WhatsApp Uji Fitur Pesan Terjadwal di iPhone, Begini Caranya
WhatsApp menguji fitur pesan terjadwal di iPhone. Simak cara menggunakannya, batas waktu pengiriman, dan kapan tersedia untuk semua pengguna.
Instagram: Sefutbol
Harianjogja.com, JOGJA— Final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina bukan sekadar pertaruhan gelar juara dunia. Ini adalah duel emosional antara dua pelatih yang terikat hubungan istimewa: guru dan murid.
Luis de la Fuente, arsitek Spanyol berusia 65 tahun, akan berhadapan dengan Lionel Scaloni, pelatih Argentina yang baru genap 48 tahun, dalam laga yang dijadwalkan bergulir di Stadion New York-New Jersey pada Minggu (19/7/2026) malam WIB . Di balik dua kursi taktis di pinggir lapangan, tersimpan kisah panjang tentang bagaimana De la Fuente pernah menjadi instruktur bagi Scaloni saat mengambil lisensi kepelatihan di Spanyol .
Kisah ini bermula pada November 2017. Scaloni, yang saat itu menjadi asisten pelatih Sevilla, memutuskan untuk mengambil lisensi UEFA Pro di La Ciudad del Futbal, Las Rozas, Madrid . Ia tidak sendiri. Bersama dengan mantan pemain Argentina lainnya seperti Javier Saviola dan Fernando Redondo, Scaloni mengikuti kursus yang diajarkan oleh instruktur dari Federasi Sepak Bola Kerajaan Spanyol (RFEF) . Salah satu instruktur paling senior di antara mereka adalah Luis de la Fuente, yang saat itu menangani tim nasional Spanyol U-19.
"Dia adalah profesor saya, Luis de la Fuente, di kursus kepelatihan," kenang Scaloni menjelang laga semifinal, dikutip dari CBS Sports .
Scaloni bahkan mengakui bahwa De la Fuente telah banyak membantunya.
"Dia [Luis de la Fuente] banyak membantu kami. Dia orang yang hebat. Saya telah beberapa kali berbicara dengannya dan saya mendoakan yang terbaik untuknya," ucap pelatih Argentina yang juga memiliki ikatan emosional dengan Spanyol karena istrinya, Elisa Montero, adalah orang Spanyol .
De la Fuente sendiri mengaku bangga dan berbahagia melihat mantan muridnya kini menjelma menjadi pelatih elite yang memimpin Argentina, juara bertahan Piala Dunia.
"Saya cukup beruntung bisa mengajar berbagai kursus kepelatihan. Bintang-bintang sepak bola yang sekarang ingin menjadi pelatih, dan saya beruntung bisa melatih Lionel Scaloni di antara mereka," kata De la Fuente .
Ia melanjutkan, "Kami memiliki hubungan yang luar biasa. Dia adalah juara dunia. Tentu, dia cukup dipertanyakan pada awalnya karena dia datang dengan sedikit pengalaman." Hubungan mereka, meski tidak bisa dibilang sangat akrab, tetap terjalin dengan saling menghormati.
Pertemuan di final ini menjadi momen puncak dari perjalanan dua pelatih yang sangat berbeda. De la Fuente adalah pelatih veteran yang telah membangun kariernya selama puluhan tahun di sistem kepelatihan Spanyol, sementara Scaloni adalah mantan pemain yang naik pangkat secara cepat setelah mengambil alih timnas Argentina pada 2018.
Scaloni, yang menghabiskan karier bermain di klub-klub Spanyol seperti Deportivo La Coruna, Racing Santander, dan Real Mallorca, kini akan mencoba mengalahkan gurunya di panggung terbesar sepak bola dunia . Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah Piala Dunia terjadi duel guru-murid di partai final, menjadikan laga ini tidak hanya menarik dari segi taktik, tetapi juga dari sisi narasi kemanusiaan .
Apa pun hasilnya, Scaloni dan De la Fuente telah menorehkan prestasi yang membanggakan. Keduanya berhasil membawa tim masing-masing ke final Piala Dunia yang digelar di Amerika Serikat pada tahun 2026 ini. Bagi Scaloni, kemenangan akan menjadi pembuktian bahwa sang murid telah melampaui gurunya.
Sementara bagi De la Fuente, kemenangan akan menjadi mahkota dari karier panjangnya sebagai pelatih sekaligus bukti bahwa ilmu yang ia ajarkan telah membuahkan hasil yang luar biasa. Pertandingan ini akan menjadi salah satu momen paling berkesan dalam sejarah sepak bola modern.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WhatsApp menguji fitur pesan terjadwal di iPhone. Simak cara menggunakannya, batas waktu pengiriman, dan kapan tersedia untuk semua pengguna.
Pemkab Temanggung mengalokasikan Rp6,9 miliar untuk pembangunan jaringan irigasi air tanah di empat lokasi yang ditargetkan rampung akhir 2026.
Sultan HB X mengingatkan Karang Taruna agar mengutamakan dampak nyata bagi warga melalui inovasi sosial, pemberdayaan, dan kolaborasi.
Simak simulasi UMK Jawa Tengah 2027 jika naik 9,5%. UMK Kota Semarang diproyeksikan mencapai Rp4,05 juta, disusul Demak dan Kendal.
Cek jadwal SIM Gunungkidul Sabtu, 24 Oktober 2026, di Toserba Sambipitu, lengkap dengan lokasi layanan lain dan syarat perpanjangan SIM.
Veda Ega Pratama mencetak sejarah sebagai pembalap Indonesia pertama yang meraih pole position Grand Prix setelah tercepat di kualifikasi Moto3 Australia 2026.