Hyundai Tarik Ratusan Ribu Mobil Gara-gara Risiko Rem Mendadak
Hyundai recall 421 ribu mobil di AS akibat risiko rem mendadak dari error software kamera depan pada model 2025–2026.
Pembalap Ducati Marc Marquez. ANTARA/Ducati/am.
Harianjogja.com, JOGJA—Dominasi Ducati dalam ajang MotoGP diprediksi perlahan akan terkikis. Prediksi mengejutkan ini disampaikan oleh teknisi legendaris MotoGP, Ramon Forcada. Forcada meyakini Ducati lama-kelamaan bakal kalah saing dengan tim-tim pabrikan lainnya, terutama menjelang perubahan regulasi besar.
Saat ini, Ducati masih memimpin klasemen konstruktor dengan 708 poin, yang didapat dari 42 kali naik podium yang diraih para pembalapnya. Sementara itu, di posisi kedua, terdapat Aprilia dengan 355 poin, hasil dari dua kemenangan dan delapan kali naik podium yang dicapai oleh Marco Bezzecchi dan kawan-kawan.
Ramon Forcada menilai MotoGP 2026 akan semakin berwarna karena setiap tim diyakini bakal terus berbenah dan menunjukkan evolusi motor yang signifikan. Oleh karena itu, Ducati harus bergerak cepat jika ingin mempertahankan dominasinya seperti musim ini.
Forcada memprediksi dominasi Ducati akan meluntur perlahan jika pabrikan asal Italia itu tidak banyak mengevolusi kondisi motornya.
"Ini bukan lagi sekadar Piala Ducati; tim-tim berdatangan, dan Ducati lah yang belum mampu berubah," kata Ramon, dilansir dari Motosan.
“Motornya tidak banyak berevolusi akhirnya. Motor yang diberikan konsesi, motor yang mereka gunakan pada tes Februari di Sepang, sekarang benar-benar berbeda,” ucapannya
“Kita melihatnya dari hasil tes. Di sana, Yamaha, Honda, bahkan Aprilia, KTM, semuanya kecuali Ducati, menggunakan motor eksperimental,” tambahnya.
Jika prediksi melunturnya dominasi Ducati benar terjadi, hal ini tentu akan memengaruhi masa depan para pembalap andalannya, termasuk Marc Marquez.
Mengingat Marquez masih memiliki tekad dan ambisi besar untuk bersaing dan memenangkan gelar, performa motor Ducati di masa depan akan menjadi faktor penentu dalam keputusan kariernya selanjutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hyundai recall 421 ribu mobil di AS akibat risiko rem mendadak dari error software kamera depan pada model 2025–2026.
Kebakaran berulang terjadi di rumah pemotongan ayam di wilayah Mriyan, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Sleman, dalam dua hari terakhir.
Persis Solo terdegradasi ke Liga 2. Dirut Ginda Ferachtriawan minta maaf dan siapkan restrukturisasi besar demi kebangkitan tim.
76 Indonesian Downhill 2026 di Bantul berlangsung ekstrem. Andy juara tipis, kelas junior justru catat waktu tercepat.
Warga Boyolali menemukan batu diduga stupa dan prasada. Diduga peninggalan Mataram Kuno abad 8-9, kini diteliti Disdikbud.
Jumlah investor saham di Jogja tembus 322 ribu per April 2026. Tumbuh 30% setahun, didorong edukasi dan minat generasi muda.