Truth Social Jual Akses Cepat Unggahan Trump Rp1,7 Miliar
Trump Media menawarkan akses lebih cepat ke unggahan Donald Trump di Truth Social dengan tarif Rp1,7 miliar per bulan. Skema ini memicu kritik soal.
Timnas Argentina./FIFA
Harianjogja.com, JOGJA— Sebuah kejutan diplomatik terjadi di tengah gemerlap Piala Dunia 2026. Gedung Putih secara mengejutkan memberikan pembelaan terhadap hak kebebasan berbicara para pemain timnas Argentina, setelah skuad Albiceleste memicu kontroversi dengan membentangkan spanduk berisi klaim teritorial atas Kepulauan Falkland (Malvinas) saat merayakan kemenangan mereka atas timnas Inggris di semifinal.
Langkah ini tidak hanya memicu ketegangan diplomatik antara London dan Buenos Aires, tetapi juga menyeret Washington ke dalam pusaran sengketa yang telah berlangsung lebih dari empat dekade.
Bagi Anda yang mengikuti perkembangan politik global dan olahraga, insiden ini menjadi contoh sempurna bagaimana sepak bola bisa menjadi panggung bagi pernyataan politik yang memicu dampak luas.
Para pemain Argentina memamerkan spanduk bertuliskan "Las Malvinas son Argentinas" (Falkland adalah milik Argentina) setelah pertandingan semifinal, Kamis (16/7) dini hari WIB. Aksi ini membuat Argentina terancam sanksi disiplin dari FIFA karena dianggap melanggar aturan terkait pernyataan politik dalam sepak bola—sebuah aturan yang selama ini dijaga ketat oleh badan sepak bola dunia.
Andrew Giuliani, kepala gugus tugas FIFA dari Gedung Putih, menyatakan pada Jumat (17/7/2026) bahwa tim Argentina memiliki kesempatan dan kemampuan untuk menyampaikan pernyataan tersebut selama berada di Amerika Serikat. Giuliani merujuk pada perlindungan kebebasan berbicara yang dijamin oleh Amandemen Pertama Konstitusi AS.
"Kami percaya pada hak-hak Amandemen Pertama kami di sini, di Amerika Serikat," ujar Giuliani dikutip BBC. Pernyataan ini diprediksi akan semakin memperkeruh perselisihan diplomatik yang melibatkan London, Buenos Aires, dan kini Washington.
Langkah Gedung Putih ini mengejutkan banyak pihak karena Amerika Serikat secara tradisional memiliki hubungan dekat dengan Inggris. Namun, dengan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2026 bersama Kanada dan Meksiko, AS mungkin ingin menunjukkan komitmennya terhadap kebebasan berekspresi sebagai nilai fundamental negara tersebut. Meskipun demikian, pernyataan ini juga berpotensi mengganggu hubungan diplomatik dengan sekutu dekatnya.
Sementara, Pemerintah Inggris, melalui Downing Street, bereaksi cepat dengan mendukung desakan agar FIFA melakukan investigasi menyeluruh. Juru bicara resmi Perdana Menteri Inggris menegaskan posisi teguh mereka terhadap wilayah tersebut.
"Piala Dunia mungkin bukan milik kami, tetapi Kepulauan Falkland sudah pasti milik kami. Komitmen kami terhadap Falkland tidak akan pernah goyah," tegas juru bicara tersebut. Pihak Downing Street No. 10 menambahkan bahwa tindakan disipliner sepenuhnya berada di tangan FIFA, namun mereka sepakat dengan Sekretaris Bisnis Peter Kyle bahwa badan pengatur sepak bola dunia itu harus bertindak.
Pemerintah Kepulauan Falkland juga menyatakan kekecewaannya. Dalam sebuah pernyataan resmi, mereka berharap FIFA menjatuhkan sanksi sesuai aturan yang berlaku. "Kami tidak ingin melihat politik dibawa ke dalam olahraga, atau menjadikan penduduk kepulauan ini sebagai bola politik dalam setiap percakapan antara Inggris dan Argentina," tulis pernyataan tersebut. Sikap ini mencerminkan kekhawatiran bahwa sengketa yang sudah berlangsung lama akan kembali memanas dan mengorbankan penduduk setempat yang hanya ingin hidup damai.
Konteks Sejarah dan Ketegangan yang Meningkat
Sengketa kedaulatan atas Kepulauan Falkland telah berlangsung lama dan sempat memicu perang singkat namun berdarah pada tahun 1982. Konflik 74 hari itu menewaskan 255 personel militer Inggris, 649 tentara Argentina, dan tiga penduduk pulau. Meskipun perang telah berakhir, sentimen nasionalisme di Argentina tetap tinggi, terutama terkait isu ini.
Data Referendum 2013 menunjukkan bahwa dari total 1.517 suara, sebanyak 1.513 suara mendukung tetap bersama Inggris, sementara hanya 3 suara yang menolak, dengan tingkat partisipasi lebih dari 90%. Angka ini menunjukkan bahwa mayoritas besar penduduk Falkland memilih untuk tetap menjadi bagian dari Inggris. Namun, di Argentina, narasi kedaulatan atas Malvinas tetap menjadi isu sentimen nasional yang kuat.
Wakil Presiden Argentina, Victoria Villarruel, mengunggah video di media sosial X yang menunjukkan tentara Argentina dengan narasi bahwa Falkland ada dalam "darah dan hati" mereka. Sebelumnya, para pemain Argentina juga dilaporkan menyanyikan yel-yel terkait Falkland setelah kemenangan dramatis 3-2 atas Mesir di babak 16 besar. Hal ini menunjukkan bahwa isu ini bukan sekadar aksi spontan di lapangan, tetapi bagian dari narasi patriotik yang lebih besar di Argentina.
FIFA di Persimpangan Jalan
Kini, perhatian tertuju pada FIFA untuk melihat apakah mereka akan menegakkan aturan ketat mengenai pesan politik di lapangan hijau atau melunak di bawah tekanan narasi kebebasan berbicara yang didorong oleh pihak tuan rumah. Aturan FIFA secara tegas melarang pernyataan politik dalam sepak bola, dan sanksi biasanya berupa denda atau larangan pertandingan. Namun, dengan adanya pembelaan dari Gedung Putih, FIFA mungkin berada dalam posisi sulit karena harus memilih antara menegakkan aturan atau menghormati nilai kebebasan berekspresi yang dijunjung oleh negara tuan rumah.
Insiden ini menjadi pengingat bahwa sepak bola, meski sering disebut sebagai "olahraga universal," tidak pernah sepenuhnya terpisah dari politik. Bagi para penggemar, ini adalah momen yang mengingatkan bahwa di balik setiap tendangan dan gol, ada sejarah, identitas, dan politik yang berlapis. Entah bagaimana keputusan FIFA nantinya, satu hal yang pasti: sengketa Falkland/Malvinas tetap menjadi salah satu luka sejarah yang belum sepenuhnya pulih, dan sepak bola kali ini menjadi panggung bagi pernyataan yang mengguncang tiga negara sekaligus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Trump Media menawarkan akses lebih cepat ke unggahan Donald Trump di Truth Social dengan tarif Rp1,7 miliar per bulan. Skema ini memicu kritik soal.
Final Piala Dunia 2026 mempertemukan Lionel Messi dan Lamine Yamal. Foto saat Messi memandikan Yamal pada 2007 kembali viral.
Program MBG kembali berjalan usai libur sekolah. Harga ayam broiler naik 4,11 persen dalam sepekan, disusul telur ayam ras yang ikut menguat.
Pertamina meluncurkan Road to Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Jakarta dengan menghadirkan Mario Aji dan Veda Ega Pratama.
Sebanyak 208 Bhabinkamtibmas diterjunkan membantu pelacakan kasus TBC di Sragen. Dalam sebulan, 190 kontak erat pasien telah diperiksa.
Polisi menyelidiki kasus begal payudara terhadap perempuan yang sedang jogging di Bambanglipuro, Bantul. Pelaku masih diburu.