Resmi! Romelu Lukaku Gabung Fenerbahce, Nilai Transfer 6 Juta Euro
Romelu Lukaku resmi bergabung dengan Fenerbahce dari Napoli dengan nilai transfer 6 juta euro. Striker Belgia itu kembali ke Turki setelah 30 tahun
Pelatih Kalteng Putra Kas Hartadi (biru memakai topi) mendatangi wasit dan melakukan protes usai pertandingan melawan PSIM Jogja di Stadion Sultan Agung Bantul, Kamis (19/7/2018) sore. / Harian Jogja-Jumali
Harianjogja.com, BANTUL - PSIM Jogja sukses memenuhi ambisi meraih poin penuh, setelah mengalahkan tamunya Kalteng Putra dengan skor 2-0 pada pertandingan pekan ke-9 Liga 2 2018 Wilayah Timur di Stadion Sultan Agung Bantul, Kamis (19/7/2018) sore.
Dua gol PSIM Jogja dicetak oleh Ismail Haris menit ke-18 dan Hendika Arga melaui tendangan penalti menit 58. Atas tambahan tiga poin ini, Laskar Mataram-julukan PSIM Jogja tetap berada di posisi ke-7 dengan 9 poin. Sedangkan Kalteng Putra tetap berada di posisi ke-5 dengan 13 poin.
Pelatih PSIM Jogja Bona Simanjuntak mengaku puas dengan hasil yang didapatkan anak asuhnya. Sebab, lawan PSIM kali ini adalah tim bertabur bintang dan pengalaman.
"Saya terimakasih kepada semua. Pemain tidak gentar menghadapi tim bertabur bintang. Mereka mampu tampil maksimal dan membawa kemenangan. Terimakasih juga untuk Brajamusti dan The Maident yang selalu mendukung kami," kata Bona.
Menurut Bona, sejak awal babak pertama pihaknya sengaja meminta kepada para pemain untuk tidak langsung melakukan serangan frontal ke jantung pertahanan Kalteng Putra. Tetapi, para pemain diminta untuk lebih sabar.
"Saya minta pemain untuk tampil santai. Karena mengacu pada pengalaman di pertandingan sebelumnya, justru jarak antarlini terlihat jauh," lanjut Bona.
Alhasil, lanjut Bona, jarak antarlini pada pertandingan melawan Kalteng Putra tidak terlalu jauh. "Baru setelah itu kami lakukan serangan," terang Bona.
Sementara Asisten Pelatih Kalteng Putra Bambang Sumatri mengaku kecewa dengan kepemimpinan wasit, Sigit Budiyanto asal DKI Jakarta. Sebab, pada pertandingan di babak pertama mampu berjalan dan enak dilihat.
"Namun di babak kedua, tensi tinggi. Ini pelajaran bagi kami. Setelah dari Blitar dan disini kami dikerjai semua," katanya.
Sedangkan pemain Kalteng Putra, Firman Utina enggan menyalahkan wasit. Mantan pemain Timnas Indonesia ini hanya menandaskan jika sejatinya PSIM adalah tim yang banyak dihuni pemain muda dan potensial.
"Tapi yang disayangkan di luar taktik. Apa boleh buatm saya ngak perlu panjang lebar mengenai hal ini," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Romelu Lukaku resmi bergabung dengan Fenerbahce dari Napoli dengan nilai transfer 6 juta euro. Striker Belgia itu kembali ke Turki setelah 30 tahun
Sejumlah siswa SR Terintegrasi 1 Kulonprogo mengalami homesick. Satu siswa resmi mundur, dua lainnya dalam proses pengunduran diri.
Menkum Supratman Andi Agtas menyebut Prabowo meminta pembahasan RUU Perampasan Aset segera dipercepat oleh DPR.
Kemantren Pakualaman masuk 10 besar kinerja perangkat daerah Kota Jogja dengan peringkat kesembilan dan terbaik di antara 14 kemantren.
KPK mendalami dugaan pemberian pihak swasta kepada Reza Maullana Maghribi, tersangka kasus suap proyek DJKA Kemenhub.
pesan “Daerah Kuat, Indonesia Berdaulat” yang disampaikan Ketua DPD RI sejalan dengan arah pembangunan nasional yang membutuhkan sinergi kuat antara pemerintah