Nobar Piala Dunia 2026 TNI AD Jangkau 1,13 Juta Penonton

Sunartono
Sunartono Jum'at, 17 Juli 2026 13:32 WIB
Nobar Piala Dunia 2026 TNI AD Jangkau 1,13 Juta Penonton

Program Nobar Kebangsaan Piala Dunia 2026 TVRI dan TNI AD menjangkau 1,13 juta penonton di 25.912 titik serta mendorong ekonomi daerah. /Istimewa.

Harianjogja.com, JAKARTA— Program Nobar Kebangsaan Piala Dunia 2026 hasil kolaborasi Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) dan Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI mencatat partisipasi besar dari masyarakat. Selama periode 10-16 Juli 2026, kegiatan tersebut digelar di 25.912 titik di berbagai wilayah Indonesia dengan total 1.133.184 penonton.

Program nonton bareng ini tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga dinilai memberi dampak terhadap pergerakan ekonomi daerah melalui meningkatnya aktivitas pelaku usaha, termasuk UMKM.

Digelar di Puluhan Ribu Titik

Berdasarkan data pelaksanaan yang dihimpun, Nobar Kebangsaan Piala Dunia 2026 berlangsung di seluruh komando kewilayahan jajaran TNI AD.

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengatakan keterlibatan TNI AD merupakan bentuk dukungan terhadap penyiaran Piala Dunia 2026 yang hak siarnya dipegang TVRI, sekaligus menjalankan arahan Presiden agar masyarakat dapat menikmati hiburan yang merata.

“Kami dari TNI Angkatan Darat dengan senang hati dan bersyukur dapat mendukung penyiaran Piala Dunia sepak bola melalui TVRI sesuai keinginan Presiden untuk menghibur masyarakat, khususnya pecinta sepak bola, sekaligus memberikan dampak positif terhadap peningkatan perekonomian,” ujar Maruli di Jakarta.

Kolaborasi Perluas Jangkauan Siaran

Direktur Utama TVRI Fiki Satari mengapresiasi sinergi dengan TNI AD yang dinilai mampu memperluas akses masyarakat terhadap siaran resmi Piala Dunia 2026 hingga ke berbagai daerah, termasuk wilayah perbatasan dan pulau-pulau terluar.

Menurut Fiki, kolaborasi tersebut menjadi bukti bahwa manfaat penyelenggaraan Piala Dunia dapat dirasakan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.

“TVRI menyambut baik berbagai bentuk kolaborasi dan kajian yang lahir selama penyelenggaraan Piala Dunia. Hal ini menjadi bukti bahwa manfaat Piala Dunia benar-benar dirasakan masyarakat hingga ke pulau-pulau terluar Indonesia,” tutur Fiki.

Ia menjelaskan, program Nobar Kebangsaan berawal dari diskusi antara KSAD dan jajaran Direksi TVRI saat kegiatan olahraga bersama di Markas Besar TNI AD (Mabesad), Jakarta, pada Jumat (3/7/2026).

KADIN Proyeksikan Perputaran Uang Rp5,03 Triliun

Selain menghadirkan hiburan, kegiatan nobar juga diperkirakan memberikan kontribusi terhadap perekonomian nasional.

Berdasarkan kajian Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, penyelenggaraan Piala Dunia 2026 diproyeksikan menghasilkan perputaran uang sebesar Rp5,03 triliun.

Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia Bidang Pemberdayaan Ekonomi Daerah, Kukrit Suryo Wicaksono, mengatakan turnamen sepak bola tersebut membuka peluang ekonomi bagi berbagai sektor usaha.

“Piala Dunia 2026 tidak hanya memberikan manfaat bagi perusahaan besar dan pemilik merek nasional, tetapi juga menghadirkan peluang ekonomi bagi hotel, restoran, kafe, pedagang makanan, pelaku industri kreatif, penyedia jasa, hingga UMKM di berbagai daerah,” ungkap Kukrit.

KADIN merinci proyeksi perputaran ekonomi tersebut berasal dari beberapa sektor, yakni promosi iklan on-air sebesar Rp1,76 triliun, promosi off-air Rp850 miliar, serta sektor hotel, restoran, dan kafe (horeka) yang diperkirakan mencapai Rp2,4 triliun.

Selain itu, peningkatan permintaan televisi, proyektor, set-top box, hingga perangkat audio untuk kegiatan nonton bareng juga disebut menciptakan efek ganda terhadap perekonomian.

Survei Tunjukkan Tingkat Kepuasan Penonton Tinggi

Dampak ekonomi tersebut diperkuat hasil survei Lokadata terhadap 1.176 responden di 10 wilayah Indonesia pada periode 7-13 Juli 2026.

Survei mencatat rata-rata pengeluaran penonton saat menghadiri acara nobar mencapai Rp51.000 per orang. Pengeluaran tersebut digunakan untuk membeli makanan ringan, minuman, pulsa atau paket internet, hingga perlengkapan nonton bareng yang turut meningkatkan omzet pedagang kecil.

Hasil survei juga menunjukkan 79,9 persen responden menyatakan puas terhadap kualitas siaran TVRI, sedangkan 73 persen mengaku bangga karena TVRI menjadi pemegang lisensi resmi penyiaran Piala Dunia 2026 di Indonesia.

Fiki menilai hasil survei tersebut menjadi evaluasi sekaligus motivasi bagi TVRI untuk terus meningkatkan kualitas layanan penyiaran kepada masyarakat.

Festival Rakyat Bola Gembira Digelar 19 Juli

Sebagai penutup rangkaian penyelenggaraan Piala Dunia 2026, TVRI bersama TNI AD akan menggelar Festival Rakyat Bola Gembira di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, pada 19 Juli 2026.

Acara yang terbuka gratis untuk masyarakat itu akan menghadirkan siaran langsung pertandingan final Piala Dunia, panggung hiburan musik dengan sejumlah artis, serta bazar yang melibatkan puluhan pelaku UMKM lokal untuk mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online