Justin Kluivert Gagal Penalti, Warganet Indonesia Ramai Berkomentar
Justin Kluivert gagal penalti saat Belanda kalah dari Maroko di Piala Dunia 2026, memicu reaksi ramai warganet Indonesia di media sosial.
Unggahan Neymar/X
Harianjogja.com, JOGJA—Kegagalan Belanda di Piala Dunia 2026 tidak hanya menimbulkan kekecewaan bagi pendukung De Oranje, tetapi juga menyeret perhatian publik pada prediksi kontroversial ekonom Jerman Joachim Klement yang dinilai meleset jauh dari kenyataan.
Kondisi ini semakin ramai diperbincangkan setelah Brasil justru tampil solid dan melaju ke babak berikutnya, bertolak belakang dengan prediksi yang sebelumnya beredar.
Sorotan utama datang dari respons megabintang Brasil, Neymar, yang melontarkan sindiran melalui akun X pribadinya. Ia menanggapi langsung prediksi Klement yang sebelumnya menyebut Brasil akan tersingkir lebih awal dan Belanda berpotensi menjadi juara dunia.
"Pak Joachim Klement… silakan coba lagi di Piala Dunia berikutnya," tulis Neymar dalam cuitannya yang bernada sarkastik, merespons ramalan sang ekonom yang selama ini dikenal cukup akurat dalam beberapa turnamen sebelumnya.
Sr. Joachim klement … favor tentar na próxima copa
— Neymar Jr (@neymarjr) June 29, 2026
Klement sebelumnya menyatakan, "Brasil adalah tim paling sukses di dunia dalam sejarah, tetapi generasi pemain saat ini tidak dalam performa terbaiknya." Ia bahkan memperkirakan bahwa Japan national football team akan mengalahkan Brasil di babak 32 besar—prediksi yang tidak terbukti setelah Brasil justru menang 2-1 dan melaju ke babak 16 besar.
Kegagalan prediksi tersebut semakin menjadi sorotan publik karena Klement sebelumnya tercatat cukup akurat dalam menebak hasil tiga edisi Piala Dunia terakhir. Namun pada edisi 2026, dua prediksi utamanya—terkait Brasil dan Belanda—sama-sama meleset, sehingga memicu diskusi luas di media sosial dan ruang publik sepak bola global.
Di sisi lain, kekalahan Belanda dari Maroko menjadi salah satu kejutan besar turnamen. Singa Atlas tersebut berhasil menyingkirkan De Oranje melalui drama adu penalti setelah pertandingan berakhir imbang 1-1 hingga waktu normal dan perpanjangan waktu. Belanda yang sempat unggul hingga menit akhir harus kehilangan momentum setelah kebobolan di masa injury time.
Gol penyeimbang yang memaksa laga berlanjut ke babak tambahan membuat Belanda kembali gagal di fase krusial, sebelum akhirnya tersingkir lewat adu penalti. Hasil ini menjadikan mereka salah satu tim yang lebih cepat pulang dari turnamen, sekaligus menambah daftar kejutan di Piala Dunia 2026.
Pelatih Brasil, Carlo Ancelotti, juga menegaskan bahwa Neymar tetap menjadi bagian penting dalam skema tim meski tidak selalu dimainkan penuh. Ia menyebut keputusan rotasi dilakukan demi menjaga struktur permainan tim.
"Keberhasilan Brasil melaju ke fase berikutnya membuat prediksi Klement tentang kejatuhan mereka semakin dipertanyakan, sementara Neymar tetap menjadi figur sentral baik di dalam maupun luar lapangan," demikian dinamika yang mewarnai babak knockout turnamen ini.
Kini, Brasil melangkah ke babak 16 besar dengan kepercayaan diri tinggi, sementara Neymar kembali menjadi sorotan bukan hanya karena performa timnya, tetapi juga karena responsnya yang viral terhadap prediksi yang keliru tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Justin Kluivert gagal penalti saat Belanda kalah dari Maroko di Piala Dunia 2026, memicu reaksi ramai warganet Indonesia di media sosial.
Eks pegawai bank di Banyumas jadi tersangka pemalsuan surat dan penipuan Rp25 miliar, korban lebih dari 100 orang.
Nadiem ajukan banding atas vonis 10 tahun kasus Chromebook, bantah terima Rp809 miliar dan singgung kriminalisasi.
Mobil listrik dan mobil mewah beralih ke kabel aluminium menggantikan tembaga karena harga dan efisiensi.
Pasar saham China anjlok 15 persen sepanjang 2026 akibat euforia AI yang meredup. Tencent dan Alibaba turun 29 persen. Cek penyebab dan dampaknya di sini.
Cyberdeck jadi tren Gen Z: komputer rakitan DIY berbasis Raspberry Pi sebagai bentuk ekspresi diri dan teknologi anti seragam.