Jepang Protes ke FIFA, Lapangan Latihan Piala Dunia 2026 Rusak

Jumali
Jumali Jum'at, 05 Juni 2026 09:57 WIB
Jepang Protes ke FIFA, Lapangan Latihan Piala Dunia 2026 Rusak

Trofi Piala Dunia - ist/FIFA

Harianjogja.com, JOGJA—Timnas Jepang melayangkan protes resmi kepada FIFA terkait kondisi lapangan latihan yang disediakan di Monterrey, Meksiko, menjelang Piala Dunia 2026.

Skuad asuhan Hajime Moriyasu tiba di Monterrey pada Selasa (2/6/2026) untuk memulai persiapan menghadapi turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut. Namun, sesi latihan yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu (3/6/2026) sore terpaksa dibatalkan karena kondisi lapangan dinilai tidak layak digunakan.

Berdasarkan sejumlah foto yang beredar di media sosial dan media Jepang, permukaan lapangan terlihat tidak rata dengan banyak tambalan pada beberapa bagian. Kondisi tersebut dinilai berpotensi meningkatkan risiko cedera pemain.

Federasi Sepak Bola Jepang (JFA) kemudian mengajukan keberatan kepada FIFA. Tim kepelatihan Jepang menilai fasilitas latihan yang disediakan belum memenuhi standar yang dibutuhkan untuk persiapan tim nasional.

Menanggapi keluhan tersebut, FIFA bergerak cepat dengan menyiapkan lokasi latihan alternatif. Untuk sesi latihan berikutnya, Jepang dijadwalkan menggunakan fasilitas milik klub Liga MX, CF Monterrey.

Lapangan tersebut dikenal sebagai salah satu fasilitas sepak bola utama di Monterrey dan rutin digunakan untuk pertandingan resmi.

FIFA juga dikabarkan akan melakukan evaluasi terhadap fasilitas latihan yang disediakan bagi seluruh peserta Piala Dunia 2026 guna memastikan kejadian serupa tidak terulang di lokasi lain.

Meski kehilangan satu sesi latihan, kubu Jepang berupaya tetap fokus menjalani persiapan. Gelandang Jepang, Daichi Kamada, menilai adaptasi terhadap kondisi lingkungan setempat tetap menjadi bagian penting dalam persiapan tim.

"Saat bergerak, Anda akan berkeringat, dan ini lingkungan yang sama sekali berbeda dari tempat Anda biasanya bermain, jadi saya pikir saya perlu membiasakan diri dengan baik," ujar Kamada dikutip dari Docomo.

Insiden tersebut turut menyoroti kesiapan fasilitas pendukung Piala Dunia 2026 yang akan digelar bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Monterrey menjadi salah satu kota tuan rumah di Meksiko bersama Mexico City dan Guadalajara. Karena itu, kualitas fasilitas latihan dan pendukung menjadi perhatian penting menjelang bergulirnya turnamen.

FIFA diharapkan dapat memastikan seluruh tim peserta memperoleh fasilitas yang sesuai standar agar persiapan menuju kompetisi berjalan optimal.

Timnas Jepang sendiri tetap menjadi salah satu kekuatan utama Asia yang diperkirakan mampu bersaing pada Piala Dunia 2026.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online