Kelok 23 Dibuka, DPRD Minta Pemkab Bantul Kembangkan Destinasi Wisata di Luar Pansela
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul diminta tidak hanya mengandalkan kawasan Pantai Selatan (Pansela) sebagai tujuan wisata,
Skuad PSIM Jogja menjalani latihan persiapan jelang menghadapi PSMS Medan pada Jumat (12/1/2024) mendatang. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Skuad PSIM Jogja sudah mulai bersiap menghadapi laga selanjutnya di babak 12 besar melawan PSMS Medan yang dijadwalkan Jumat (12/1/2024) mendatang. Setelah hasil imbang kontra Semen Padang FC, Hariono dan kolega mulai menjalani latihan rutin dan evaluasi laga sebelumnya.
Pelatih kepala PSIM Jogja Kas Hartadi mengatakan, dalam latihan perdana menjelang menghadapi skuad Ayam Kinantan, julukan PSMS Medan dirinya akan mengevaluasi lini belakang tim untuk mengantisipasi bola set piece atau peluang dari bola mati.
BACA JUGA :Babak 12 Besar Liga 2, PSIM Jogja Bermain Imbang Lawan Semen Padang
Bukan tanpa sebab, di laga sebelumnya kontra Semen Padang kemenangan Laskar Mataram di kandang lawan harus buyar setelah Kabau Sirah mampu menyamakan kedudukan lewat skema tendangan sudut. Menurut Kas anak asuhnya harus mampu belajar dari laga tersebut.
“Kami belajar dari bola-bola set piece [taktik bola mati] saja. Kemarin kita kecolongan di bola set piece, di tendangan sudut. Jadi evaluasinya di set piece saja,” kata mantan pelatih Sriwijaya FC itu, Selasa (9/1/2024).
Di laga melawan PSMS, Hariono dan kolega harus mampu mengamankan tiga poin di kandang sendiri jika ingin menjaga asa lolos ke semi final. Hasil positif akan membuat posisi Laskar Mataram di klasemen sementara terdongkrak. Kemenangan di kandang sendiri tentu bukan hal yang sulit apalagi fullback pinjaman mereka dari Persis Solo Samuel sudah bisa dimainkan di laga itu.
BACA JUGA : PSIM Boyong 26 Pemain ke Padang
Semula, PSIM dijadwalkan bertemu dengan PSMS Medan pada Kamis, 11 Januari 2024. Namun pada akhirnya jadwal diundur menjadi hari Jumat, keesokan harinya. Perubahan jadwal ini bagi Kas merupakan sebuah keuntungan. Baginya, dengan mundurnya pertandingan bisa menjadi tambahan waktu untuk persiapan.
“Keuntungan bagi kita, karena kalau kita tetap bermain di tanggal 11, kan terlalu mepet. Kita habis perjalanan jauh, harus recovery. Ada keuntungan lah diundur satu hari ini. Sebenarnya untuk tim lain juga sama, bukan tim kita saja,” ujar Kas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul diminta tidak hanya mengandalkan kawasan Pantai Selatan (Pansela) sebagai tujuan wisata,
Prabowo menganugerahkan Bintang Mahaputera kepada Listyo Sigit dan Dedi Prasetyo pada Kamis, 1 Oktober 2026.
Inflasi Gunungkidul September 2026 mencapai 0,24%. Beras dan cabai rawit menjadi komoditas penyumbang terbesar inflasi.
Normalisasi Jalan Selokan Mataram Sleman dilanjutkan. Sebanyak 11 bidang lahan akan dibebaskan pada 2027 untuk pelebaran jalan.
Kualitas tidur berperan penting menjaga kesehatan otak. Kurang tidur dapat memengaruhi memori, konsentrasi hingga fungsi kognitif.
Perkumpulan Politeknik Swasta Indonesia (PELITA) akan menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) V pada 14–17 Oktober 2026 di Makassar