Jay Idzes dan Kieronn Bowie Ucapkan Selamat HUT RI ke-81 dari Italia
Jay Idzes dan Kieronn Bowie mengucapkan selamat HUT RI ke-81 dari Italia melalui Sassuolo. Kapten Timnas Indonesia bahkan menyapa dengan bahasa Sunda dan Jawa.
Pebalap Motogp Marc Marquez (kiri). /Instagram.
Harianjogja.com, JOGJA— MotoGP bersiap melakukan perubahan besar yang berpotensi mengubah wajah kejuaraan dunia balap motor dalam beberapa tahun ke depan. Dorna Sports selaku penyelenggara MotoGP menilai kalender balap saat ini terlalu terkonsentrasi di Eropa, khususnya Spanyol dan kawasan Eropa Tengah. Kondisi tersebut membuat ekspansi ke pasar baru menjadi salah satu prioritas utama.
Chief Sporting Officer MotoGP, Carlos Ezpeleta, mengungkapkan bahwa penyelenggara tengah menyusun strategi agar distribusi seri balapan lebih seimbang antara Eropa dan kawasan lain di dunia. Langkah itu dilakukan untuk memperluas jangkauan penggemar sekaligus memperkuat posisi MotoGP sebagai kejuaraan global.
Menurut Ezpeleta, saat ini jumlah seri MotoGP di Eropa masih mendominasi kalender balap. Dari total seri yang digelar sepanjang musim, sebanyak 14 balapan berlangsung di Eropa, sedangkan hanya delapan seri yang digelar di luar kawasan tersebut.
“Saya yakin tujuan jangka pendeknya adalah mencari cara untuk menyeimbangkannya: kami terlalu banyak hadir di Spanyol dan Eropa Tengah, jadi keputusan ini cukup jelas,” kata Ezpeleta seperti dikutip dari GPOne.
MotoGP Ingin Kalender Lebih Seimbang
MotoGP menargetkan komposisi kalender yang lebih proporsional antara Eropa dan luar Eropa. Dalam skenario ideal, jumlah seri di kedua wilayah akan berada pada kisaran 50:50.
Untuk mewujudkan target tersebut, sejumlah destinasi baru diproyeksikan masuk ke kalender balap. Namun, konsekuensinya beberapa seri yang selama ini menjadi bagian dari kalender Eropa berpotensi kehilangan tempat.
Ezpeleta menegaskan bahwa perubahan itu diperlukan agar MotoGP mampu menjangkau basis penggemar yang lebih luas di berbagai negara.
“Destinasi baru akan masuk, dan ada beberapa yang harus dikeluarkan hanya karena kami terlalu terkonsentrasi di wilayah tersebut,” ujarnya.
Perubahan ini juga dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat pertumbuhan MotoGP di kawasan yang selama ini belum mendapatkan banyak kesempatan menjadi tuan rumah balapan kelas premier.
Adelaide Jadi Simbol Ekspansi Baru
Salah satu proyek yang menjadi contoh nyata ekspansi MotoGP adalah masuknya Adelaide ke kalender balap mulai musim 2027.
Balapan MotoGP Australia yang selama ini identik dengan Sirkuit Phillip Island direncanakan berpindah ke Adelaide Street Circuit. Berbeda dengan Phillip Island yang merupakan sirkuit permanen, Adelaide akan menggunakan konsep lintasan jalan raya yang berada di kawasan perkotaan.
Ezpeleta bahkan menyebut proyek tersebut sebagai salah satu langkah paling ambisius yang pernah dilakukan MotoGP.
Kesepakatan penyelenggaraan balapan di Adelaide disebut akan berlangsung hingga 2032. Selain menghadirkan suasana baru, lokasi tersebut dianggap lebih dekat dengan pusat kota dan infrastruktur transportasi yang memadai.
Kota Besar Jadi Target MotoGP
Selain memperluas jangkauan geografis, MotoGP juga mulai memprioritaskan kota-kota besar yang memiliki akses transportasi lebih baik, termasuk kedekatan dengan bandara internasional.
Strategi tersebut diyakini dapat meningkatkan jumlah penonton, mempermudah mobilitas tim dan penggemar, serta memperkuat nilai komersial setiap seri balapan.
Ezpeleta mengakui banyak kota dari berbagai belahan dunia telah menunjukkan minat untuk menjadi tuan rumah MotoGP.
“Ada ribuan kota, jadi saya tidak bisa berbicara atas nama semuanya, tapi ya, kami telah dihubungi oleh kota-kota dari seluruh dunia,” katanya.
Seri Bersejarah Tetap Dipertahankan
Meski berencana mengurangi jumlah balapan di Eropa, MotoGP memastikan tidak akan meninggalkan seluruh seri bersejarah yang selama puluhan tahun menjadi bagian penting dari kejuaraan.
Menurut Ezpeleta, sejumlah Grand Prix legendaris tetap memiliki nilai historis dan basis penggemar yang sangat kuat sehingga keberadaannya akan terus dipertimbangkan dalam kalender masa depan.
“Kami juga ingin meyakinkan para penggemar bahwa kami akan tetap setia pada acara-acara bersejarah kami dan ajang-ajang besar yang telah menarik begitu banyak penonton selama beberapa dekade,” ujarnya.
Namun demikian, upaya menciptakan kalender yang lebih seimbang membuat beberapa seri Eropa berpotensi tersingkir. Langkah tersebut menjadi bagian dari transformasi MotoGP menuju kejuaraan yang lebih global dan mampu menjangkau pasar baru di luar kawasan tradisional balap motor.
Dengan rencana ekspansi tersebut, beberapa musim mendatang diperkirakan akan menjadi periode penting dalam sejarah MotoGP. Tidak hanya persaingan di lintasan yang berubah, tetapi juga peta penyelenggaraan balapan dunia yang selama ini identik dengan dominasi Eropa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jay Idzes dan Kieronn Bowie mengucapkan selamat HUT RI ke-81 dari Italia melalui Sassuolo. Kapten Timnas Indonesia bahkan menyapa dengan bahasa Sunda dan Jawa.
Upacara HUT RI ke-81 di Kulonprogo digelar tanpa tenda dan kursi VIP. Kursi khusus disediakan bagi veteran dan sesepuh daerah.
Megawati Soekarnoputri mengungkap pernah dipanggil polisi tiga kali dan diperiksa jaksa saat era Orde Baru.
Perayaan HUT RI ke-81 di media sosial diwarnai euforia kemerdekaan sekaligus gelombang solidaritas untuk korban gempa NTT.
sejarah Jogja dapat dilakukan melalui berbagai cara, termasuk menguri-uri nilai dan keteladanan Sri Sultan Hamengku Buwono IX.
Sejarah upacara penurunan bendera 17 Agustus bermula di Gedung Agung Jogja pada 1946 dan berkembang menjadi tradisi kenegaraan hingga kini.