Advertisement
Jerez Jadi Ujian Bezzecchi Ancaman Datang dari Rekan Tim
Foto ilustrasi Motogp. / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA— Pimpinan klasemen sementara MotoGP, Marco Bezzecchi, menghadapi ujian berat saat memasuki seri pembuka tur Eropa di Sirkuit Jerez. Meski tampil dominan di awal musim, posisinya kini mulai terancam, bahkan dari rekan setim sendiri.
Bezzecchi hanya unggul tipis empat poin dari Jorge Martin. Selisih tersebut membuat balapan di Jerez yang dimulai Jumat (24/4/2026) menjadi momentum krusial dalam perebutan posisi puncak.
Advertisement
Performa Bezzecchi sebelumnya terbilang impresif. Ia mencatat tiga kemenangan beruntun di Thailand, Brasil, dan Amerika Serikat, sekaligus menorehkan rekor memimpin balapan selama 121 putaran. Catatan ini menjadi modal penting, tetapi juga tekanan untuk mempertahankan konsistensi.
Balapan di Jerez juga terasa seperti awal baru setelah jeda panjang selama tiga pekan. Penundaan seri Qatar akibat situasi geopolitik membuat ritme kompetisi sempat terhenti, memberi waktu bagi tim untuk melakukan evaluasi.
BACA JUGA
“Saya merasa baik dan senang kembali ke Eropa, terutama di Jerez. Rasanya seperti awal baru,” ujar Bezzecchi dikutip dari Crash.net.
Selama jeda tersebut, tim Aprilia Racing melakukan pengembangan intensif pada motor RS-GP. Namun, kondisi ini juga membuka peluang bagi rival untuk mengejar ketertinggalan.
Ancaman tidak hanya datang dari dalam tim. Bezzecchi juga mewaspadai kekuatan pabrikan Ducati yang diprediksi tampil agresif di Jerez.
Nama-nama seperti Marc Marquez, Alex Marquez, Fabio Di Giannantonio, hingga juara bertahan Francesco Bagnaia disebut berpotensi menjadi pengganggu serius.
Selain performa motor, faktor strategi seperti pengelolaan ban diperkirakan menjadi kunci kemenangan. Dengan jarak antarpembalap yang semakin rapat, kesalahan kecil bisa berdampak besar pada hasil akhir.
Meski berada dalam tekanan, Bezzecchi memilih fokus pada kekuatan timnya sendiri. Ia mengaku belum bisa membandingkan performa dengan motor lain, tetapi merasa nyaman dengan perkembangan yang ada.
“Bagi saya dan tim, sejauh ini semuanya berjalan sangat baik dan saya merasa luar biasa dengan motor ini,” katanya.
Balapan di Jerez pun diprediksi menjadi titik balik persaingan. Dominasi awal musim bisa saja runtuh, atau justru semakin kokoh. Satu hal yang pasti, perebutan puncak klasemen MotoGP kini memasuki fase yang lebih ketat dan penuh tekanan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Panggilan Palsu 119 di Sleman Capai 40 Persen
- Sengketa Tanah di Kulonprogo, Petani Diusir dari Lahan Sendiri
- Setelah Ambulans, Damkar Sleman Juga Disasar Laporan Fiktif DC Pinjol
- Kecelakaan di Jalan Magelang Sleman, Pikap Vs Motor, 1 Orang Tewas
- Bocah SD Gunungkidul Tertimpa Besi Pikap Dinyatakan Meninggal Dunia
Advertisement
Advertisement









