasi Swedia Pihak SvFF menyatakan menerima sepenuhnya keputusan FIFA tersebut tanpa mengajukan keberatan sedikit pun. Sekretaris Jenderal SvFF, Niclas Carlnen, menyampaikan penyesalannya atas tindakan oknum suporter yang dianggap tidak mencerminkan nilai-nilai sepak bola.
“Kami menyesali apa yang terjadi dan sependapat dengan FIFA bahwa mencemooh lagu kebangsaan tamu adalah tindakan tidak hormat,” ungkap Niclas.
Pihaknya menegaskan bahwa federasi akan memperketat edukasi kepada para pendukung guna mencegah kejadian serupa terulang kembali. Menurutnya, penghormatan terhadap simbol negara, termasuk lagu kebangsaan, adalah fondasi utama dalam menjaga prinsip fair play di panggung sepak bola dunia.
Komitmen Sportivitas SvFF berkomitmen untuk mendorong para pendukungnya agar menunjukkan sikap yang lebih santun dan beretika dalam setiap pertandingan internasional. Kasus ini menjadi pengingat keras bahwa dukungan fanatik terhadap tim kebanggaan tidak boleh melampaui batas-batas moralitas.
Sanksi ini diharapkan menjadi pelajaran berharga bagi seluruh suporter di dunia agar tetap menjunjung tinggi sportivitas. Sebab, sepak bola sejatinya bukan hanya tentang merayakan kemenangan, melainkan juga tentang menghormati lawan dan menjaga persatuan global di dalam maupun di luar tribun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Waspadai penipuan tiket konser online. Kenali modus tiket palsu, situs tiruan, pembayaran langsung, hingga cara melaporkan jika sudah tertipu.
Kemenhub memperkuat pengawasan tiga lapis keselamatan penerbangan sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan bencana di seluruh sektor operasional.
UPNVY mewisuda 1.436 lulusan. Rektor Mohamad Irhas Effendi menekankan kompetensi, adaptabilitas, karakter, dan kolaborasi di era AI.
Sukasto kalah dalam Pilur Ngoro-Oro Patuk dengan 855 suara, sementara Paryoto meraih 1.399 suara. Ia mengaku legawa menerima hasil.
Lando Norris mengkritik sejumlah pembalap setelah DNF di GP Azerbaijan akibat terlibat tabrakan dengan Franco Colapinto dan Pierre Gasly.
CFD Gunungkidul resmi pindah ke Jalan Agus Salim. Lokasi baru dinilai lebih luas, tertata, nyaman, dan ramai pengunjung.