Rapat Darurat FIFA Digelar Kritik terhadap Infantino Kian Menguat
FIFA menggelar rapat darurat di Maroko setelah rencana komersialisasi Piala Dunia memicu kritik dari Arsene Wenger, UEFA, hingga Pangeran Ali Yordania.
Trofi Piala Dunia - ist/FIFA
Harianjogja.com, JOGJA—Laga panas akan tersaji di Stadion New York New Jersey, Selasa (23/6/2026) pukul 07.00 WIB, saat Norwegia national football team menghadapi Senegal national football team dalam lanjutan Grup I Piala Dunia 2026. Pertandingan ini mempertemukan dua tim dengan situasi berbeda: Norwegia di atas angin, sementara Senegal berada dalam tekanan besar.
Norwegia datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah kemenangan meyakinkan 4-1 atas Irak di laga pembuka. Hasil tersebut membuat tim asuhan Ståle Solbakken memuncaki klasemen sementara grup dan hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk memastikan langkah ke fase gugur.
Sorotan utama tetap tertuju pada Erling Haaland, yang tampil tajam dengan dua gol di laga pertama. Striker andalan Norwegia itu kini mencatatkan rangkaian gol dalam 11 pertandingan internasional beruntun, dan berpeluang memperpanjang rekor tersebut menjadi 12 laga jika kembali mencetak gol ke gawang Senegal.
Di lini tengah, peran Martin Odegaard menjadi kunci dalam mengatur ritme serangan, sementara Alexander Sørloth melengkapi kekuatan lini depan yang semakin tajam.
Senegal dalam situasi tertekan
Di sisi lain, Senegal national football team datang dengan beban berat setelah kekalahan 1-3 dari Prancis di laga sebelumnya. Hasil tersebut membuat mereka berada dalam posisi wajib menang jika ingin menjaga peluang lolos ke babak berikutnya.
Pelatih Pape Thiaw menegaskan bahwa timnya siap tampil habis-habisan untuk menjaga asa di turnamen. Namun, tantangan terbesar mereka adalah menghentikan Haaland tanpa membuka ruang bagi pemain Norwegia lainnya.
Nama-nama seperti Sadio Mané, Nicolas Jackson, dan Kalidou Koulibaly diharapkan menjadi tumpuan untuk mengimbangi kekuatan Norwegia, terutama di lini serang cepat.
Pertarungan taktik dan tekanan mental
Secara statistik, Norwegia menunjukkan produktivitas tinggi dengan 37 gol selama kualifikasi. Namun, lini belakang mereka masih menjadi titik lemah dengan minimnya clean sheet dalam beberapa laga terakhir.
Sebaliknya, Senegal memiliki pengalaman dan kualitas individu, tetapi menghadapi masalah konsistensi pertahanan. Rekor kebobolan dalam beberapa laga Piala Dunia menjadi catatan yang perlu segera diperbaiki.
Pertandingan ini tidak hanya soal taktik, tetapi juga soal mentalitas. Norwegia membawa momentum, sementara Senegal bertarung untuk bertahan hidup di turnamen.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
FIFA menggelar rapat darurat di Maroko setelah rencana komersialisasi Piala Dunia memicu kritik dari Arsene Wenger, UEFA, hingga Pangeran Ali Yordania.
Tekanan angin ban yang terlalu rendah atau terlalu tinggi dapat membuat mobil boros BBM dan meningkatkan risiko kecelakaan. Simak tekanan ban ideal dan manfaat
Mitchell Baker dan Wing Naing Tun sama-sama 4 gol di puncak top skor Piala AFF 2026. Paulo Josue, Than Paing, dan Nguyen Dinh Bac menyusul dengan 3 gol.
Nokia 1100 masih menjadi ponsel terlaris sepanjang sejarah dengan penjualan 250 juta unit. Simak daftar 20 ponsel paling laris di dunia versi Visual Capitalist.
Pembangunan Tol Jogja-Solo mencapai 98%. Jasa Marga menambah akses exit Tol Purwomartani menuju Bokoharjo yang ditargetkan fungsional saat Lebaran 2027.
CDC menyelidiki wabah salmonella terkait cabai jalapeno yang menyebabkan 345 orang sakit di 27 negara bagian AS dan 36 dirawat di rumah sakit.