PSEL Mampu Olah 1.000 Ton Sampah, DPRD Bantul Tetap Ingatkan Warga
DPRD Bantul mengingatkan keberadaan PSEL bukan alasan warga meningkatkan produksi sampah. Pengurangan dari sumber tetap harus dilakukan.
Suasana kunjungan pemain dan pelatih PSIM Jogja dalam agenda PSIM Goes to School di SMAN 4 Jogja, Jumat (17/11/1023)./Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA—PSIM Jogja menggelar kunjungan ke SMAN 4 Jogja (Patbhe) dalam program PSIM Goes to School, Jumat (17/11/1023).
Gelandang PSIM Jogja, Savio Sheva yang merupakan alumnus sekolah itu mengaku senang bisa kembali ke almamater almamaternya sebagai pemain profesional.
Pemain bernomor punggung 44 yang sudah mencatatkan satu gol di musim ini bersama Laskar Mataram itu berharap kedatangannya bersama kolega bisa memotivasi adik-adik kelasnya khususnya yang dari Kelas Khusus Olahraga (KKO) Sepak Bola.
“Semoga kedatangan saya sebagai alumnus bersama teman-teman PSIM Jogja yang lain bisa memotivasi adik-adik. Apalagi di sekolah memang ada KKO, jadi bisa lebih spesifik ke adik-adik yang suka olahraga,” ujarnya.
Dalam kunjungan itu, Laskar Mataram membawa satu pelatih dan empat orang pemain. Pelatih dan pemain tersebut adalah Ruly Hidayansyah, Bryan Cesar, Ghulam Fatkur, Pancar Nur, dan Savio Sheva.
Pelatih Fisik PSIM Jogja, Ruly Hidayansyah mengaku senang mendapat sambutan hangat dari siswa-siswi. “Dengan berkunjungnya PSIM ke sekolah, semoga semakin banyak yang mengenal dan suka PSIM. Jadi semakin banyak yang berdoa untuk PSIM agar langkah ke depannya semakin lancar,” ujar Ruly.
BACA JUGA: Menantang Tim Juru Kunci Perserang Serang, PSIM Tak Ingin Jemawa
Dia juga menambahkan, kedatangan tim bisa menambahkan motivasi ke siswa-siswi. “Semoga dengan berkunjungnya tim bisa memotivasi anak-anak. Dengan begitu bisa memunculkan bibit-bibit muda sepak bola lokal Jogja,” ucap dia.
Sementara Kepala SMAN 4 Jogja, Jaka Tumuruna menyambut positif kedatangan rombongan PSIM Jogja. Dia berharap kedatangan tim bisa memotivasi siswanya. “Semoga kedatangan PSIM Jogja bisa menambah motivasi olahraga siswa-siswi Patbhe terutama yang masuk ke dalam KKO Sepak Bola,” tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Bantul mengingatkan keberadaan PSEL bukan alasan warga meningkatkan produksi sampah. Pengurangan dari sumber tetap harus dilakukan.
Sebanyak 512 santri terdampak keracunan MBG di Sidoarjo. BGN melakukan investigasi dan menyiapkan sanksi bagi SPPG.
DPRD Sleman mendorong kuota Beasiswa Patriot Transmigrasi bagi lulusan S1 untuk melanjutkan S2 sebelum mengabdi di wilayah 3T.
Hotspot Kalbar dan Kalteng kembali naik. Menhut Raja Juli Antoni menetapkan kedua provinsi sebagai prioritas penanganan karhutla.
Delapan WNI disebut menjadi tentara Rusia. BIN dan Kemlu RI menelusuri dugaan perekrutan serta memverifikasi informasi tersebut.
DPRD DIY menyebut ada BTT sekitar Rp15 miliar untuk mengantisipasi kekeringan 2026 jika kebutuhan penanganan meningkat.