Bursa Mineral Prabowo Didukung APNI, Ini Syaratnya
APNI mendukung BMKS gagasan Prabowo. Bursa mineral dinilai bisa mengubah posisi Indonesia dari price taker menjadi market maker.
Harianjogja.com, JOGJA - Komunitas sepeda lipat Indonesia Folding Bike (IdFB) menggelar adu ketahanan bersepeda dengan menggunakan sepeda lipat.
Dengan menempuh rute sejauh 150 km, para pecinta olahraga gowes sepeda lipat membuktikan ketangguhannya menelusuri rute-rute jalanan di Jogja dalam kegiatan J150K.
Sebanyak 220 peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia memulai perjalanannya dari jalan Letjend Suprapto Ngampilan, Jogja Sabtu (9/11/2013).
Mereka kemudian berputar ke barat dan berbelok menuju Bantul sebelum berputar kembali ke lokasi start melalui wilayah Maguwoharjo Sleman.
Dari 220 peserta yang start, tersisa sekitar 100 peserta yang mampu membuktikan ketahanan fisik mereka untuk menggenjot sepeda yang terkenal praktis ini.
Sekretaris J150K, Dyah Purwanti Minggu (10/11/2013) mengatakan, seluruh finisher mendapatkan medali penghargaan karena telah membuktikan ketangguhan fisik mereka.
Dia mengakui dalam kegiatan ini pihaknya tak mematok juara karena sifatnya yang merupakan kegiatan rekreatif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
APNI mendukung BMKS gagasan Prabowo. Bursa mineral dinilai bisa mengubah posisi Indonesia dari price taker menjadi market maker.
Pelajar di Kota Jogja didorong tak hanya menggunakan hak pilih, tetapi ikut mengawasi kinerja wakil rakyat dan kebijakan pemerintah.
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih melantik 80 pejabat baru. Ia menegaskan pengisian jabatan berdasarkan kinerja dan meritokrasi.
Pembatasan Pertalite disiapkan pemerintah dengan mengacu jenis kendaraan. Desil 10 menjadi sasaran utama kebijakan BBM subsidi.
Lebih dari 200 karya custom otomotif meramaikan Indonesian Custom Show (ICS) 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Jumat-Minggu (21-23/8/2026).
BI mencatat defisit transaksi berjalan RI US$12,5 miliar pada kuartal II/2026, menjadi yang terburuk dalam publikasi historis BI.