Kasus ISPA di Bantul Masih Tinggi, Dinkes Minta Warga Waspada
Kasus ISPA di Bantul masih mencapai ribuan hingga Juni 2026. Dinkes mengimbau warga menerapkan PHBS dan memakai masker saat musim kemarau.
Skuad PSIM Jogja menjalani latihan persiapan jelang menghadapi PSMS Medan pada Jumat (12/1/2024) mendatang. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Skuad PSIM Jogja sudah mulai bersiap menghadapi laga selanjutnya di babak 12 besar melawan PSMS Medan yang dijadwalkan Jumat (12/1/2024) mendatang. Setelah hasil imbang kontra Semen Padang FC, Hariono dan kolega mulai menjalani latihan rutin dan evaluasi laga sebelumnya.
Pelatih kepala PSIM Jogja Kas Hartadi mengatakan, dalam latihan perdana menjelang menghadapi skuad Ayam Kinantan, julukan PSMS Medan dirinya akan mengevaluasi lini belakang tim untuk mengantisipasi bola set piece atau peluang dari bola mati.
BACA JUGA :Babak 12 Besar Liga 2, PSIM Jogja Bermain Imbang Lawan Semen Padang
Bukan tanpa sebab, di laga sebelumnya kontra Semen Padang kemenangan Laskar Mataram di kandang lawan harus buyar setelah Kabau Sirah mampu menyamakan kedudukan lewat skema tendangan sudut. Menurut Kas anak asuhnya harus mampu belajar dari laga tersebut.
“Kami belajar dari bola-bola set piece [taktik bola mati] saja. Kemarin kita kecolongan di bola set piece, di tendangan sudut. Jadi evaluasinya di set piece saja,” kata mantan pelatih Sriwijaya FC itu, Selasa (9/1/2024).
Di laga melawan PSMS, Hariono dan kolega harus mampu mengamankan tiga poin di kandang sendiri jika ingin menjaga asa lolos ke semi final. Hasil positif akan membuat posisi Laskar Mataram di klasemen sementara terdongkrak. Kemenangan di kandang sendiri tentu bukan hal yang sulit apalagi fullback pinjaman mereka dari Persis Solo Samuel sudah bisa dimainkan di laga itu.
BACA JUGA : PSIM Boyong 26 Pemain ke Padang
Semula, PSIM dijadwalkan bertemu dengan PSMS Medan pada Kamis, 11 Januari 2024. Namun pada akhirnya jadwal diundur menjadi hari Jumat, keesokan harinya. Perubahan jadwal ini bagi Kas merupakan sebuah keuntungan. Baginya, dengan mundurnya pertandingan bisa menjadi tambahan waktu untuk persiapan.
“Keuntungan bagi kita, karena kalau kita tetap bermain di tanggal 11, kan terlalu mepet. Kita habis perjalanan jauh, harus recovery. Ada keuntungan lah diundur satu hari ini. Sebenarnya untuk tim lain juga sama, bukan tim kita saja,” ujar Kas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus ISPA di Bantul masih mencapai ribuan hingga Juni 2026. Dinkes mengimbau warga menerapkan PHBS dan memakai masker saat musim kemarau.
BPJPH dan Uni Eropa membahas kesiapan implementasi Wajib Halal yang mulai berlaku Oktober 2026 serta kepastian regulasi bagi pelaku usaha.
Polres Bantul menyita 1.053 pil sapi dari seorang pemuda di Pandes II, Pleret. Kasus ini terungkap berkat laporan masyarakat.
DIY mengalami deflasi 0,31% pada Juli 2026. BPS menyebut turunnya harga cabai, bawang, dan tomat menjadi penyebab utama.
BMKG memprakirakan cuaca Jogja cerah pada Selasa, 4 Agustus 2026. Simak prakiraan cuaca DIY dan kota-kota besar di Indonesia.
Rizky Ridho mengakui kesalahan fatal saat Indonesia kalah 0-3 dari Vietnam di Piala AFF 2026 dan bertekad bangkit menghadapi Singapura.