Rupiah Menutup Hari di Rp17.890 Setelah Sempat Tertekan
Rupiah ditutup melemah ke Rp17.890 per dolar AS pada Kamis. Tekanan berkurang dibanding pembukaan di tengah sentimen BI dan konflik AS-Iran.
Trofi Piala Dunia - ist/FIFA
Harianjogja.com, JOGJA—Menjelang bergulirnya Piala Dunia 2026 pada 11 Juni mendatang, FIFA menghadapi persoalan baru yang berpotensi memicu sengketa hukum. Organisasi sepak bola dunia itu mendapat ancaman gugatan terkait kebijakan pelarangan penggunaan bendera Iran era pra-revolusi di lokasi pertandingan yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Kontroversi tersebut memicu protes dari organisasi Institute for Voices of Liberty, yang menilai kebijakan tersebut berpotensi melanggar hak kebebasan berekspresi. Polemik ini muncul ketika persiapan turnamen memasuki tahap akhir dan perhatian publik dunia mulai tertuju pada pesta sepak bola terbesar tersebut.
Masalah tersebut menambah daftar tantangan yang sedang dihadapi Timnas Iran menjelang tampil di Piala Dunia 2026. Hingga kini, Federasi Sepak Bola Iran atau FFIRI dikabarkan belum memperoleh kepastian terkait visa bagi para pemain yang akan berlaga di Amerika Utara.
Presiden FFIRI, Mehdi Taj, sebelumnya mengungkapkan bahwa proses pengurusan visa masih menjadi perhatian serius menjelang keberangkatan tim ke turnamen.
Situasi tersebut turut memengaruhi persiapan logistik Iran. Tim nasional negara tersebut disebut memutuskan untuk menjadikan Meksiko sebagai basis akomodasi selama turnamen, alih-alih menetap di Amerika Serikat.
Institute for Voices of Liberty memperingatkan bahwa langkah hukum dapat ditempuh apabila FIFA tetap mempertahankan kebijakan pelarangan simbol bendera Iran era pra-revolusi.
Organisasi tersebut menyatakan gugatan dapat diajukan ke pengadilan negara bagian California maupun ke pengadilan federal Amerika Serikat jika tidak ada perubahan kebijakan.
Ancaman gugatan ini menjadi persoalan tambahan bagi FIFA yang saat ini tengah fokus menyukseskan penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Turnamen tersebut akan menjadi edisi pertama yang diikuti 48 negara peserta dan digelar di tiga negara tuan rumah secara bersamaan.
Di tengah ketidakpastian tersebut, Timnas Iran tetap dijadwalkan tampil di Piala Dunia 2026. Namun, situasi politik yang berkembang di luar lapangan dinilai berpotensi memengaruhi atmosfer turnamen.
Sejumlah media internasional juga menyoroti berbagai komentar politik yang berkembang menjelang kompetisi, termasuk pernyataan dari Donald Trump yang disebut turut menambah tensi menjelang pelaksanaan turnamen.
Kini perhatian tertuju pada langkah FIFA dalam merespons polemik tersebut. Keputusan yang diambil dalam beberapa hari ke depan dinilai akan menentukan apakah kontroversi ini dapat diredam atau justru berkembang menjadi sengketa hukum yang lebih besar menjelang kick-off Piala Dunia 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Rupiah ditutup melemah ke Rp17.890 per dolar AS pada Kamis. Tekanan berkurang dibanding pembukaan di tengah sentimen BI dan konflik AS-Iran.
Orang bertubuh kurus juga dapat mengalami kolesterol tinggi. Dokter spesialis jantung mengungkap empat penyebabnya, mulai dari faktor genetik, pola makan, kuran
Prabowo menyiapkan penguatan total BNN melalui regulasi, teknologi, SDM, infrastruktur, dan anggaran untuk memperkuat pemberantasan narkoba.
Jembatan Perintis Garuda di Jatisarono memangkas akses petani hingga empat kilometer dan membuka konektivitas antarpadukuhan di Kulonprogo.
Cicilan pertama Kopdes Merah Putih ke Himbara jatuh tempo pada September 2026. Pemerintah menargetkan seluruh persyaratan rampung pada Agustus.
Presiden AS Donald Trump menggelontorkan dana US$5 miliar atau sekitar Rp81 triliun untuk memperluas Genesis Mission, program AI nasional yang mempercepat penem