15 Pembalap MotoGP Dikabarkan Tolak Balapan di Qatar 2026

Jumali
Jumali Selasa, 27 Oktober 2026 13:27 WIB
15 Pembalap MotoGP Dikabarkan Tolak Balapan di Qatar 2026

Pebalap Motogp Marc Marquez (kiri). /Instagram.

Harianjogja.com, JOGJA—Keikutsertaan pembalap dalam MotoGP Qatar 2026 terancam menyusul laporan penolakan dari mayoritas pembalap terhadap balapan di Sirkuit Lusail pada 6–8 November mendatang. Kekhawatiran terhadap keselamatan di tengah memanasnya konflik di Timur Tengah menjadi alasan utama penolakan tersebut.

Menurut laporan jurnalis The Race, Simon Patterson, para pembalap menggelar pertemuan tertutup di Phillip Island, Australia, pada Kamis malam. Dalam pertemuan itu, pemungutan suara dilaporkan menghasilkan 15 suara menolak balapan di Qatar dan lima suara mendukung.

Patterson menyebut hasil tersebut menunjukkan besarnya keberatan di kalangan pembalap. Meski demikian, hasil pemungutan suara itu belum diumumkan secara resmi oleh penyelenggara MotoGP.

Pembalap Kirim Surat Melalui Pengacara

Penolakan tersebut dilaporkan berlanjut ke langkah yang lebih formal. Para pembalap disebut telah menggunakan jasa pengacara untuk mengirimkan surat kepada seluruh tim, berisi pernyataan bahwa mereka tidak bersedia mengikuti balapan di Qatar.

Menurut Patterson, surat tersebut bertujuan mendorong tim mengambil sikap atas kekhawatiran para pembalap. Namun, hingga kini belum ada kepastian mengenai tindak lanjut maupun keputusan akhir terkait penyelenggaraan balapan.

Situasi ini muncul ketika Dorna, selaku penyelenggara MotoGP, tetap menyatakan bahwa Grand Prix Qatar akan berlangsung sesuai jadwal. Wakil CEO Dorna, Carlos Ezpeleta, juga dilaporkan menyampaikan bahwa pihaknya tidak berkewajiban bernegosiasi langsung dengan pembalap yang menyuarakan keberatan.

Ducati, Honda, dan Yamaha Disebut Berpotensi Menolak

Sejumlah laporan menyebut beberapa tim memiliki pandangan kuat mengenai persoalan keselamatan tersebut. Tim pabrikan Ducati, Honda, dan Yamaha diperkirakan berpotensi menentang penyelenggaraan balapan di Lusail.

Jika penolakan pembalap mendapat dukungan tim, Dorna dapat menghadapi tekanan lebih besar untuk menentukan kelanjutan seri Qatar. Persoalan ini tidak hanya menyangkut keselamatan peserta, tetapi juga berpotensi memengaruhi kalender dan persaingan kejuaraan MotoGP 2026.

MotoGP Qatar sebelumnya telah dipindahkan dari jadwal April ke November karena situasi geopolitik di Timur Tengah. Penyelenggara menyatakan keputusan penjadwalan ulang tersebut diambil dengan mempertimbangkan keselamatan pembalap, tim, ofisial, dan penonton.

Jadwal MotoGP Terancam Berubah

Tantangan bagi penyelenggara semakin besar karena MotoGP Australia 2026 juga dilaporkan dibatalkan akibat cuaca buruk. Kondisi tersebut mempersempit ruang untuk mengatur ulang kalender apabila seri Qatar akhirnya tidak dapat digelar.

Pembatalan balapan dapat berdampak pada alokasi poin dan persaingan gelar juara dunia. Namun, hingga saat ini, belum ada keputusan resmi bahwa MotoGP Qatar 2026 dibatalkan atau bahwa jadwal pengganti akan disiapkan.

Dengan jadwal yang semakin dekat, keputusan mengenai balapan di Lusail kini menjadi perhatian pembalap, tim, dan penggemar. Kepastian penyelenggaraan akan bergantung pada perkembangan situasi keamanan serta keputusan pihak-pihak yang berwenang.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online