Marc Marquez Bisa Pecahkan 3 Rekor Jika Juara MotoGP Qatar

Jumali
Jumali Sabtu, 07 November 2026 08:27 WIB
Marc Marquez Bisa Pecahkan 3 Rekor Jika Juara MotoGP Qatar

Pembalap Ducati Lenovo Team Marc Márquez memacu kecepatan sepeda motornya saat mengikuti Sprint Race MotoGP Indonesia 2026 di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Lombok Tengah, NTB, Sabtu (10/10/2026). /Antara-Ahmad Subaidi/app/nz\r\n

Harianjogja.com, JOGJA—Marc Marquez berpeluang mengukir tiga pencapaian bersejarah apabila berhasil mengunci gelar juara dunia MotoGP 2026 dalam Grand Prix Qatar di Sirkuit Lusail, 6–8 November 2026. Pembalap Ducati Lenovo Team itu datang dengan modal keunggulan poin yang cukup besar setelah memimpin klasemen sementara dengan 399 poin.

Marc unggul 44 poin dari Jorge Martin yang menempati posisi kedua dengan koleksi 355 poin. Sementara itu, Marco Bezzecchi berada di urutan ketiga dengan 332 poin atau terpaut 67 angka dari pembalap asal Spanyol tersebut.

Dengan tiga seri tersisa, masih ada 111 poin maksimal yang dapat diperebutkan para pembalap. Setiap akhir pekan balapan menyediakan 37 poin, terdiri atas maksimal 12 poin dari sprint race dan 25 poin dari balapan utama.

Peluang Marc untuk memastikan gelar di Qatar terbuka, tetapi hasilnya juga bergantung pada perolehan poin para pesaing. Ia harus mengungguli Jorge Martin setidaknya 30 poin dan Marco Bezzecchi delapan poin sepanjang akhir pekan balapan di Qatar.

Keunggulan tersebut diperlukan agar Martin dan Bezzecchi tidak lagi memiliki peluang matematis untuk mengejar Marc dalam dua seri terakhir. Jika berhasil memenuhi syarat itu, pembalap berjuluk The Baby Alien tersebut akan mencatatkan sejumlah rekor penting dalam sejarah MotoGP.

1. Menyamai Rekor Giacomo Agostini di Kelas Utama

Gelar juara dunia MotoGP 2026 akan menjadi gelar kedelapan Marc Marquez di kelas utama. Pencapaian tersebut bakal membuatnya menyamai rekor Giacomo Agostini sebagai pembalap dengan koleksi gelar terbanyak di kelas utama.

Sebelum musim 2026, Marc sudah mengantongi tujuh gelar juara dunia kelas utama. Jumlah itu sama dengan pencapaian Valentino Rossi yang juga tujuh kali menjadi juara di kategori tertinggi balap motor tersebut.

Apabila berhasil menjadi juara musim ini, Marc akan meninggalkan Rossi dalam daftar pembalap dengan gelar kelas utama terbanyak. Ia sekaligus menyamai Agostini yang telah mengoleksi delapan gelar di kategori tersebut.

Tambahan gelar itu juga akan membuat koleksi gelar juara dunia Marc di seluruh kelas bertambah menjadi 10. Sebelumnya, ia sudah mengumpulkan sembilan gelar dari berbagai kategori balap Grand Prix.

2. Mematahkan Rekor Comeback Francesco Bagnaia

Pencapaian bersejarah berikutnya berkaitan dengan kemampuan Marc membalikkan keadaan dalam persaingan klasemen. Jika mampu menjadi juara dunia setelah sempat tertinggal 102 poin dari pemimpin klasemen, ia akan mencatatkan comeback terbesar dalam sejarah MotoGP.

Rekor sebelumnya dipegang rekan setimnya di Ducati, Francesco Bagnaia. Pada MotoGP 2022, Bagnaia berhasil mengejar ketertinggalan 91 poin dari Fabio Quartararo hingga akhirnya merebut gelar juara dunia.

Marc kini berpeluang melampaui pencapaian tersebut setelah mengubah situasi persaingan yang sempat menempatkannya jauh di belakang pemimpin klasemen. Perolehan poin yang terus meningkat membuatnya kini berada di posisi teratas menjelang seri Qatar.

MotoGP melalui laporan mengenai perjalanan comeback Marc pada September 2026 juga menyoroti besarnya ketertinggalan yang berhasil dipangkas pembalap Spanyol tersebut. Jika gelar musim ini benar-benar diamankan, pencapaian itu akan menjadi comeback terbesar yang pernah tercatat di kejuaraan tersebut.

3. Menjadi Pembalap Kedua Ducati dengan Dua Gelar Kelas Utama

Rekor ketiga berkaitan dengan pencapaian Marc bersama Ducati. Jika berhasil mengunci gelar MotoGP 2026, ia akan menjadi pembalap kedua yang mampu mempersembahkan dua gelar juara dunia kelas utama bagi pabrikan asal Italia tersebut.

Sebelumnya, Francesco Bagnaia lebih dahulu mencatatkan pencapaian itu setelah menjadi juara dunia MotoGP pada 2022 dan 2023. Dua gelar tersebut menjadikannya salah satu pembalap penting dalam sejarah keberhasilan Ducati di kelas utama.

Marc kemudian bergabung dengan Ducati Lenovo Team dan berhasil menambah koleksi gelar juara dunia pada 2025. Apabila kembali menjadi juara pada 2026, ia akan mengikuti jejak Bagnaia sebagai pembalap Ducati dengan dua gelar kelas utama.

Dengan demikian, seri Qatar bukan sekadar kesempatan bagi Marc Marquez untuk mengamankan gelar juara dunia musim ini. Keberhasilan meraihnya juga berpotensi menempatkan namanya dalam catatan sejarah melalui tiga pencapaian, mulai dari koleksi gelar kelas utama, rekor comeback, hingga prestasi bersama Ducati.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online