Dana Darurat Ideal Berapa? Ini Target untuk Lajang hingga Keluarga
Simak cara menghitung dana darurat ideal untuk lajang, pasangan menikah, dan keluarga, beserta pilihan tempat penyimpanan serta tips mengumpulkannya.
Matvey Safonov/Instagram
Harianjogja.com, JOGJA— Paris Saint-Germain (PSG) sukses mempertahankan gelar Liga Champions setelah mengalahkan Arsenal melalui adu penalti pada final Liga Champions 2026. Namun, di balik keberhasilan tersebut, performa kiper Matvey Safonov menjadi salah satu topik yang paling banyak dibicarakan.
Safonov menjalani pertandingan yang tidak mudah sejak menit-menit awal. Arsenal mampu membuka keunggulan ketika laga baru berjalan enam menit. Gol berawal dari sapuan yang gagal diantisipasi dengan baik oleh lini pertahanan PSG sehingga bola jatuh ke kaki Kai Havertz. Penyerang Arsenal itu kemudian melakukan penetrasi sebelum melepaskan tembakan yang berbuah gol.
Setelah unggul, Arsenal lebih banyak mengandalkan organisasi pertahanan dan menunggu peluang serangan balik. Situasi tersebut membuat PSG mendominasi penguasaan bola sepanjang pertandingan.
Data pertandingan menunjukkan PSG menguasai bola hingga 77 persen pada babak pertama. Dominasi itu membuat Safonov relatif jarang mendapat ancaman langsung dari lini serang Arsenal.
Dari total tujuh percobaan tembakan yang dilepaskan Arsenal sepanjang pertandingan, hanya satu yang mengarah tepat ke gawang dan berujung menjadi gol. Alhasil, Safonov menutup laga tanpa mencatatkan satu pun penyelamatan.
Kontribusi Safonov lebih banyak terlihat melalui antisipasi bola-bola silang dan sapuan di luar area penalti untuk membantu lini belakang PSG mengatasi tekanan lawan.
PSG kemudian berhasil menyamakan kedudukan melalui gol Ousmane Dembele sehingga pertandingan berlanjut hingga babak adu penalti.
Pada fase penentuan tersebut, performa Safonov kembali menjadi perhatian. Beberapa analisis pertandingan menyebut kiper berusia 27 tahun itu tidak banyak memberikan pengaruh langsung dalam adu penalti. Dua kegagalan eksekutor Arsenal terjadi akibat tendangan yang tidak mengarah ke gawang, yakni milik Eberechi Eze yang melebar dan Gabriel Magalhaes yang melambung di atas mistar.
Sementara itu, kiper Arsenal David Raya justru tercatat mampu menggagalkan satu tendangan penalti pemain PSG. Meski demikian, PSG tetap keluar sebagai pemenang dengan skor 4-3 pada babak adu penalti.
Terlepas dari sorotan terhadap performa individu Safonov, hasil tersebut menjadi pencapaian penting bagi PSG. Klub asal Prancis itu berhasil mempertahankan gelar Liga Champions secara beruntun dan mengukuhkan posisinya sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola Eropa.
Bagi Safonov, laga final ini tetap menjadi pengalaman berharga dalam kariernya. Meski statistik pribadi tidak terlalu menonjol, ia tetap menjadi bagian dari skuad yang berhasil membawa PSG kembali mengangkat trofi paling bergengsi di level klub Eropa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Simak cara menghitung dana darurat ideal untuk lajang, pasangan menikah, dan keluarga, beserta pilihan tempat penyimpanan serta tips mengumpulkannya.
Cek jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Selasa, 27 Oktober 2026. Tersedia 10 perjalanan dari Stasiun Tugu dan Kutoarjo.
Cek jadwal KA Bandara YIA 27 Oktober 2026, layanan reguler dan Xpress, waktu keberangkatan, kedatangan, serta durasi perjalanan.
Jadwal KRL Solo-Jogja 27 Oktober 2026 tersedia dalam 12 keberangkatan dari Palur. Cek jam kereta di setiap stasiun menuju Jogja.
TPST Donokerto di Sleman diverifikasi tim juri nasional setelah masuk enam besar seleksi penghargaan Hari Habitat Dunia berkat pengelolaan sampahnya.
Jadwal KRL Jogja-Solo 27 Oktober 2026 tersedia dalam 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif tiket Rp8.000.