PSS Sleman Kalah dari Borneo FC, Huistra Soroti Dampak Kartu Merah

Catur Dwi Janati
Catur Dwi Janati Rabu, 28 Oktober 2026 12:37 WIB
PSS Sleman Kalah dari Borneo FC, Huistra Soroti Dampak Kartu Merah

Pelatih Kepala PSS Sleman, Pieter Huistra dalam Pre Match Press Conference. /Harian Jogja -- Catur Dwi Janati

Harianjogja.com, SLEMAN—PSS Sleman gagal meraih poin saat menjamu Borneo FC Samarinda dalam lanjutan pekan ketujuh Super League 2026/2027. Bermain di Stadion Maguwoharjo, Selasa (27/10/2026), Super Elja kalah dengan skor 1-2.

Pelatih Kepala PSS Sleman, Pieter Huistra, memahami kekecewaan suporter setelah timnya kalah di kandang sendiri. Dia mengatakan para pemain dan staf pelatih juga merasakan hal serupa, terlebih setelah perjuangan tim belum cukup untuk mengamankan poin.

"Kalah di kandang sendiri selalu memberikan perasaan yang buruk. Saya mengerti perasaan para pendukung, mereka kecewa, para pemain pun kecewa, begitu pula dengan staf tim," kata Huistra dalam konferensi pers seusai pertandingan, Selasa (27/10/2026).

Kartu Merah Stefan Ashkovski Mengubah Pertandingan

Huistra menilai pertandingan berlangsung relatif seimbang sebelum situasi di lapangan berubah. Menurut dia, kartu merah yang diterima Stefan Ashkovski menjadi faktor besar yang memengaruhi dinamika permainan PSS.

"Jika melihat jalannya pertandingan, menurut saya kedua tim bisa dibilang seimbang. Kami harus bertahan dengan lebih baik, dan kartu merah itu menurut saya mengubah dinamika pertandingan secara keseluruhan," tuturnya.

Bermain dengan 10 pemain membuat PSS harus menghadapi tantangan lebih besar ketika berusaha mengejar ketertinggalan. Meski demikian, Huistra menilai anak asuhnya tetap menunjukkan upaya untuk membalikkan keadaan.

PSS Terus Menekan hingga Menit Akhir

Huistra mengatakan para pemainnya tidak menyerah meski harus bermain dengan jumlah pemain lebih sedikit dan berada dalam posisi tertinggal. Sejumlah pergantian pemain pada babak kedua juga dilakukan untuk meningkatkan upaya PSS dalam mengejar gol.

"Para pemain saya tidak menyerah. Meski tertinggal satu gol dan harus bermain dengan sepuluh orang, kami terus berusaha, berjuang, mengambil risiko, bahkan sempat menciptakan beberapa peluang," tandasnya.

Upaya tersebut membuahkan gol dari Matheus Fornazari pada menit ke-85. Namun, gol itu belum cukup untuk menyelamatkan PSS dari kekalahan sehingga tim tuan rumah harus mengakhiri pertandingan dengan skor 1-2.

Huistra menyebut PSS sebenarnya masih memiliki peluang untuk membawa pulang setidaknya satu poin. Namun, dia kembali menilai kartu merah sebagai faktor penting yang memengaruhi hasil akhir pertandingan.

"Pada akhirnya, kami kalah 1-2. Seandainya ada sedikit keberuntungan, mungkin kami bisa mengamankan setidaknya satu poin," ujarnya.

"Namun ya, kartu merah itu menjadi faktor penentu yang sangat besar dalam pertandingan hari ini," tegas Huistra.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online