Advertisement
Arena Sempit Jadi Tantangan Indonesia Lawan Aljazair di Piala Thomas
Ilustrasi bulu tangkis atau badminton - Foto dibuat oleh AI - StockCake
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA— Tim bulu tangkis Indonesia menghadapi ujian berbeda pada laga pembuka Grup D Piala Thomas 2026. Bukan hanya soal lawan, adaptasi terhadap kondisi arena di Forum Horsens menjadi tantangan utama saat menghadapi Aljazair, Jumat (24/4/2026) pukul 23.30 WIB.
Kapten tim, Fajar Alfian, menyebut tim sudah menjalani latihan langsung di lapangan utama. Namun, proses penyesuaian belum sepenuhnya optimal karena karakter arena yang berbeda dari standar internasional.
Advertisement
“Kondisi kami baik dan siap bermain di pertandingan lawan Aljazair,” ujarnya, dalam keterangan tertulis.
Salah satu kendala yang dirasakan adalah ukuran arena yang lebih sempit, serta faktor pencahayaan dan sirkulasi udara. Selain itu, pantulan shuttlecock dari dinding juga berbeda, sehingga membutuhkan adaptasi cepat dari para pemain.
BACA JUGA
Meski diunggulkan secara statistik, Indonesia tetap diminta waspada. Pada pertemuan terakhir di Piala Thomas 2020, Indonesia menang telak 5-0 atas Aljazair. Namun kondisi saat ini dinilai berbeda.
Fajar menegaskan laga pembuka selalu menjadi momen krusial. “Kami memang diunggulkan, tapi tidak boleh menganggap enteng lawan. Laga pertama pasti tidak mudah dan sangat penting,” katanya.
Indonesia tergabung di Grup D bersama Aljazair, Thailand, dan Prancis. Hanya dua tim teratas yang berhak melaju ke babak gugur, sehingga kemenangan di laga awal menjadi kunci menjaga peluang.
Dukungan tim juga menjadi faktor penting. Fajar berharap pemain yang tidak turun tetap memberikan energi positif dari pinggir lapangan demi menjaga mental tim.
Di atas kertas, Indonesia diperkirakan menurunkan pemain terbaik sejak awal. Nama-nama seperti Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie berpotensi tampil untuk mengamankan poin cepat.
Namun strategi ini tetap menyimpan risiko jika adaptasi terhadap arena belum maksimal. Sementara itu, Aljazair datang dengan persiapan lebih matang dibanding edisi sebelumnya, termasuk peningkatan kualitas pemain yang kini lebih sering bertanding di level Eropa.
Laga ini menjadi pembuktian awal bagi Indonesia sebagai salah satu tim tersukses di ajang Piala Thomas. Lebih dari sekadar unggulan, tim Merah Putih dituntut menunjukkan kualitasnya langsung di lapangan.
Dengan tekanan laga pembuka dan faktor adaptasi yang belum sepenuhnya ideal, pertandingan ini diprediksi tidak akan berjalan mudah. Dukungan publik Indonesia diharapkan menjadi tambahan energi bagi tim untuk mengawali turnamen dengan kemenangan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Panggilan Palsu 119 di Sleman Capai 40 Persen
- Sengketa Tanah di Kulonprogo, Petani Diusir dari Lahan Sendiri
- Setelah Ambulans, Damkar Sleman Juga Disasar Laporan Fiktif DC Pinjol
- Kecelakaan di Jalan Magelang Sleman, Pikap Vs Motor, 1 Orang Tewas
- Bocah SD Gunungkidul Tertimpa Besi Pikap Dinyatakan Meninggal Dunia
Advertisement
Advertisement









