Kasus ISPA di Bantul Masih Tinggi, Dinkes Minta Warga Waspada
Kasus ISPA di Bantul masih mencapai ribuan hingga Juni 2026. Dinkes mengimbau warga menerapkan PHBS dan memakai masker saat musim kemarau.
Penyerang PSIM Jogja merayakan gol yang dicetaknya ke gawang SPFC dalam laga perdana babak 12 besar Liga 2 di Stadion H. Agus Salim pada Sabtu (6/1/2024) malam. - ist - PSIM Jogja
Harianjogja.com, PADANG—Pelatih Kepala PSIM Jogja Kas Hartadi mengaku puas dengan performa timnya yang bekerja keras dan mampu membawa pulang satu poin dari kandang lawan. Dalam laga yang digelar di Stadion H. Agus Salim itu kedua tim bermain sama kuat dengan skor 1-1.
"Pertandingan tadi memang ketat saling jual beli serangan, tadi saya instruksikan ke pemain agar main sabar, compact defence dan kita bisa mencuri poin itu sudah bagus," kata Kas, Sabtu (6/1/2024).
Mantan juru taktik Sriwijaya FC itu mengaku puas dengan penampilan anak asuhnya. Kas juga mengapresiasi performa Hariono dan kolega yang mati-matian berjuang di laga ini. Menurutnya, satu poin di kandang lawan sudah cukup bagi Laskar Mataram untuk modal menghadapi laga selanjutnya di babak 12 besar.
BACA JUGA : SPFC vs PSIM Jogja, Prediksi, Head to Head, dan Peluang Laga Perdana Babak 12 Besar
"Ya tadi kita memang kecolongan di set piece makanya mereka bisa cetak gol, yang penting saya juga sudah bisa membobol Semen Padang, kemarin kalian tanya kan susah sekali membobol Semen Padang dan terbukti meskipun kita ga bisa tiga poin tapi satu poin saya sudah terima kasih kepada pemain dengan kerja kerasnya," ujarnya.
Menurut Kas, di laga ini dirinya memang menerapkan skema compact defence dan meminta pemainnya agar sabar menghadapi tekanan tim lawan. "Pertama saya bilang ke pemain kita butuh mental, kedua saya bilang harus menerapkan compact defence kuat dan jangan panik, kita main enjoy saja," katanya.
Di babak kedua dia juga mengakui tekanan yang dilancarkan tim lawan dilaksanakan terus menerus. "Di babak kedua kita memang melihat Semen Padang pakai dua striker dan terus menggempur tapi saya bilang ke pemain kita harus compact defence kuat," ungkapnya.
Cuaca yang kurang mendukung selama pertandingan berlangsung juga tidak terlalu soal bagi pelatih asal Surakarta itu. "Cuaca memang lain, Jogja panas terus ya, di sini kita sejak datang sudah hujan terus istilahnya kita yang penting semua pemain mau kerja keras. Saya sudah tekankan main bola itu seni tapi harusnya tanggung jawab untuk disiplin menjalankan taktik," katanya.
BACA JUGA : Babak 12 Besar Liga 2, PSIM Jogja Bermain Imbang Lawan Semen Padang
Sementara Sukarja yang menjadi pencetak gol tim tamu di laga ini mengaku bersyukur dengan raihan satu poin di kandang lawan. "Tentu dengan laga tadi kita bersyukur dengan satu poin berkat kerja keras tim dan semua pemain. Dengan saya mencetak gol saya juga bersyukur bisa membantu tim meraih satu poin," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus ISPA di Bantul masih mencapai ribuan hingga Juni 2026. Dinkes mengimbau warga menerapkan PHBS dan memakai masker saat musim kemarau.
Harga minyak dunia turun dinilai menjadi peluang pemerintah membenahi subsidi BBM, memperkuat stok, dan meningkatkan perlindungan masyarakat rentan.
Mendes Yandri Susanto menegaskan isu Kopdes Merah Putih menutup warung kelontong dan melarang berdagang dalam radius 2 kilometer adalah hoaks.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menetapkan penggunaan izin usaha perusahaan pergadaian atas nama Perusahaan Perseroan (Persero)
Pemerintah menyiapkan skema pendanaan bioetanol untuk mendukung penerapan E10 pada 2027 tanpa membebani konsumen dan tetap menguntungkan petani.
BPBD Bantul telah menyalurkan 436.500 liter air bersih kepada 3.287 warga terdampak kekeringan selama musim kemarau hingga 3 Agustus 2026.