Dewata Challenge 2026: Persib Uji Coba Lawan Sabah FC dan Bali United
Persib Bandung jalani TC di Bali dan ikuti Dewata Challenge Series 2026. Lawan Sabah FC (15/8) dan Bali United (18/8) di Stadion Dipta. Persiapan matangkan skua
Logo BRI Super League. - Ist
Harianjogja.com, JOGJA— Duel panas antara Arema FC dan Persebaya Surabaya pada pekan ke-30 Super League 2025/2026 diprediksi berlangsung sengit karena mempertemukan dua pendekatan taktik yang kontras. Laga yang digelar di Stadion Kanjuruhan ini bukan hanya soal tiga poin, tetapi juga gengsi dan pembuktian strategi.
Pelatih Marcos Santos mulai mengubah wajah permainan Arema FC menjadi lebih progresif dan berani. Setelah sebelumnya bermain disiplin saat menahan imbang Persib Bandung, Arema kini diarahkan tampil lebih agresif dengan transisi cepat dan serangan vertikal. Filosofi ini menekankan jarak antar lini yang rapat serta efektivitas dalam menembus pertahanan lawan.
“Kami ingin bermain lebih cepat dan lebih tajam saat menyerang. Identitas tim harus terlihat dari keberanian dan determinasi,” ujar Marcos Santos.
Namun, tantangan besar datang dari tangan dingin Bernardo Tavares di kubu Persebaya. Pelatih yang dikenal sukses bersama PSM Makassar ini mengusung pendekatan pragmatis: pertahanan solid, organisasi rapi, dan serangan balik cepat. Strategi tersebut terbukti efektif dalam berbagai laga penting.
Pertemuan ini menjadi benturan dua filosofi: progresif versus pragmatis. Arema akan berusaha mendominasi permainan dan menekan sejak awal, sementara Persebaya cenderung menunggu celah untuk melancarkan serangan balik mematikan.
Kunci laga terletak pada efektivitas lini tengah. Jika Arema mampu menjaga intensitas dan memecah blok pertahanan Persebaya, peluang menang terbuka lebar. Sebaliknya, kesalahan kecil dalam transisi bisa langsung dimanfaatkan Persebaya untuk mencuri gol.
Arema FC saat ini berada di papan tengah klasemen dengan 39 poin, posisi yang relatif aman namun tetap membutuhkan konsistensi. Bermain di kandang sendiri menjadi tekanan sekaligus keuntungan bagi tim Singo Edan untuk menunjukkan perkembangan taktik mereka.
Di sisi lain, Persebaya datang dengan motivasi tinggi untuk memperbaiki posisi dan menjaga gengsi dalam laga derby Jawa Timur. Atmosfer pertandingan dipastikan panas, baik di lapangan maupun di tribun.
Laga ini bukan sekadar soal hasil akhir, tetapi juga pembuktian apakah pendekatan baru Arema mampu mengalahkan efektivitas strategi Tavares.
Arema FC (4-3-3): Lucas Frigeri; Julian Guevara, Hansamu Yama, Rio Fahmi, Johan Alfarizi; Betinho Filho, Matheus Blade, Arkhan Fikri; Gustavo Almeida, Joel Vinicius, Gabriel Silva
Persebaya Surabaya (4-3-3): Andhika Ramadhani; Jefferson Silva, Risto Mitrevski, Arief Catur, Gustavo Fernandes; Francisco Rivera, Toni Firmansyah, Milos Raickovic; Gali Freitas, Mihailo Perovic, Malik Risaldi
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Persib Bandung jalani TC di Bali dan ikuti Dewata Challenge Series 2026. Lawan Sabah FC (15/8) dan Bali United (18/8) di Stadion Dipta. Persiapan matangkan skua
BMKG memprakirakan mayoritas wilayah di DIY cerah pada Kamis 13 Agustus 2026. Bantul berpotensi berawan, sementara Kota Jogja terpanas.
Kiper 16 tahun Athaullah Daib motoran dari Gunungkidul ke Jogja demi latihan PSIM setelah dipromosikan dari EPA U-16 ke tim senior.
Kulonprogo mendorong penanganan Jalan Dekso-Samigaluh dan Jembatan Duwet. Jalan ditargetkan masuk anggaran 2027, jembatan masih dikaji.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan dari Yogyakarta ke Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN meminta makanan MBG yang tidak layak tidak dikonsumsi dan segera dikembalikan ke SPPG untuk diperiksa dan diinvestigasi.