Hadapi Kekeringan, Pemkab Sleman Siapkan Anggaran dan Dropping Air
Pemkab Sleman menyiapkan anggaran dan memantau pasokan air di 17 kapanewon untuk menghadapi potensi kekeringan musim kemarau.
Pelatih Kepala PSS Sleman, Ansyari Lubis (tengah) dalam Pre Match Press Conference pada Minggu (16/11/2025)./Harian Jogja -- Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN— Pelatih Kepala PSS Sleman, Ansyari Lubis, angkat suara usai timnya ditahan imbang Persela Lamongan di Stadion Maguwoharjo, Minggu (18/1/2026). Ia menyebut Super Elja kehilangan konsentrasi di menit-menit akhir sehingga gagal mengamankan tiga poin.
“Kami dihukum oleh ketidakkonsentrasian pemain, fokus di akhir-akhir pertandingan, sehingga kami dihukum oleh gol mereka,” ujar Ansyari dalam sesi Post Match Press Conference.
Ansyari menegaskan bahwa pertandingan belum dinyatakan berakhir sampai peluit panjang dibunyikan. Karena itu, ia meminta para pemain menjaga fokus penuh hingga 90 menit tuntas. Aspek inilah yang akan menjadi fokus evaluasi PSS.
“Ini jadi satu evaluasi yang akan kami tingkatkan. Sebelum 90 menit berakhir, berarti kami belum menang,” tegasnya.
Pelatih yang akrab disapa uwak itu menyebut kehilangan fokus di menit akhir adalah hal berbahaya dan harus segera diperbaiki. Meski begitu, ia tetap memberikan apresiasi kepada para pemainnya.
“Yang pertama, kami tetap apresiasi seluruh pemain. Pertandingan tadi cukup menarik, cukup saya kira ini pertandingan yang paling bagus yang saya lihat di sore hari ini,” tandasnya.
Dari kubu Persela Lamongan, Pelatih Kepala Bima Sakti mengapresiasi kerja keras timnya yang mampu membawa pulang satu poin dari Sleman.
“Target kami memang menang. Tapi kalau tidak menang, seri pun Alhamdulillah,” ujarnya.
Bima menilai Persela berhasil memanfaatkan celah ruang yang terbuka ketika PSS terus menekan dan mendorong pemain fullback naik ke depan.
“Kami melihat PSS Sleman enggak puas dengan satu gol sehingga mereka sering naik. Di situ terjadi ruang kosong. Oleh sebab itu, kita masukkan beberapa pemain baru di posisi sayap,” jelasnya.
Hasil imbang ini membuat PSS gagal menyamai poin PS Barito Putera yang berada di puncak klasemen. Super Elja tetap menempati posisi kedua dengan 34 poin, sementara Persela berada di peringkat enam dengan 26 poin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Sleman menyiapkan anggaran dan memantau pasokan air di 17 kapanewon untuk menghadapi potensi kekeringan musim kemarau.
Kiper 16 tahun Athaullah Daib motoran dari Gunungkidul ke Jogja demi latihan PSIM setelah dipromosikan dari EPA U-16 ke tim senior.
Kulonprogo mendorong penanganan Jalan Dekso-Samigaluh dan Jembatan Duwet. Jalan ditargetkan masuk anggaran 2027, jembatan masih dikaji.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan dari Yogyakarta ke Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN meminta makanan MBG yang tidak layak tidak dikonsumsi dan segera dikembalikan ke SPPG untuk diperiksa dan diinvestigasi.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Jogja. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.