Garudayaksa FC Juara Pegadaian Championship, Ini Kata Pelatih Widodo
Garudayaksa FC keluar sebagai juara Pegadaian Championship 2025/2026 setelah mengalahkan PSS Sleman di partai final.
Pemain baru PSS, Lucao (empat dari kiri) mengikuti sesi latihan PSS pada Jumat (9/1/2026)./Harian Jogja -- Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN—Laga PSS Sleman kontra PSIS Semarang di Stadion Maguwoharjo, Sabtu (10/1/2026), berpotensi menjadi panggung debut pemain baru dari kedua tim, sekaligus penentu arah persaingan Super League awal tahun ini.
Baik PSS Sleman maupun PSIS Semarang memiliki peluang sama besar untuk menurunkan rekrutan anyar mereka. Pertandingan ini tak sekadar perebutan poin, tetapi juga menjadi ajang uji kekuatan wajah baru kedua skuad.
Di kubu tuan rumah, PSS Sleman memiliki tiga rekrutan anyar yang siap tampil. Super Elja baru saja mendatangkan bek berpengalaman Lucao serta dua pemain lokal muda, Figo Dennis dan Jehan Pahlevi. Ketiganya berpeluang dimainkan, terutama Lucao yang diproyeksikan mengisi kekosongan lini belakang akibat cederanya Cleberson.
Sementara itu, PSIS Semarang tampil agresif di bursa transfer. Tim tamu mendatangkan belasan pemain baru demi keluar dari zona bawah klasemen Super League. Sejumlah nama berpengalaman seperti Otavio Dutra, Esteban Vizcarra, hingga Beto Goncalves bergabung bersama PSIS. Selain itu, Rafinha—pilar PSIM yang musim lalu membawa klub tersebut promosi—juga merapat ke Semarang.
Menanggapi komposisi anyar PSIS, Asisten Pelatih PSS Sleman Gilang Ramadhan menilai kekuatan lawan kini berbeda dibandingkan putaran pertama.
“PSIS yang datang ke Maguwoharjo sekarang jelas berbeda. Mereka lebih kuat,” ujar Gilang.
Meski PSS menang telak saat bertandang ke Semarang pada putaran pertama, Gilang menegaskan hasil tersebut tidak bisa dijadikan patokan.
"Kami tahu di ronde pertama kami menang besar di kandang lawan, tapi itu tidak menjadi acuan. Karena kami tahu besok mereka datang dengan kekuatan berbeda, dengan banyak pemain baru dan sekarang bisa dibilang tim kuat juga. Kami tetap fokus dan tidak mau anggap remeh hasil sebelumnya kami dapat," kata Gilang pada Jumat (9/1/2026).
Di kubu Super Elja, Gilang menyebut proses adaptasi pemain baru berjalan positif. Para rekrutan mulai menunjukkan kecocokan dengan skuad lama meski waktu persiapan relatif singkat.
"Pemain baru pastinya butuh adaptasi dengan waktu singkat ini. Tapi alhamdulillah dari dua latihan ini sudah menunjukkan ada chemistry dan kondisi bagus," ujarnya.
Soal peluang tampil, Gilang membuka kemungkinan rekrutan anyar PSS diturunkan saat menghadapi PSIS Semarang.
"Insyaallah kemungkinan besok bisa ditampilkan," katanya.
Sementara itu, Pelatih PSIS Jafri Sastra mengungkapkan adaptasi pemain baru PSIS berjalan lancar. Para pemain sudah bergabung sejak dua pekan lalu dan ikut menyaksikan laga PSIS.
"Kalau adaptasi ya, mereka sudah datang dua pekan yang lalu. Kami sudah proses dengan baik rasanya ya. Mereka juga ikut nonton kami bertanding," ujarnya.
"Kalau adaptasi tidak begitu sulit karena mereka memang sudah pemain profesional," katanya.
Duel PSS Sleman kontra PSIS Semarang di Stadion Maguwoharjo pun diprediksi menjadi sorotan, bukan hanya karena persaingan papan Super League, tetapi juga karena potensi debut para pemain baru yang dapat mengubah wajah pertandingan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Garudayaksa FC keluar sebagai juara Pegadaian Championship 2025/2026 setelah mengalahkan PSS Sleman di partai final.
Tanggal 18 Mei memperingati Hari Kearsipan Nasional, Hari Museum Internasional, Hari Vaksin AIDS Sedunia, hingga Hari Biola Sedunia.
Guru honorer di daerah mengaku lebih tenang mengajar setelah Kemendikdasmen menerbitkan SE Nomor 7 Tahun 2026 tentang guru non-ASN.
Sebanyak 39 WNI korban kapal tenggelam di Pulau Pangkor, Malaysia, ditemukan. Sebanyak 16 orang meninggal dunia dan pencarian masih berlangsung.
Liverpool keluar dari empat besar Liga Inggris 2025/2026 usai kalah dari Aston Villa, sementara Manchester United pastikan posisi ketiga.
UKDW tidak hanya berfokus pada kualitas akademik, tetapi juga menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan tantangan masa depan