Google Discover Kini Bisa Diatur dengan Prompt, Pengguna Lebih Kuasa
Google Discover kini bisa diatur menggunakan prompt bahasa alami. Pengguna dapat mengarahkan algoritma agar menampilkan konten yang lebih relevan.
Foto ilustrasi voli. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Garuda Pertiwi harus menghadapi AVC Women's Continental 2026 tanpa andalan utama mereka, Megawati Hangestri Pertiwi. Pemain yang biasa mengisi sektor opposite itu tidak masuk skuad karena sedang bermain di Liga Voli Korea. Meski kehilangan salah satu pilar penting, timnas voli putri Indonesia tetap optimistis menghadapi persaingan sengit di Tianjin Olympic Center Gymnasium, Tiongkok, pada 21-30 Agustus 2026.
Pelatih timnas voli putri Indonesia Marcos Sugiama membawa 14 pemain untuk berlaga di ajang bergengsi ini. Tanpa Megawati, Marcos menyiapkan Khanza Putri Yansi dan Arsela Nuari untuk mengisi sektor opposite. Keduanya menjadi opsi utama Indonesia untuk menjaga kekuatan serangan dari posisi tersebut. Pengalaman bertanding di sejumlah turnamen sebelumnya, termasuk SEA V Cup 2026, diharapkan dapat menjadi modal berharga bagi para pemain pengganti ini.
Garuda Pertiwi tergabung dalam Grup B bersama tiga tim tangguh, yakni Kazakhstan, Thailand, dan Australia. Perjuangan Indonesia akan dimulai dengan menghadapi Kazakhstan pada Sabtu (22/8/2026) pukul 14.00 WIB. Laga pembuka ini menjadi ujian pertama bagi skuad asuhan Marcos Sugiama dalam upaya meraih target enam besar yang telah ditetapkan.
Sektor outside hitter diperkuat lima pemain, yakni Mediol Yoku, Azzahra Dwi Febyane, Ersandrina Devega, Venisa Dwi Oktaviani, dan Tina Syifa. Kekuatan di posisi ini diharapkan mampu memberikan variasi serangan yang menyulitkan pertahanan lawan. Sementara itu, di posisi middle blocker, Indonesia membawa Chelsa Berliana Nurtomo, Maradanti Namira, dan Geofanny Eka yang siap menjadi tembok kokoh di depan net.
Arneta Putri dan Shakira Ayu dipercaya menjadi setter yang akan mengatur alur serangan tim. Keduanya memiliki tugas berat untuk mendistribusikan bola dengan tepat kepada para spiker. Posisi libero ditempati Indah Guretno dan Fajriahni Ema Herawati yang bertanggung jawab menjaga pertahanan belakang dari serangan lawan. Sebagian besar pemain yang dibawa ke Tianjin telah mendapatkan kesempatan bertanding dalam sejumlah turnamen sebelumnya, sehingga pengalaman mereka diharapkan dapat menjadi faktor penentu.
Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PP PBVSI) Imam Sudjarwo menyadari persaingan di AVC Continental 2026 tidak akan mudah karena Indonesia harus menghadapi sejumlah tim kuat dari kawasan Asia. Meski demikian, Imam optimistis Garuda Pertiwi mampu memenuhi target masuk enam besar. Ia bahkan berharap para pemain dapat meraih hasil lebih baik dari target yang ditetapkan.
"Target kita masuk enam besar. Lawan kuat, mudah-mudahan target bisa dicapai dan bisa lebih bagus lagi," ujar Imam dengan penuh keyakinan.
Indonesia akan menjalani tiga pertandingan pada fase grup. Setelah menghadapi Kazakhstan pada laga pembuka, Garuda Pertiwi akan bertemu Thailand pada Senin (24/8/2026) pukul 14.00 WIB. Thailand merupakan salah satu tim terkuat di Asia yang selalu menjadi langganan juara di berbagai ajang. Laga ini akan menjadi ujian sesungguhnya bagi kekuatan Indonesia di kancah internasional.
Timnas voli putri Indonesia kemudian menutup persaingan di Grup B dengan menghadapi Australia pada Rabu (26/8/2026), juga pada pukul 14.00 WIB. Pertandingan melawan Australia diprediksi akan berjalan sengit karena kedua tim sama-sama berambisi untuk melaju ke babak selanjutnya. Hasil dari tiga pertandingan ini akan menentukan apakah langkah Garuda Pertiwi ke fase gugur terbuka lebar.
Keikutsertaan di AVC Women's Continental 2026 menjadi kesempatan emas bagi Indonesia untuk mengukur kesiapan ketika menghadapi tim-tim kuat Asia sebelum tampil di Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Asian Games yang dijadwalkan berlangsung di Jepang pada 19 September hingga 4 Oktober 2026 menjadi target utama bagi Garuda Pertiwi. Turnamen di Tianjin ini menjadi ajang pemanasan yang sangat berharga bagi para pemain untuk mengasah kemampuan dan kekompakan tim.
Bagi para pecinta voli di Tanah Air, absennya Megawati Hangestri Pertiwi tentu menjadi kabar yang mengecewakan. Namun, kehadiran pemain-pemain muda seperti Khanza Putri Yansi dan Arsela Nuari diharapkan dapat memberikan warna baru dalam permainan Indonesia. Dukungan dari masyarakat tetap menjadi motivasi tambahan bagi Garuda Pertiwi untuk tampil maksimal di Tianjin.
Perjalanan Garuda Pertiwi di AVC Continental 2026 akan menjadi tolok ukur sejauh mana kesiapan Indonesia menghadapi persaingan di level Asia. Meski tanpa Megawati, semangat dan perjuangan para pemain tidak boleh surut. Target enam besar yang dicanangkan menjadi motivasi bagi seluruh skuad untuk bermain lepas dan memberikan yang terbaik bagi bangsa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Google Discover kini bisa diatur menggunakan prompt bahasa alami. Pengguna dapat mengarahkan algoritma agar menampilkan konten yang lebih relevan.
Pemain ketoprak meninggal saat pentas di Bantul. Polisi memastikan tidak ada tanda kekerasan dan korban meninggal akibat henti jantung.
Amri/Nita melaju ke semifinal Kejuaraan Dunia BWF 2026 setelah mengalahkan Yang/Hu dua gim langsung.
29 klub sudah lolos Liga Champions 2026/27. Simak tujuh tiket tersisa, daftar peserta, jadwal play-off, dan format fase liga.
KPK menyegel ruang rektor dan wakil rektor Unsoed. Kampus menyebut belum mendapat informasi resmi terkait perkara yang ditangani KPK.
Skandal KFA dan dugaan layanan seksual untuk wasit asing kembali mencuat. Polisi Korea Selatan menyebut perkara telah kedaluwarsa.