Hong Myung-bo Mundur usai Korea Selatan Gagal di Piala Dunia 2026

Newswire
Newswire Senin, 29 Juni 2026 06:17 WIB
Hong Myung-bo Mundur usai Korea Selatan Gagal di Piala Dunia 2026

Hong Myung-bo resmi mengundurkan diri sebagai pelatih Korea Selatan setelah Taeguk Warriors gagal lolos ke babak 32 besar Piala Dunia 2026. /Antara.

Harianjogja.com, JOGJA— Pelatih Timnas Korea Selatan, Hong Myung-bo, resmi mengundurkan diri dari jabatannya setelah Taeguk Warriors dipastikan gagal melaju ke babak 32 besar Piala Dunia 2026. Keputusan tersebut diumumkan pada Minggu (28/6), sehari setelah peluang Korea Selatan untuk lolos ke fase gugur resmi tertutup.

Dalam pernyataannya yang dikutip dari Yonhap News Agency, Hong Myung-bo terlebih dahulu menyampaikan permohonan maaf kepada para pendukung sepak bola Korea Selatan sebelum mengumumkan pengunduran dirinya.

"Pertama-tama, saya ingin menyampaikan permintaan maaf yang tulus kepada para penggemar dan pendukung sepak bola Korea Selatan. Hari ini saya mengundurkan diri dari tim nasional sepak bola," kata Hong Myung-bo.

Pelatih berusia 57 tahun tersebut tengah menjalani periode keduanya menangani Timnas Korea Selatan. Namun, ia kembali gagal membawa Taeguk Warriors melangkah jauh di Piala Dunia, mengulang hasil mengecewakan yang juga dialaminya pada edisi 2014.

"Selama dua tahun terakhir saya selalu mengajukan pertanyaan yang sama setiap kali harus mengambil keputusan penting, memilih pemain, atau mempersiapkan sesi latihan dan pertandingan: apakah ini pilihan yang tepat untuk sepak bola Korea?" ujar Hong.

Korea Selatan sebenarnya lebih diunggulkan untuk lolos dari Grup A yang dihuni tuan rumah Meksiko, Afrika Selatan, dan Republik Ceko. Namun, Son Heung-min dan rekan-rekannya justru harus mengakui keunggulan Afrika Selatan dan Meksiko dengan skor identik 0-1.

Satu-satunya kemenangan Korea Selatan diraih saat menundukkan Republik Ceko dengan skor 2-1. Hasil tersebut membuat mereka hanya mengumpulkan tiga poin dan sempat berharap melaju ke babak 32 besar melalui jalur delapan tim peringkat ketiga terbaik.

Peluang tersebut akhirnya sirna setelah hasil pertandingan di grup lain tidak menguntungkan Korea Selatan. Sehari setelah kepastian gagal lolos, Hong Myung-bo memilih mengambil tanggung jawab atas pencapaian tim dengan mengakhiri masa jabatannya sebagai pelatih Timnas Korea Selatan.

​Hong Myung-bo (lahir 12 Februari 1969) adalah salah satu figur paling ikonik dalam sejarah sepak bola Asia. Semasa aktif bermain sebagai sweeper atau bek tengah, ia dikenal dengan julukan "The Eternal Libero" karena visi bermainnya yang luas, ketenangan, serta kemampuan operan jarak jauh yang akurat dari lini belakang.

Hong mengukir sejarah besar sebagai pemain Asia pertama yang mampu tampil di empat putaran final Piala Dunia secara berturut-turut (1990–2002). Puncak kejayaannya sebagai kapten tim terjadi saat membawa Ksatria Taeguk menembus semifinal Piala Dunia 2002, di mana ia dianugerahi penghargaan Bronze Ball dan masuk dalam daftar FIFA 100 pilihan Pelé.

​Setelah gantung sepatu, Hong Myung-bo beralih ke dunia kepelatihan dan sempat membawa timnas Korea Selatan U-23 meraih medali perunggu di Olimpiade London 2012. Ia tercatat dua kali menduduki kursi pelatih kepala tim nasional senior Korea Selatan, yaitu pada periode 2013–2014 dan kembali ditunjuk pada Juli 2024.

Gaya kepelatihannya yang sering kali mengandalkan formasi 4-2-3-1 mengutamakan keseimbangan organisasi pertahanan dan transisi yang rapi. Namun, perjalanan karier kepelatihannya di timnas senior dipenuhi tekanan besar dari publik dan pemerintah setempat, terutama setelah evaluasi performa di turnamen-turnamen mayor seperti Piala Dunia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online