Sejarah Baru F1, Kimi Antonelli Jadi Juara Dunia Termuda

Jumali
Jumali Senin, 02 November 2026 09:07 WIB
Sejarah Baru F1, Kimi Antonelli Jadi Juara Dunia Termuda

Kimi Antonelli/ Instagram

Harianjogja.com, JOGJA—Pembalap Mercedes, Kimi Antonelli, memastikan gelar juara dunia Formula 1 (F1) 2026 setelah finis di posisi ketiga Grand Prix Meksiko di Autodromo Hermanos Rodriguez, Senin (2/11/2026) pagi WIB.

Hasil tersebut sudah cukup untuk mengunci gelar perdana Antonelli meskipun ia tidak memenangi balapan. Mengutip BBC, balapan di Meksiko dimenangi Max Verstappen, sedangkan Lewis Hamilton menempati posisi kedua.

Keberhasilan ini sekaligus mengantarkan Antonelli mencatatkan sejarah sebagai juara dunia termuda dalam sejarah F1. Pembalap asal Italia tersebut meraih gelar pada usia 20 tahun 68 hari, mematahkan rekor Sebastian Vettel dengan selisih tiga tahun 67 hari.

Antonelli juga menjadi pembalap Italia pertama yang menjuarai F1 sejak Alberto Ascari pada 1953.

Kepastian gelar tersebut menghadirkan momen emosional bagi pembalap Mercedes itu. Saat tim menyampaikan kabar bahwa dirinya telah menjadi juara dunia melalui radio, Antonelli sempat terisak hingga kesulitan berbicara.

Setelah berhasil menenangkan diri, ia mengungkapkan kegembiraannya.

"Terima kasih banyak. Kita berhasil. Kita berhasil," kata Antonelli, seperti dikutip BBC.

Strategi Tenang Antonelli di GP Meksiko

Antonelli datang ke GP Meksiko dengan peluang besar untuk mengamankan gelar juara dunia. Ia hanya perlu menghindari masalah besar selama balapan agar posisinya di klasemen tidak terancam.

Secara matematis, peluang gelarnya baru terancam apabila George Russell atau Lewis Hamilton memenangi balapan. Dalam skenario Russell keluar sebagai pemenang, Antonelli cukup finis di posisi kesembilan. Sementara jika Hamilton yang menang, ia harus setidaknya finis di posisi kesepuluh.

Pada stint pertama, Antonelli tampil stabil dengan menempati posisi keempat di belakang Charles Leclerc, Max Verstappen, dan Lewis Hamilton.

Ketika para pembalap di depannya mulai masuk pit, Antonelli sempat mengambil alih pimpinan lomba. Ia kemudian menjalani pit stop satu lap sebelum safety car keluar.

Situasi balapan berubah setelah Valtteri Bottas mengalami kecelakaan pada lap ke-45. Pembalap Cadillac tersebut mengalami masalah pada suspensi depan saat melakukan pengereman menjelang Tikungan 1.

Insiden itu awalnya membuat safety car masuk ke lintasan. Namun, race director kemudian mengibarkan bendera merah karena petugas membutuhkan waktu untuk memperbaiki pembatas lintasan.

Setelah balapan kembali dilanjutkan melalui restart, persaingan di barisan depan semakin ketat. Charles Leclerc mengalami penguncian roda depan kiri ketika Verstappen dan Hamilton bertarung memperebutkan posisi terdepan.

Antonelli memanfaatkan situasi tersebut untuk melewati Leclerc pada awal lap berikutnya. Hasil akhirnya, ia mampu mengamankan posisi ketiga yang sekaligus memastikan gelar juara dunia F1 2026.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online