OpenAI Dots Resmi Meluncur, Agen AI yang Bisa Kerja Mandiri
OpenAI meluncurkan Dots, agen AI berbasis GPT-6 Astra yang bisa bekerja mandiri 24 jam dan terhubung dengan lebih dari 4.000 aplikasi.
Kapten PSIM Jogja Hendika Arga menabuh genderang Viking Clap di Stadion Sultan Agung Bantul beberapa waktu lalu. / IG : Brajamusti _yk
Harianjogja.com, BANTUL - Keinginan PSIM Jogja untuk menjalani laga kandang menjamu Persegres Gresik United, di Stadion Sultan Agung, Minggu (9/9/2018) sore dengan penonton kemungkinan besar sulit terealiasi.
Sebab, sampai petang ini, belum ada keputusan dari Polres Bantul yang menyatakan jika laga antara PSIM Jogja melawan Persegres boleh dihadiri oleh penonton.
Meski demikian, pelatih PSIM Jogja Bona Simanjuntak tetap optimistis menatap laga kali ini. Raihan poin penuh menjadi harga mati bagi skuat PSIM Jogja demi memperbaiki peringkat mereka di papan klasemen sementara.
"Kami sudah banyak kehilangan poin. Mau tidak mau kami harus meraih poin penuh di laga kali ini. Mungkin pertandingan masih tanpa penonton, karena sampai petang ini belum ada informasi laga diperbolehkan dengan penonton, tetapi kami harus profesional dan tampil fight pada laga kali ini," terang Bona kepada Harianjogja.com, Jumat (7/9/2018) petang.
Menurut Bona, tampil dengan tanpa penonton memang hal yang paling tidak diinginkan pihaknya. Sebab, hal ini sangat berpengaruh terhadap penampilan Hendika Arga dan kawan-kawan.
Hal ini terbukti dengan gagalnya PSIM Jogja meraih poin penuh atas PSBS Biak di tempat sama, Rabu (5/9/2018) lalu. Pada laga yang digelar tanpa kehadiran suporter tersebut, PSIM harus puas ditahan imbang 1-1 oleh PSBS Biak.
"Kami hargai upaya dari manajemen yang sudah mengupayakan agar pertandingan tetap digelar dengan penonton. Namun, jika tidak bisa, mau tidak mau kami harus terima hal ini. Mungkin ini keputusan terbaik," terang Bona.
Di sisi lain, kekuatan PSIM dipastikan akan berkurang pada laga melawan Persegres Gresik United. Hal ini menyusul absennya, Hendri Satyadi yang masih dibekap cedera. Meski demikian, Bona mengaku telah menyiapkan sejumlah pemain alternatif, jika nantinya pemain ini masih cedera.
"Memang masa recovery sangat pendek. Tapi kami harus siap dan tampil maksimal. Kami masih lihat kondisi Hendri, jika tidak bisa kami masih punya Arif Tumin dan M Rifky," papar Bona.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
OpenAI meluncurkan Dots, agen AI berbasis GPT-6 Astra yang bisa bekerja mandiri 24 jam dan terhubung dengan lebih dari 4.000 aplikasi.
KPK mengecek aset glamping 1,5 hektare di Ciater, Subang, yang diduga milik polisi Yayat Sudrajat dan terkait kasus suap Pemkab Bekasi.
Komisi C DPRD DIY mengecek talud bronjong 74 meter di Kali Kuning Sleman sebagai antisipasi erosi dan longsor saat musim hujan.
Krisna Septiana lolos final kayak tunggal putra Asian Games Aichi-Nagoya 2026 meski finis peringkat 15 pada semifinal.
Polisi memperluas pemeriksaan kasus dugaan pungli food truck di Alkid Jogja. Hingga 30 September 2026, 14 orang telah dimintai keterangan.
Kemarau di Sleman diprediksi lebih panjang hingga Desember. DP3 meminta petani mengatur pola tanam dan mengantisipasi keterbatasan air.