Argentina ke Final, Messi Sebut Maradona yang Terhebat

Jumali
Jumali Jum'at, 17 Juli 2026 12:47 WIB
Argentina ke Final, Messi Sebut Maradona yang Terhebat

Lionel Messi/ AFP Photo

Harianjogja.com, JOGJA—Lionel Messi kembali menjadi pusat perhatian dunia sepak bola setelah membawa Argentina melangkah ke final Piala Dunia 2026. Namun, kali ini sorotan tidak hanya tertuju pada kontribusinya di lapangan, melainkan juga pada penghormatan emosional yang ia tujukan kepada mendiang Diego Maradona usai kemenangan atas Inggris.

Argentina memastikan tempat di partai puncak setelah menundukkan Inggris dengan skor 2-1 dalam semifinal yang berlangsung di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, Kamis (16/7/2026) dini hari WIB. Hasil ini membuat La Albiceleste berpeluang mempertahankan gelar juara dunia yang mereka raih pada edisi 2022.

Messi memainkan peran sentral dalam keberhasilan tersebut. Pemain berusia 39 tahun itu menyumbang dua assist yang berujung gol bagi Enzo Fernandez dan Lautaro Martinez. Kontribusi tersebut kembali menunjukkan bahwa dirinya masih menjadi motor permainan Argentina meski telah memasuki fase akhir karier profesional.

Meski menjadi salah satu aktor utama kemenangan, Messi justru memilih berbicara tentang sosok yang selama ini menjadi inspirasi bagi sepak bola Argentina, yakni Diego Maradona.

Dalam wawancara seusai pertandingan, Messi mengaku tidak pernah ingin membandingkan dirinya dengan legenda yang membawa Argentina juara dunia pada 1986 tersebut.

“Diego benar-benar sosok yang luar biasa. Saya tidak pernah ingin membandingkan diri dengannya. Bagi saya, dia adalah yang terhebat sepanjang masa,” kata Messi, dikutip dari ESPN.

Pernyataan itu menjadi momen yang menyentuh bagi publik Argentina. Maradona bukan hanya legenda sepak bola, tetapi juga simbol kebanggaan nasional yang hingga kini masih dikenang jutaan penggemar.

Messi juga mengenang kedekatannya dengan Maradona saat Piala Dunia 2010. Kala itu, Maradona dipercaya menangani tim nasional Argentina dan menjalin hubungan yang cukup dekat dengan Messi.

Menurut kapten La Albiceleste tersebut, banyak diskusi tentang strategi pertandingan maupun lawan yang mereka lakukan selama turnamen berlangsung.

Kemenangan atas Inggris semakin memperkuat nilai emosional pertandingan tersebut. Rivalitas Argentina dan Inggris memiliki sejarah panjang yang melampaui sepak bola, terutama sejak perempat final Piala Dunia 1986 ketika Maradona mencetak gol legendaris “Hand of God” dan “Gol Abad Ini”.

Messi mengakui atmosfer pertandingan melawan Inggris selalu terasa berbeda dibandingkan laga lainnya.

“Meski hanya sebuah pertandingan, kami merasakan sesuatu yang istimewa sejak lagu kebangsaan dikumandangkan. Para suporter menginginkan kemenangan ini lebih dari pertandingan lainnya karena arti menghadapi Inggris pada semifinal dan kembali lolos ke final Piala Dunia secara beruntun,” ujarnya.

Selain membawa Argentina ke final, performa Messi di turnamen kali ini juga mempertegas statusnya sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang sejarah sepak bola.

Tambahan dua assist saat menghadapi Inggris membuatnya tercatat sebagai pemilik assist terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia dengan total 13 assist. Ia juga disebut telah mengoleksi 21 gol dalam berbagai penampilannya di ajang empat tahunan tersebut.

Messi mengungkapkan bahwa penampilannya di Piala Dunia 2026 bukan sesuatu yang terjadi secara kebetulan. Ia mengaku telah mempersiapkan diri secara khusus selama setahun terakhir agar tetap mampu bersaing di level tertinggi.

“Saya sudah mempersiapkan diri dan berlatih selama satu tahun. Saya tahu harus memberikan segalanya agar berada dalam kondisi terbaik. Saat ini saya hanya ingin menikmati semuanya,” katanya.

Di partai final, Argentina akan menghadapi Spanyol yang sebelumnya menyingkirkan Prancis di semifinal. Duel ini memiliki cerita tersendiri karena sejumlah pemain inti La Roja merupakan produk Barcelona, klub yang membesarkan nama Messi selama lebih dari dua dekade.

Sebanyak delapan pemain dalam skuad Spanyol saat ini memiliki keterkaitan dengan Barcelona, sehingga laga final diprediksi menghadirkan nuansa emosional tambahan bagi Messi.

Meski mengakui kualitas Spanyol sangat tinggi, Messi tetap optimistis Argentina mampu mempertahankan mahkota juara dunia.

Bagi sang kapten, laga final nanti bukan sekadar perebutan trofi. Pertandingan itu juga menjadi kesempatan untuk melanjutkan warisan besar sepak bola Argentina yang pernah dibangun Maradona dan kini diteruskan oleh generasi Messi.

Jika berhasil mengangkat trofi untuk kedua kalinya secara beruntun, Messi bukan hanya menambah koleksi prestasi pribadi, tetapi juga mempersembahkan penghormatan paling sempurna bagi legenda yang selama ini menjadi inspirasi jutaan rakyat Argentina.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online