Marbot di Sleman Dapat Santunan BPJamsostek Rp42 Juta di Milad DMI
Milad ke-54 DMI Sleman diwarnai penyerahan santunan Rp42 juta kepada marbot. Program perlindungan ini hasil kolaborasi BPJamsostek, Baznas, BSI, dan Pemkab Slem
Gelandang tim nasional Paraguay Matias Galarza (kanan) berselebrasi bersama rekannya Andres Cuba seusai mencetak gol ke gawang Turki dalam laga lanjutan Grup D Piala Dunia 2026 di Stadion Levi's, Santa Clara, California, Amerika Serikat, Jumat (19/6/2026) waktu setempat. AFP/GETTY IMAGES/Stu Forster.
Harianjogja.com, JAKARTA — Paraguay menjaga asa lolos ke babak gugur Piala Dunia 2026 setelah meraih kemenangan krusial atas Turki dengan skor tipis 1-0 dalam lanjutan Grup D. Laga yang digelar di Stadion Levi’s, Santa Clara, California, Amerika Serikat, Sabtu WIB, berlangsung ketat dan penuh tensi sejak menit awal.
Gol cepat Matias Galarza pada menit kedua langsung mengubah jalannya pertandingan. Memanfaatkan celah di lini pertahanan Turki, Galarza melepaskan tembakan kaki kiri yang tak mampu diantisipasi kiper Ugurcan Cakir. Gol tersebut menjadi satu-satunya yang tercipta sepanjang laga.
Turki yang tertinggal mencoba bangkit dengan menguasai permainan dan meningkatkan intensitas serangan. Namun, solidnya lini belakang Paraguay membuat upaya Arda Guler dan rekan-rekan kerap menemui jalan buntu.
Petaka sempat menghampiri Paraguay menjelang akhir babak pertama. Miguel Almiron diganjar kartu merah langsung setelah wasit melakukan peninjauan melalui VAR. Almiron dinilai melakukan pelanggaran keras dalam situasi konfrontasi dengan Mert Muldur, sehingga Paraguay harus bermain dengan 10 orang sejak menit akhir babak pertama.
Unggul jumlah pemain di babak kedua, Turki semakin agresif menekan. Peluang demi peluang tercipta, termasuk sundulan Mert Muldur yang hampir menyamakan kedudukan. Namun bola hanya membentur mistar dan tiang gawang.
Selain itu, Arda Guler juga beberapa kali mengancam lewat tembakan jarak jauh dan skema bola mati. Meski mendominasi penguasaan bola, Turki gagal menembus disiplin pertahanan Paraguay yang tampil rapat dan terorganisir.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-0 tetap bertahan untuk kemenangan Paraguay.
Tambahan tiga poin ini membuat Paraguay kini mengoleksi tiga poin dari dua pertandingan di Grup D. Peluang mereka untuk melaju ke fase gugur masih terbuka lebar, tergantung hasil laga terakhir.
Sebaliknya, Turki berada dalam tekanan besar setelah menelan dua kekalahan beruntun tanpa meraih satu poin pun. Mereka wajib meraih kemenangan di laga terakhir sambil berharap hasil tim lain menguntungkan jika ingin tetap bersaing.
Kemenangan ini juga menunjukkan efektivitas Paraguay dalam memanfaatkan peluang, sekaligus ketangguhan mereka dalam bertahan di bawah tekanan, bahkan saat bermain dengan 10 pemain.
Susunan Pemain:
Turki (4-2-3-1):
Ugurcan Cakir; Mert Muldur, Merih Demiral, Abdülkerim Bardakci (Orkun Kokcu), Ferdi Kadioglu (Eren Elmali); Ismail Yuksek (Can Uzun), Hakan Calhanoglu; Yunus Akgun (Deniz Gul), Arda Guler, Kenan Yildiz; Kerem Akturkoglu (Baris Alper Yilmaz)
Paraguay (4-4-2):
Orlando Gill; Juan Caceres (Alexandro Maidana), Gustavo Gomez, Omar Alderete, Junior Alonso; Miguel Almiron, Andres Cubas, Matias Galarza (Jose Canale), Diego Gomez (Gustavo Velazquez); Julio Enciso (Gabriel Avalos), Isidro Pitta (Damian Bobadilla)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Milad ke-54 DMI Sleman diwarnai penyerahan santunan Rp42 juta kepada marbot. Program perlindungan ini hasil kolaborasi BPJamsostek, Baznas, BSI, dan Pemkab Slem
FK-KMK UGM menggelar PIONIR Morfogenesis 2026 dengan pendekatan humanis, tanpa perploncoan, untuk menyambut 553 mahasiswa baru.
Ceuta meminta pemerintah Spanyol memindahkan 1.100 anak migran tanpa pendamping setelah gelombang 72.000 migran membuat penampungan penuh.
Riset metabolit psoriasis kulit kepala dimulai di Jogja. Paragon dan Corpora Science menargetkan terapi yang lebih efektif bagi pasien Indonesia.
Menkum Supratman Andi Agtas menegaskan perekaman SPG GIIAS tanpa izin merupakan pelanggaran hukum dan berpotensi melanggar sejumlah undang-undang.
Hasto Kristiyanto menegaskan Hari ASI Sedunia menjadi gerakan membangun peradaban. PDIP juga menyoroti pentingnya ASI untuk mencegah stunting.