Jadwal Kereta Bandara YIA, 16 Agustus, Paling Awal dari Tugu 04.20 WIB
Jadwal KA Bandara YIA Jogja hari ini lengkap reguler dan Xpress. Cek jam berangkat agar tak ketinggalan pesawat.
Jorge Martin/Instagram
Harianjogja.com, JOGJA—Pengalaman menjadi juara dunia ternyata membawa perubahan besar bagi cara pandang Jorge Martin terhadap balapan. Pembalap Aprilia Racing itu mengaku tidak lagi terobsesi untuk menang di setiap seri, sebuah pelajaran berharga yang ia petik dari perjuangannya merebut gelar juara dunia MotoGP 2024.
Keputusan ini bukan tanpa alasan. Martin menyadari bahwa obsesi berlebihan untuk selalu berada di posisi terdepan justru menguras energi mental dan fisiknya. Kini, ia memilih pendekatan yang lebih dewasa dalam mengejar gelar keduanya.
Jalan Konsistensi ala Martinator
Keberhasilan Martin menjadi juara dunia 2024 terbilang unik. Meski hanya meraih tiga kemenangan balapan utama sepanjang musim—jauh lebih sedikit dibandingkan Francesco Bagnaia yang mengoleksi 11 kemenangan—Martin mampu keluar sebagai juara berkat konsistensi luar biasanya.
Ia finis di podium sebanyak 13 kali, dengan 10 di antaranya berada di posisi kedua. Modal konsistensi inilah yang kini coba ia ulangi pada MotoGP 2026.
"Buat saya, saat ini, saya tidak benar-benar peduli apakah (finis) kesatu atau kedua. Saya hanya berusaha meningkatkan diri secara konstan," kata Martin, dikutip dari Motorsport.
Pelajaran dari Obsesi Masa Lalu
Martin mengakui bahwa dua tahun lalu ia sangat terobsesi dengan kemenangan. Ia berusaha keras untuk selalu berada di depan dalam setiap balapan. Namun, ia menyadari bahwa pendekatan tersebut justru merugikannya.
"Dua tahun lalu, saya benar-benar terobsesi dengan kemenangan, berusaha keras di depan. Tapi, sejujurnya, itu menguras energi saya," tegas Martin.
Perubahan pola pikir ini membawa dampak positif. Ia tidak lagi hanya fokus pada hasil akhir, tetapi juga pada proses menjadi atlet yang lebih baik secara keseluruhan.
"Saya sekarang tidak hanya fokus pada hasil, tetapi juga menjadi atlet yang lebih baik dan Jorge yang lebih baik," tandasnya.
Bukti di atas Kertas: Pimpinan Klasemen
Martin tidak sekadar bicara. Kini, ia memimpin klasemen MotoGP 2026 dengan 240 poin setelah 12 seri berlangsung. Meski baru meraih satu kemenangan dan lima podium sejauh ini, konsistensinya kembali menjadi kunci utama.
Ia unggul 31 poin dari Marco Bezzecchi di posisi kedua. Meski begitu, Martin tetap tidak terlena dan memilih untuk terus fokus pada peningkatan diri di setiap balapan.
"Saya selalu berpikir bagaimana untuk meningkatkan diri dan lebih baik, dan punya kesempatan bertarung untuk gelar juara. Jadi, ini sudah cukup bagus buat saya," imbuhnya.
Dengan pendekatan baru yang lebih matang, Martin berpeluang besar mengulang kesuksesannya di MotoGP 2024. Konsistensi tanpa obsesi berlebihan tampaknya menjadi resep jitu bagi pembalap asal Spanyol itu untuk mempertahankan mahkota juara dunianya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal KA Bandara YIA Jogja hari ini lengkap reguler dan Xpress. Cek jam berangkat agar tak ketinggalan pesawat.
Harga emas perhiasan hari ini 17 Agustus 2026 naik tipis. Emas 24 karat Lakuemas dijual Rp2,305 juta per gram, simak daftar lengkapnya.
PSIM Jogja resmi meminjamkan Reva Adi Utama ke Borneo FC Samarinda untuk musim 2026/2027 karena tidak masuk skema pelatih kepala.
Kejeniusan tak hanya soal IQ tinggi. Penelitian ungkap 12 ciri anak jenius, dari rasa ingin tahu tak terpuaskan hingga kepekaan emosional. Simak tanda-tandanya
Sejumlah menteri memimpin upacara HUT RI di daerah. Beberapa pejabat berada di NTT untuk memantau penanganan gempa.
Aldila Sutjiadi/Erin Routliffe melaju ke 16 besar Cincinnati Open 2026 usai menaklukkan Asia Muhammad/Fanny Stollar dengan skor 7-5, 7-5. Selanjutnya mereka aka