Pelatih PSIM Jogja Soroti Atmosfer Sepak Bola Tanpa Suporter
Van Gastel soroti laga tanpa penonton di Liga Indonesia, sambil menikmati musim perdana bersama PSIM Jogja.
Pemain PSIM Jogja, Deri Corfe saat ditemui usai sesi latihan tim di Stadion Mandala Krida. - Harian Jogja/ Ariq Fajar Hidayat
Harianjogja.com, JOGJA–Penyerang PSIM Jogja asal Inggris, Deri Corfe, menilai perubahan posisi bermain dalam dua laga terakhir menjadi faktor terbesar di balik gol perdananya musim ini ketika Laskar Mataram menghadapi Persis Solo pekan lalu. Ia merasa pergeseran peran yang membuatnya tampil lebih tinggi di lini depan akhirnya mengembalikan performanya.
Corfe mengungkapkan, perbedaan mencolok dibanding awal musim terletak pada posisinya yang terlalu ke bawah. Sebelumnya, ia menempati area yang menurutnya lebih menyerupai peran bek sayap yang tidak sesuai dengan karakter permainannya.
“Sebelumnya saya bermain lebih ke bawah, itu seperti posisi bek sayap menurut saya. Itu bukan posisi natural saya, di mana saya lebih cocok berada lebih tinggi di lapangan,” ujar Corfe usai sesi latihan di Stadion Mandala Krida, Jogja, belum lama ini.
Ia menjelaskan bahwa ketika menghadapi Dewa United dan Persis Solo, ia kembali ditempatkan lebih dekat ke gawang lawan. Perubahan itu membuatnya lebih nyaman dan mampu memaksimalkan pergerakannya di sepertiga akhir lapangan.
“Tapi bagaimanapun pelatih menginginkan saya untuk bermain, saya siap. Tidak masalah bermain di posisi mana pun,” tandasnya.
Pemain jebolan akademi Manchester City itu menyebut momen gol perdananya sebagai hal yang sangat berarti secara personal setelah menunggu cukup lama sejak awal musim.
“Senang bisa mencetak gol perdana saya, perasaan yang bagus, akhirnya. Saya tahu hari itu akan datang, jadi saya tetap yakin dan terus bekerja keras,” kata Corfe.
Ia berharap gol itu menjadi titik awal untuk kontribusi yang lebih besar di laga-laga berikutnya. Menurutnya, kepercayaan diri yang meningkat setelah mencetak gol akan berdampak pada performanya di masa mendatang.
Pelatih PSIM Jogja, Jean-Paul Van Gastel, menilai gol melawan Persis menjadi bukti perkembangan Corfe. Menurutnya, kontribusi sang pemain bukan hanya terlihat dari gol, tetapi juga dari sikap dan kerja kerasnya di dalam tim.
“Secara keseluruhan, saya puas dengan performanya. Bukan hanya dengan mencetak gol, tapi cara dia bersikap di dalam tim,” kata Van Gastel.
Ia menambahkan bahwa peningkatan yang ditunjukkan Corfe merupakan hal positif bagi PSIM yang masih berada di papan atas klasemen Super League 2025/2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Van Gastel soroti laga tanpa penonton di Liga Indonesia, sambil menikmati musim perdana bersama PSIM Jogja.
Harga cabai rawit merah nasional mencapai Rp57.650 per kg menurut data PIHPS Kamis pagi. Telur ayam ras dijual Rp32.500 per kg.
Revisi UU HAM disiapkan untuk melindungi aktivis dan pembela HAM dari kriminalisasi serta memperkuat hak digital dan lingkungan hidup.
Rupiah menguat ke Rp17.653 per dolar AS di tengah penguatan dolar global dan sentimen suku bunga The Fed serta konflik Timur Tengah.
BMKG memprakirakan mayoritas wilayah Indonesia berpotensi hujan ringan hingga petir pada Kamis, termasuk Jawa dan Sumatra.
Volvo EX90 resmi meluncur di Indonesia dengan harga Rp2,5 miliar. SUV listrik premium ini punya jarak tempuh hingga 600 km.