Honda Rem Mendadak Proyek EV, Kini Gaspol Mobil Hybrid
Honda mengurangi ambisi kendaraan listrik dan kini fokus besar pada mobil hybrid setelah mengalami kerugian Rp47 triliun akibat proyek EV.
Pelatih PSS Sleman Seto Nurdiyantoro / Harian Jogja-Jumali
Harianjogja.com, SLEMAN - Pertandingan derby DIY antara PSIM Jogja menjamu PSS Sleman di putaran pertama Grup Timur Liga 2 2018 bakal digelar Kamis (26/7/2018) mendatang di Stadion Sultan Agung Bantul. Meski pertemuan dua tim asal DIY kali ini bukan kali pertama, namun rivalitas dari kedua kesebelasan mulai terasa beberapa hari jelang pertandingan.
Melihat kondisi tersebut, pelatih PSS Sleman Seto Nurdiyantoro mengakui jika derby kali ini cukup "berat" baginya. Karena Sepanjang karir sebagai pemain maupun pelatih, PSS Sleman dan PSIM Jogja pernah dibelanya.
Meski demikian, Seto pun akhirnya angkat bicara terkait hal teknis. Ia melihat PSIM Jogja dan PSS Sleman memiliki kekuatan yang sama.
Meski Laskar Mataram saat ini menempati posisi ketujuh, sedangkan skuat Super Elang Jawa-julukan PSS Sleman berada di peringkat kedua klasemen sementara, namun kekuatan dari mantan anak asuhnya tersebut tidak bisa dianggap remeh.
"PSIM tim bagus, pemain mau kerja semuanya. Itu yang jadi kekuatan mereka, spirit mereka luar biasa. Saya kira siapa pun tim yang punya konsentrasi bagus dan tidak meremehkan yang akan menjadi pemenang," kata Seto usai pertandingan antara PSS Sleman menjamu Blitar United, Sabtu (21/7/2018) malam.
Diakui oleh eks pemain dan pelatih PSIM Jogja ini, dirinya banyak belajar di Laskar Mataram. "Karena musuhan itu tidak bagus. Ini akan jadi ajang silaturahmi dan kemesraan bagi kami. Saya banyak belajar dari mereka juga," ucap Seto.
Oleh karena itu, Seto mengaku saat ini pihaknya mulai fokus menyiapkan tim jelang derby DIY. Rencananya, PSS Sleman sendiri baru akan menjalani latihan Senin (23/7/2018).
"Senin (23/7/2018) kami mulai latihan lagi. Kami perbaiki kekurangan yang ada dan fokus untuk pertandingan derby," kata Seto.
Mengenai kekurangan tim, diungkapkan Seto, dari laga PSS Sleman melawan Blitar United ada penurunan permainan dari Ahmad Hisyam Tolle dan kawan-kawan jika dibandingkan pada laga sebelumnya yakni melawan Persigo Semeru FC.
"Saya kurang tahu persis penyebabnya. Banyak kesalahan individu. Tadi di babak pertama, sebenarnya Blitar sudah habis. Tapi tidak bisa dimanfaatkan. Di samping itu banyak peluang terbuang semua, mudah-mudahan pemain bisa koreksi," terangnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Honda mengurangi ambisi kendaraan listrik dan kini fokus besar pada mobil hybrid setelah mengalami kerugian Rp47 triliun akibat proyek EV.
Perdagangan hewan kurban di Bantul naik jelang Iduladha 2026. Kambing paling diminati, omzet pedagang diprediksi melonjak.
Indomobil eMotor hadirkan 4 motor listrik di Jogja. Adora, Tyranno, Sprinto tawarkan fitur modern mulai Rp25 jutaan.
Arema FC hajar PSBS Biak 5-2 di Bantul. Joel Vinicius dan Dalberto cetak brace, trio Brasil jadi kunci kemenangan.
Kasus daycare Jogja, 32 anak mulai divisum. Dugaan kekerasan fisik dan psikis, korban diperkirakan capai 130 anak.
Dua ASN Kementerian PU dipanggil dari luar negeri karena dugaan suap dan pelanggaran etik. Menteri PU tegaskan disiplin.