Nusron Wahid Ungkap Cara Persempit Ruang Gerak Mafia Tanah
Nusron Wahid menyebut integrasi data dan percepatan pelayanan pertanahan dapat mempersempit celah mafia tanah.
Pep Guardiola/PremierLeague.com
Harianjogja.com, JAKARTA - Pelatih Manchester City Pep Guardiola menyambut baik wacana Piala Dunia yang akan digelar setiap dua tahun sekali.
Dikutip dari Sky Sports, Sabtu (11/9/2021), Guardiola menjelaskan Piala Dunia adalah turnamen terbesar dan ia akan senang bisa menyaksikannya setiap dua tahun sekali.
"Piala Dunia adalah hal luar biasa. Itu adalah turnamen terbesar dan, saya sebagai penikmat, selalu senang menyaksikan itu. Jika saya bisa menyaksikan itu setiap dua tahun itu akan bagus," ungkap Guardiola.
Pelatih asal Spanyol itu mengaku senang dengan munculnya ide-ide baru soal sepak bola untuk didiskusikan dan tidak perlu mengkriminalisasi soal ide tersebut.
Dirinya melanjutkan jika klub, liga, FIFA dan UEFA akan punya pandangan masing-masing dan berusaha untuk mempertahankan posisinya tersebut.
"Saya selalu senang ketika ide baru muncul untuk didiskusikan. Kamu tidak perlu untuk mengkriminalisasi ide tersebut," ujar Guardiola.
"Klub dan Liga mempertahankan posisi mereka, FIFA mempertahankannya dan UEFA mempertahankannya. Itu lah kenapa ketika kita berbicara soal ide sepak bola global itu konyol karena semua orang mempertahankan sikapnya masing-masing," sambungnnya.
Sebelumnya muncul banyak penolakan soal wacana Piala Dunia yang akan digelar setiap dua tahun sekali dari berbagai pihak seperti UEFA dan beberapa asosiasi liga dan klub sepak bola.
Presiden UEFA Aleksander Ceferin beberapa waktu lalu mengatakan negara dari Eropa bisa saja memboikot Piala Dunia jika gelaran tersebut akhirnya diselenggarakan setiap dua tahun sekali.
Wacana soal Piala Dunia yang digelar dua tahunan ini muncul dari Kepala Pengembangan Global FIFA, Arsene Wenger yang menginginkan ada turnamen besar setiap musim panas dan lebih sedikit pertandingan kualifikasi sepanjang tahun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Nusron Wahid menyebut integrasi data dan percepatan pelayanan pertanahan dapat mempersempit celah mafia tanah.
Pendidikan karakter dinilai tidak cukup hanya diberikan sebagai materi pelajaran di sekolah, tetapi harus dibentuk menjadi kebiasaan
Harga telur di tingkat peternak Kulonprogo hanya Rp18.500-Rp20.700 per kg, sementara pakan naik. Peternak mengaku tombok hingga Rp3 juta.
CCTV dan ciri fisik mengungkap dugaan satu pelaku perusakan Bendera Merah Putih di Bantul dan palang kereta api di Gamping.
PSEL Piyungan ditargetkan mengolah 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan 18-20 MW listrik dengan investasi hingga Rp3 triliun.
Dinas Pariwisata (Dinpar) Kota Jogja mendorong pelaku industri pariwisata untuk mengelola sampah yang dihasilkan dari kegiatan usahanya secara mandiri