Persib Pindah 3 Laga Kandang ke Si Jalak Harupat, Ini Jadwalnya
Persib memindahkan tiga laga kandang Oktober 2026 ke Si Jalak Harupat karena perawatan GBLA. Persib menargetkan kembali pada November.
Jorge Martin/Instagram
Harianjogja.com, JOGJA—Pengalaman menjadi juara dunia ternyata membawa perubahan besar bagi cara pandang Jorge Martin terhadap balapan. Pembalap Aprilia Racing itu mengaku tidak lagi terobsesi untuk menang di setiap seri, sebuah pelajaran berharga yang ia petik dari perjuangannya merebut gelar juara dunia MotoGP 2024.
Keputusan ini bukan tanpa alasan. Martin menyadari bahwa obsesi berlebihan untuk selalu berada di posisi terdepan justru menguras energi mental dan fisiknya. Kini, ia memilih pendekatan yang lebih dewasa dalam mengejar gelar keduanya.
Jalan Konsistensi ala Martinator
Keberhasilan Martin menjadi juara dunia 2024 terbilang unik. Meski hanya meraih tiga kemenangan balapan utama sepanjang musim—jauh lebih sedikit dibandingkan Francesco Bagnaia yang mengoleksi 11 kemenangan—Martin mampu keluar sebagai juara berkat konsistensi luar biasanya.
Ia finis di podium sebanyak 13 kali, dengan 10 di antaranya berada di posisi kedua. Modal konsistensi inilah yang kini coba ia ulangi pada MotoGP 2026.
"Buat saya, saat ini, saya tidak benar-benar peduli apakah (finis) kesatu atau kedua. Saya hanya berusaha meningkatkan diri secara konstan," kata Martin, dikutip dari Motorsport.
Pelajaran dari Obsesi Masa Lalu
Martin mengakui bahwa dua tahun lalu ia sangat terobsesi dengan kemenangan. Ia berusaha keras untuk selalu berada di depan dalam setiap balapan. Namun, ia menyadari bahwa pendekatan tersebut justru merugikannya.
"Dua tahun lalu, saya benar-benar terobsesi dengan kemenangan, berusaha keras di depan. Tapi, sejujurnya, itu menguras energi saya," tegas Martin.
Perubahan pola pikir ini membawa dampak positif. Ia tidak lagi hanya fokus pada hasil akhir, tetapi juga pada proses menjadi atlet yang lebih baik secara keseluruhan.
"Saya sekarang tidak hanya fokus pada hasil, tetapi juga menjadi atlet yang lebih baik dan Jorge yang lebih baik," tandasnya.
Bukti di atas Kertas: Pimpinan Klasemen
Martin tidak sekadar bicara. Kini, ia memimpin klasemen MotoGP 2026 dengan 240 poin setelah 12 seri berlangsung. Meski baru meraih satu kemenangan dan lima podium sejauh ini, konsistensinya kembali menjadi kunci utama.
Ia unggul 31 poin dari Marco Bezzecchi di posisi kedua. Meski begitu, Martin tetap tidak terlena dan memilih untuk terus fokus pada peningkatan diri di setiap balapan.
"Saya selalu berpikir bagaimana untuk meningkatkan diri dan lebih baik, dan punya kesempatan bertarung untuk gelar juara. Jadi, ini sudah cukup bagus buat saya," imbuhnya.
Dengan pendekatan baru yang lebih matang, Martin berpeluang besar mengulang kesuksesannya di MotoGP 2024. Konsistensi tanpa obsesi berlebihan tampaknya menjadi resep jitu bagi pembalap asal Spanyol itu untuk mempertahankan mahkota juara dunianya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Persib memindahkan tiga laga kandang Oktober 2026 ke Si Jalak Harupat karena perawatan GBLA. Persib menargetkan kembali pada November.
KBRI Bangkok mengimbau WNI di Thailand memantau cuaca dan kondisi jalan untuk mengantisipasi banjir hingga 7 Oktober 2026.
Hashim mundur dari WIFI. Pengamat menilai Internet Rakyat dan pemanfaatan spektrum 1,4 GHz tetap berjalan sesuai komitmen perusahaan.
DPRD Kota Jogja mendorong pengembangan UMKM secara merata hingga tingkat kampung melalui promosi, pemasaran, dan dukungan berkelanjutan.
Cek Kesehatan Gratis atau CKG telah menjangkau 99,1 juta jiwa pada 2026 dan ditargetkan mencapai 130 juta jiwa.
Buruh masih mengawal 10 isu dalam RUU Pelindungan Ketenagakerjaan, mulai dari upah, PHK, outsourcing hingga JKP.