Kemarau Picu Kematian Ikan di Bantul, Pembudidaya Tetap Tenang
Musim kemarau picu kematian ikan di Bantul. Pembudidaya sebut nila dan bawal masih aman, ini faktor yang perlu diwaspadai.
Skuad PSIM Jogja saat menjalani latihan rutin di Stadion Mandala Krida, Kamis (31/8/2023)./Dok.PSIM Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—PSIM Jogja mematangkan persiapan tim menjelang bertemu Perserang Serang dalam pertandingan lanjutan Liga 2 2203 yang digelar Minggu (24/9/2023) di Stadion Maulana Yusuf, Banten. Dalam sesi latihan rutin menjelang laga tandang Hariono dan kolega menjalani teknik antisipasi bola umpan silang (crossing) dan juga penyelesaian akhir.
Pelatih kepala PSIM Jogja Kas Hartadi mengatakan, dua teknik tersebut belum berjalan optimal dijalankan anak asuhnya di dua laga kandang saat bertemu FC Bekasi City dan PSKC Cimahi. Alhasil, Laskar Mataram yang harusnya bisa memaksimalkan raihan enam poin hanya berhasil mengantongi satu poin dan berada di zona playoff degradasi.
"Kita fokus latihan taktikal untuk antisipasi bola crossing dan cara pemain finishing. Karena kan kita masih lemah di sana ya dari bola atas dan finishing," ujar Kas, Kamis (21/9/2023).
Baca Juga: Tampil Minor di 2 Laga Home, Suporter PSIM Jogja Gelar Aksi Protes
Dalam dua laga yang dijalani Laskar Mataram pada grup 2 musim ini mereka telah kebobolan empat gol. Dua gol diantaranya merupakan kesalahan lini belakangan yang kalah duel udara dan mengantisipasi umpan silang tim lawan saat melawan FC Bekasi dan PSKC Cimahi. Sementara satu gol lainnya berawal dari set piece tendangan pojok di laga perdana.
Menghadapi Perserang Serang, Laskar Mataram pun wajib mengantisipasi hal serupa. Sebab satu gol yang dilesakkan pemain asing Laskar Singandaru yakni Fatjon Celani saat laga melawan Malut United bermula dari umpan silang dari lini tengah. Pemain asal Jerman itu juga punya postur tinggi yang pastinya bakal merepotkan lini belakang PSIM Jogja.
"Melawan Perserang Serang bola set piece juga jadi salah satu yang kami antisipasi, sehingga tim sudah matangkan persiapan untuk antisipasi. Evaluasi di lini belakang juga, termasuk antisipasi bola crossing kan kita masih lemah. Gol kebobolan kita memang banyak dari sana, makanya nanti kita coba antisipasi dan melatih lebih keras lagi," jelas Kas.
Baca Juga: Menjelang Kompetisi Liga 2, Manajemen PSIM Jogja Bahas Aturan Tiket di Musim 2023
Mantan juru taktik Dewa United itu menambahkan, lini serang PSIM Jogja pun turut dievaluasi jelang laga mendatang. Sebab PSIM Jogja menargetkan meraih poin di laga nanti, sehingga pilihan bomber untuk memperkuat daya gedor Laskar Mataram menurut Kas harus dimatangkan dengan optimal.
"Intinya finishing juga kami siapkan karena di laga kemarin lawan Cimahi kita memang banyak sekali peluang dari menit awal dan pas finishing mental terus tidak ada yang gol," jelasnya.
Pemain asing mereka Aleksandar Rakic dimungkinkan tidak akan diturunkan sejak menit awal. Kas mengaku kecewa dengan dua kali penampilannya yang belum mencatatkan kontribusi maksimal bagi tim. Oleh karenanya, pelatih asal Solo itu menyebut tengah melirik pilihan pemain lokal yang dinilai benar-benar siap diturunkan kontra Laskar Singandaru.
"Kita masih lihat untuk pengganti Rakic tapi kita sudah siapkan nanti mungkin Sukarja lah. Untuk pemain lain misalnya Vengko kan banyak juga saingan di posisi sama. Saingan Rakic ini kan dari lokal cukup banyak, kita akan lihat apakah dia siap pas lawan Perserang besok. Kondisi terakhir pemain kita pastikan jelang laga. Seluruh pemain punya kesempatan yang sama untuk diturunkan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Musim kemarau picu kematian ikan di Bantul. Pembudidaya sebut nila dan bawal masih aman, ini faktor yang perlu diwaspadai.
Komisi III DPR mendesak aparat memburu seluruh aset dan aliran dana Eks Jampidsus FA serta mendukung pembentukan panja pengawasan kasus.
Penghentian jaringan 2G dinilai berpotensi dipercepat usai lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz, namun migrasi jutaan pengguna masih jadi tantangan.
DPRD Kulonprogo meminta evaluasi SPMB SD-SMP setelah banyak SDN dan SMPN kekurangan murid. Disdikpora menyiapkan regrouping sekolah.
Sebanyak lebih dari 120 peserta dari berbagai latar belakang mengikuti Impact Circle 2026, seminar dan workshop pengembangan diri yang diinisiasi oleh AIESEC
UGM memperluas pengembangan padi Gamagora di Madiun dengan Living-Lab dan 300 kg benih untuk meningkatkan produktivitas serta ketahanan pangan.