Motor Berasap Saat Dinyalakan? Kenali Penyebab dan Solusinya
Asap putih dari mesin atau knalpot motor bisa menjadi tanda oli terbakar, ring piston aus, hingga gasket kepala silinder rusak. Kenali penyebabnya sebelum kerus
Bruno Guimaraes (kanan) dari Brasil terjatuh saat berebut bola dengan Efrain Morales dari Bolivia dalam laga kualifikasi Piala Dunia 2026 di Stadion Villa Ingenio, El Alto, Bolivia, Selasa (9/9/2025)/ AP-Juan Karita.
Harianjogja.com, JOGJA—Brasil harus menelan kekalahan mengejutkan dari Bolivia dalam lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Conmebol, Rabu (10/9/2025). Bertandang ke ketinggian El Alto, pasukan Carlo Ancelotti dipaksa menyerah 0-1 dari tuan rumah Bolivia. Gol tunggal Miguelito lewat titik putih di akhir babak pertama menjadi penentu, dalam laga yang penuh ketegangan dan frustrasi bagi Selecão.
BACA JUGA: Brasil Hajar Chile 3-0
Sejak menit pertama, Bolivia tampil percaya diri. Bermain di hadapan publik sendiri, mereka memanfaatkan kondisi altitude untuk menekan Brasil yang terlihat kesulitan beradaptasi. Haquin membuka ancaman lebih dulu di menit ketujuh dengan tendangan jarak jauh yang memaksa Alisson melakukan penyelamatan gemilang.
Miguelito menjadi motor serangan Bolivia. Beberapa kali ia melepaskan percobaan dari dalam maupun luar kotak penalti, memaksa lini belakang Brasil bekerja ekstra keras. Sebaliknya, Brasil lebih banyak terkurung di wilayah sendiri dan hanya sesekali melancarkan serangan balik yang tak berbuah peluang berarti.
Drama terjadi menjelang jeda. Pada menit ke-45+1, Bruno Guimaraes melanggar R Fernandez di dalam kotak penalti. Wasit sempat membiarkan permainan berlanjut, namun setelah tinjauan VAR, akhirnya menunjuk titik putih.
Miguelito yang maju sebagai eksekutor sukses menaklukkan Alisson pada menit ke-45+4. Kiper Liverpool itu sempat menebak arah bola dan bahkan menyentuhnya, tetapi eksekusi tenang Miguelito terlalu sulit untuk dihentikan. Bolivia pun unggul 1-0 saat turun minum.
Memasuki babak kedua, Brasil mencoba membalas. Namun meski memasukkan sejumlah pemain segar seperti João Pedro, Raphinha, dan Estevão, serangan mereka selalu mentah di kaki pertahanan Bolivia yang tampil disiplin.
Kesalahan individu sempat mewarnai kubu Brasil, salah satunya dari Marquinhos yang hampir menghadiahkan peluang emas akibat umpan liar di depan gawang sendiri. Namun keberuntungan masih berpihak pada tim tamu.
Bolivia tak hanya bertahan, sesekali mereka melancarkan serangan balik berbahaya. Paniagua nyaris menggandakan keunggulan lewat sepakan dari tepi kotak penalti pada menit ke-76 yang hanya melenceng tipis.
Di sisi lain, frustrasi Brasil terlihat jelas. Bruno Guimaraes bahkan menerima kartu kuning di menit ke-80 usai melanggar keras Miguelito. Hingga menit ke-90, Brasi terus menekan, tetapi upaya mereka selalu kandas.
Pertandingan berakhir dengan skor tipis Bolivia 1-0 Brasil. Hasil ini menjadi kejutan besar mengingat Brasil sudah memastikan tiket ke Piala Dunia, sementara Bolivia berjuang keras memperbaiki posisi di klasemen.
Gol Miguelito dari titik putih, disertai rapatnya pertahanan dan semangat pantang menyerah, memastikan kemenangan bersejarah bagi tuan rumah. Sementara itu, bagi Brasil, laga di ketinggian El Alto meninggalkan catatan pahit: penguasaan bola tak cukup tanpa efektivitas serangan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Asap putih dari mesin atau knalpot motor bisa menjadi tanda oli terbakar, ring piston aus, hingga gasket kepala silinder rusak. Kenali penyebabnya sebelum kerus
Studi terbaru mengungkap mahasiswa yang kecanduan judi online memiliki risiko lebih tinggi mengalami depresi, kecemasan, hingga munculnya keinginan bunuh diri.
KPK mendalami dugaan pemberian uang dari Pemkab Kuansing ke Kementerian Kehutanan dan proses pengembaliannya dalam kasus Kuansing.
Jadwal bola malam ini Sabtu 15 Agustus 2026 hingga Minggu dini hari menghadirkan Persib vs Sabah, Singapura vs Thailand, dan Manchester United vs AC Milan.
Sepanjang 2026, dunia telah diguncang 11 gempa bumi berkekuatan magnitudo 7 atau lebih. Indonesia tercatat mengalami tiga gempa besar, termasuk gempa M7,7 di Fl
Putri Andriani Juficha, Miss Earth Indonesia 2025, meninggal dunia di usia 26 tahun. Berikut profil, pendidikan, dan prestasinya.