Marquez: Seperti Mimpi Pimpin Klasemen MotoGP 2026

Jumali
Jumali Senin, 14 September 2026 07:27 WIB
Marquez: Seperti Mimpi Pimpin Klasemen MotoGP 2026

Pembalap Ducati Marc Marquez. ANTARA/Ducati/am.

Harianjogja.com, JOGJA— Marc Marquez akhirnya merasakan posisi puncak klasemen MotoGP 2026 setelah memenangi Grand Prix San Marino di Sirkuit Misano. Pembalap Ducati Lenovo tersebut untuk pertama kalinya memimpin kejuaraan dunia musim ini setelah sebelumnya terus mengejar Jorge Martin.

Menariknya, Marc Marquez dan Jorge Martin kini sama-sama mengoleksi 274 poin. Marquez berhak berada di urutan pertama karena memiliki jumlah kemenangan Grand Prix lebih banyak, yakni lima kemenangan berbanding satu milik Martin.

Posisi tersebut menjadi pengalaman baru bagi Marquez pada musim 2026. Seusai balapan, pembalap berjuluk The Baby Alien itu bahkan mengaku tidak menyangka bisa kembali berada di puncak klasemen.

"Seperti mimpi. Rasanya seperti mimpi," ujar Marquez usai MotoGP San Marino 2026, melansir Crash, Senin (14/9/2026).

Meski sudah mengambil alih posisi teratas, Marquez tidak menganggap persaingan gelar telah selesai. Ia menyadari masih ada sejumlah balapan yang harus dijalani dan persaingan dengan para pembalap terdekatnya masih berlangsung.

"Tapi jangan pernah menyerah. Saya akan terus memacu motor hingga akhir. Ini belum selesai, perjuangan masih berlanjut," ujarnya.

Marquez Masih Dibayangi Martin dan Bezzecchi

Kemenangan di Misano membuat persaingan perebutan gelar semakin rapat. Martin kini berada di posisi kedua dengan jumlah poin yang sama, sedangkan Marco Bezzecchi menempati peringkat ketiga dengan 241 poin atau tertinggal 33 poin dari Marquez.

Marquez menyadari dua pembalap Aprilia tersebut masih menjadi bagian penting dalam perburuan gelar. Karena itu, ia tidak ingin terlalu cepat menganggap keunggulan klasemen sebagai tanda bahwa persaingan sudah berada di tangannya.

"Jadi, kami kini berada dalam persaingan kejuaraan, bertarung melawan pembalap-pembalap hebat, terutama Martin dan Bez," ucapnya.

Situasi tersebut membuat setiap balapan berikutnya memiliki arti penting bagi tiga pembalap teratas. Perubahan posisi di klasemen juga dapat terjadi ketika selisih poin begitu tipis, seperti yang terlihat setelah GP San Marino.

Kesalahan Kecil Bisa Mengubah Perolehan Poin

Marquez juga menyoroti bagaimana kesalahan dalam balapan dapat memengaruhi perebutan gelar. Menurut dia, kehilangan poin dalam situasi persaingan yang ketat bisa memberikan dampak besar terhadap posisi klasemen.

Hal tersebut turut terjadi di Misano ketika Bezzecchi mengalami kecelakaan pada awal balapan. Pembalap Aprilia tersebut sebelumnya menjadi salah satu pesaing utama Marquez dan bahkan memulai akhir pekan dengan performa kuat.

"Kesalahan kecil bisa membuat kita kehilangan banyak poin. Dan hari ini, memang benar saat balapan, setelah kesalahan Bezzecchi, saya sempat terlalu percaya diri lalu Martin menyerang saya," tutur Marquez.

Marquez kemudian mampu mengembalikan ritmenya. Ia menjaga kecepatan hingga finis pertama dan mengamankan tambahan poin penting dari akhir pekan di Misano.

"Tapi kemudian saya kembali mendapatkan kepercayaan diri, menjaga kecepatan, dan saya senang karena raihan 37 poin di Misano ini sangat berarti," ucapnya.

Bezzecchi Gagal Manfaatkan Keunggulan Awal

Sebelum balapan utama, Bezzecchi sebenarnya menunjukkan kecepatan yang menjanjikan di Misano. Pembalap tuan rumah tersebut merebut pole position setelah mencatat waktu 1 menit 29,982 detik, sementara Marquez berada di posisi kedua.

Bezzecchi juga menjadi salah satu pesaing Marquez pada sesi Sprint. Namun, Marquez kemudian memenangi Sprint dan kembali memperkecil jarak dengan pemimpin klasemen saat itu, Martin.

Pada balapan utama, peluang Bezzecchi untuk mengamankan poin besar justru berakhir setelah mengalami kecelakaan pada lap pembuka. Marquez kemudian memanfaatkan situasi tersebut untuk meraih kemenangan kelimanya di Grand Prix musim ini.

Hasil tersebut sekaligus membuat Ducati mengambil alih posisi teratas klasemen konstruktor dengan keunggulan dua poin atas Aprilia.

Marquez Kini Jadi Pembalap yang Diburu

Perubahan posisi klasemen membuat situasi Marquez berbeda dibandingkan sebelum GP San Marino. Sebelumnya, ia berada di belakang Martin dan terus berusaha memangkas jarak. Kini, justru Martin yang harus mengejar perolehan poin Marquez.

Namun, keunggulan Marquez belum membuat jarak dengan Martin melebar. Keduanya sama-sama mengoleksi 274 poin sehingga jumlah kemenangan menjadi pembeda posisi di klasemen.

Marquez pun memilih untuk tetap menjaga fokus hingga akhir musim. Ia sudah mendapatkan posisi yang dikejarnya, tetapi perebutan gelar MotoGP 2026 masih berlanjut setelah GP San Marino.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online