Resmi! Romelu Lukaku Gabung Fenerbahce, Nilai Transfer 6 Juta Euro
Romelu Lukaku resmi bergabung dengan Fenerbahce dari Napoli dengan nilai transfer 6 juta euro. Striker Belgia itu kembali ke Turki setelah 30 tahun
Aldaier Makatindu/Twitter PSIM Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Penyerang anyar PSIM Jogja Aldaier Makatindu akan menggunakan nomor punggung 11 di putaran kedua Liga 2 2019.
Nomor 11 belum dipakai di PSIM musim ini. Selain itu, eks penyerang Indonesia U-23 tersebut juga memakai nomor 11 sejak main di PSIS pada 2017 lalu.
“Awalnya mau pakai nomor 25, tetapi sudah ada yang menggunakan. Oleh karena itu saya gunakan lagi nomor tersebut,” ucap Aldaier, Kamis (29/8/2019).
Nomor 25 sudah dipakai fullback baru yang digaet PSIM Jogja setelah dilepas PSS Sleman, Junius Bate. Aldaeir bersedia membela PSIM Jogja setelah dihubungi pelatih Aji Santoso. Aldaeir sempat bekerja sama dengan Aji Santoso di Timnas Indonesia U-23 pada 2014 lalu. Namun, Aldaier tak masuk dalam skuat Indonesia U-23 di SEA Games 2015.
“Coach Aji membuat saya mantap ke PSIM. Beliau yang menghubungi dan mengajak bergabung,” ucap Aldaeir.
Aldaier Makatindu bergabung dengan PSIM di putaran kedua 2019. Pemain berusia 26 tahun itu diboyong dari PSIS Semarang dengan status peminjaman.
Aldeier akan menambah pilihan striker PSIM yang sudah memiliki Cristian Gonzales dan Muhammad Dwi Rafi Angga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Romelu Lukaku resmi bergabung dengan Fenerbahce dari Napoli dengan nilai transfer 6 juta euro. Striker Belgia itu kembali ke Turki setelah 30 tahun
Menkum Supratman Andi Agtas menyebut Prabowo meminta pembahasan RUU Perampasan Aset segera dipercepat oleh DPR.
Kemantren Pakualaman masuk 10 besar kinerja perangkat daerah Kota Jogja dengan peringkat kesembilan dan terbaik di antara 14 kemantren.
KPK mendalami dugaan pemberian pihak swasta kepada Reza Maullana Maghribi, tersangka kasus suap proyek DJKA Kemenhub.
pesan “Daerah Kuat, Indonesia Berdaulat” yang disampaikan Ketua DPD RI sejalan dengan arah pembangunan nasional yang membutuhkan sinergi kuat antara pemerintah
DPRD Bantul meminta pemerintah pusat menambah TKD agar program pembangunan yang tertunda bisa berjalan, terutama pendidikan dan kesehatan.