Beasiswa BPI GTK 2026 Dibuka, Guru dan Calon Guru Bisa Kuliah Gratis
Kemendikdasmen membuka Beasiswa BPI GTK 2026 bagi guru, calon guru, dan tenaga kependidikan. Simak syarat, jadwal pendaftaran, komponen bantuan, dan cara mendaf
Logo BRI Super League. - Ist
Harianjogja.com, JOGJA—PSIM Jogja menatap laga Derbi Mataram melawan Persis Solo sebagai momentum penting untuk bangkit sekaligus mengakhiri tren negatif di kompetisi.
Bermain di hadapan publik sendiri, Laskar Mataram menargetkan kemenangan demi menjaga gengsi sepak bola Yogyakarta dan memulihkan kepercayaan diri tim.
Pelatih PSIM Jogja, Jean Paul Van Gastel, memastikan kondisi tim dalam keadaan siap meski baru saja menjalani perjalanan panjang seusai menghadapi Borneo FC. Menurutnya, tim pelatih memberikan waktu pemulihan tambahan agar para pemain kembali bugar sebelum menghadapi laga dengan tensi tinggi.
“Persiapan berjalan normal. Kami sadar laga ini emosional, tetapi kami tetap fokus pada rencana permainan,” ujar Van Gastel dalam konferensi pers pra-pertandingan.
Van Gastel juga membeberkan kondisi terkini skuad PSIM. Ia memastikan pemain anyar Jop van der Avert belum dapat melakoni debutnya karena masih menjalani adaptasi latihan seusai berkompetisi di Korea Selatan.
“Pemain anyar Jop van der Avert dipastikan belum bisa melakoni debutnya karena masih dalam tahap adaptasi latihan pasca-kompetisi di Korea Selatan,” katanya.
Sementara itu, kabar positif datang dari Rahmatso yang telah pulih dan siap diturunkan. Di sisi lain, Donny Warmerdam masih harus menepi lantaran cedera dan belum bisa memperkuat tim.
Pemain sayap PSIM Jogja, Abiyoso, menegaskan bahwa seluruh pemain bertekad bangkit setelah dua kekalahan beruntun dari Persebaya dan Borneo FC. Ia menyebut, Derbi Mataram menjadi kesempatan terbaik untuk membalikkan situasi.
“Seusai mengevaluasi hasil minor di laga sebelumnya, tim bertekad menjalankan instruksi pelatih secara disiplin demi memutus tren negatif dan memberikan kebahagiaan bagi para suporter,” katanya.
Menjelang laga, Van Gastel menilai Persis Solo sebagai tim yang sulit diprediksi musim ini. Perombakan besar dengan mendatangkan 10 pemain baru serta kepergian pemain kunci asal Jepang membuat pola permainan tim berjuluk Laskar Sambernyawa kerap berubah.
Meski demikian, pelatih asal Belanda tersebut menegaskan PSIM tidak akan terlalu larut menyesuaikan diri dengan permainan lawan. Fokus utama tetap pada identitas dan karakter permainan PSIM Jogja.
“Kami akan bermain dengan karakter permainan PSIM sendiri,” ungkapnya.
Abiyoso menambahkan, Derbi Mataram memiliki makna khusus bagi seluruh elemen tim dan suporter. Rivalitas panjang antara PSIM Jogja dan Persis Solo menjadikan laga ini lebih dari sekadar pertandingan biasa.
Oleh karena itu, kemenangan menjadi target utama PSIM Jogja untuk bangkit, menjaga gengsi, dan mempersembahkan hasil terbaik bagi pendukung setia mereka.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemendikdasmen membuka Beasiswa BPI GTK 2026 bagi guru, calon guru, dan tenaga kependidikan. Simak syarat, jadwal pendaftaran, komponen bantuan, dan cara mendaf
Marselino Ferdinan sukses jalani operasi lutut di Spanyol usai cedera saat TC Timnas di Bali. Pemain 21 tahun itu harus absen 2 bulan. Ini pesannya untuk Erick
Geely Xingyuan menjadi mobil terlaris di China sepanjang Februari-Juli 2026, mengungguli Tesla Model Y dan BYD. Dominasi kendaraan listrik semakin kuat dengan p
Malaysia menjadi negara paling banyak dikunjungi wisatawan di Asia Tenggara pada 2025 dengan 42,2 juta kunjungan. Indonesia berada di posisi kelima dengan 15,4
Lionel Messi tulis surat haru untuk sang ayah, Jorge Messi, yang meninggal di usia 68 tahun. Ia pun ragu lanjutkan karier sepak bola. Simak selengkapnya
Tren Manhattan, Brooklyn, Queens, The Bronx, dan Staten Island versi Jogja viral di TikTok. Simak asal-usul lima borough New York dan pemetaannya di DIY.