Alex Marquez Buka Peluang Ducati Bantu Marc Marquez Juara MotoGP 2026

Jumali
Jumali Jum'at, 16 Oktober 2026 17:47 WIB
Alex Marquez Buka Peluang Ducati Bantu Marc Marquez Juara MotoGP 2026

Alex Marquez/Instagram

Harianjogja.com, JOGJA—Peluang Marc Marquez merebut gelar juara dunia MotoGP 2026 membuat kemungkinan penerapan team order di Ducati mulai menjadi sorotan. Alex Marquez, adik sekaligus pembalap Gresini Racing, mengisyaratkan Ducati bisa mengambil langkah untuk membantu sang kakak, tetapi keputusan tersebut bergantung pada situasi persaingan menjelang akhir musim.

Hingga seri ke-17 MotoGP 2026, Marc masih berada di jalur perebutan gelar. Pembalap Ducati Lenovo itu menempati peringkat kedua klasemen sementara dengan 353 poin, tertinggal dua angka dari Jorge Martin dari Aprilia Racing yang memimpin dengan 355 poin.

Dengan lima balapan tersisa, persaingan menuju gelar juara dunia masih terbuka. Situasi ini membuat strategi antarpembalap dalam satu tim berpotensi menjadi faktor penting, terutama jika persaingan semakin mengerucut kepada satu kandidat juara.

Alex Marquez Soroti Strategi Aprilia Racing

Alex Marquez menilai Aprilia Racing memiliki rencana yang cukup matang untuk menghadapi persaingan gelar MotoGP 2026. Menurutnya, pabrikan asal Italia tersebut telah berkomunikasi dengan para pembalapnya demi memperbesar peluang meraih gelar juara dunia.

“Jelas Aprilia memiliki rencana yang cukup matang. Mereka ingin meraih gelar juara dunia dan sedang berbicara dengan semua pembalapnya,” kata Alex Marquez, dikutip dari Crash.net, Jumat (16/10/2026).

Aprilia memiliki dua pembalap yang berada di tiga besar klasemen sementara. Selain Martin, Marco Bezzecchi juga masih bersaing dengan menempati posisi ketiga dan mengoleksi 309 poin.

Keberadaan dua pembalap di jajaran teratas membuat strategi Aprilia menarik untuk dicermati. Namun, Alex menilai Ducati juga mungkin akan mempertimbangkan langkah serupa ketika situasi persaingan semakin jelas.

“Jadi, saya pikir waktunya akan tiba bagi Ducati untuk melakukan hal yang sama (team order). Namun, saat ini masih terlalu dini, meskipun tinggal lima balapan tersisa,” lanjut Alex Marquez.

Pernyataan tersebut membuka kemungkinan Ducati mengatur strategi tim untuk mendukung peluang Marc. Meski demikian, Alex tidak menyebutkan bahwa keputusan team order sudah ditetapkan oleh Ducati.

Ducati Bisa Pertimbangkan Team Order untuk Marc Marquez

Team order merupakan strategi ketika tim mengarahkan pembalapnya untuk mendukung kepentingan rekan setim, misalnya dengan tidak mengambil risiko persaingan internal atau membantu kandidat juara mengamankan poin. Dalam perebutan gelar yang ketat, keputusan seperti ini dapat memengaruhi strategi balapan.

Dalam situasi MotoGP 2026, Marc menjadi satu-satunya pembalap Ducati yang disebut masih berpeluang meraih gelar. Kondisi itu dapat menjadi pertimbangan bagi pabrikan jika persaingan semakin dekat dengan akhir musim.

Di sisi lain, Aprilia menghadapi situasi berbeda karena Martin dan Bezzecchi sama-sama berada di tiga besar. Keduanya masih memiliki posisi kompetitif, sehingga keputusan mengenai prioritas tim berpotensi menjadi persoalan tersendiri.

Meski demikian, peluang penerapan team order tetap bergantung pada perkembangan klasemen dan keputusan masing-masing tim. Pernyataan Alex sejauh ini masih berupa penilaian mengenai kemungkinan strategi tersebut, bukan konfirmasi bahwa Ducati telah menginstruksikan pembalapnya untuk membantu Marc.

Rekam Jejak Marc Marquez Jadi Modal dalam Perebutan Gelar

Marc Marquez memiliki pengalaman panjang dalam persaingan gelar juara dunia kelas premier. Sejak menjalani musim pertamanya di MotoGP pada 2013, ia dikenal sebagai salah satu pembalap yang mampu bersaing di papan atas.

Marc selama ini tidak pernah gagal menjadi juara dunia ketika mengakhiri musim di posisi kedua klasemen. Adapun saat gagal meraih gelar pada 2015, 2020, 2021, 2022, 2023, dan 2024, ia disebut sudah tidak berada dalam persaingan utama sejak awal musim.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu modal Marc dalam menghadapi persaingan dengan Martin pada musim ini. Namun, dengan selisih hanya dua poin di antara keduanya berdasarkan klasemen yang disebutkan, hasil setiap balapan tersisa dapat menentukan arah perebutan gelar.

Jika berhasil menjadi juara MotoGP 2026, Marc akan mengoleksi delapan gelar di kelas premier. Jumlah tersebut akan menyamai torehan Giacomo Agostini yang saat ini disebut memiliki delapan gelar juara dunia kelas premier.

Dengan lima balapan tersisa, perhatian kini tertuju pada strategi Ducati dan Aprilia serta kemampuan para pembalap mereka menjaga konsistensi. Apakah Ducati benar-benar akan menerapkan team order untuk membantu Marc masih harus menunggu perkembangan persaingan dan keputusan resmi tim.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online