Juara Piala Dunia Ternyata Tak Bisa Membawa Pulang Trofi Asli
Juara Piala Dunia ternyata tidak bisa membawa pulang trofi asli. FIFA hanya memberikan replika resmi, sementara trofi asli tetap disimpan di Swiss.
Javier Roca / Instagram : @Javierroca9
Harianjogja,com, MALANG — Manajemen Arema FC bergerak cepat setelah mengistirahatkan Eduardo Almeida, yakni dengan menunjuk Javier Roca sebagai pelatih kepala. Hal itu disampaikan oleh manajer Arema FC, Ali Rifki pada Selasa (6/9/2022).
“Setelah menemui beberapa pelatih, akhirnya kami memutuskan untuk menunjuk Javier Rocha sebagai pelatih kepala,” ungkap Ali, dikutip dari laman resmi klub.
Gerak cepat ini dilakukan oleh manajemen Arema FC demi mengembalikan permainan Arema FC untuk kembali ke jalur kemenangan. “Kondisi klub yang ditinggal pelatih biasanya kurang maksimal, maka kita dengan tegas dan cepat membuat keputusan untuk memulihkan hasil kedepannya,” tandasnya.
Salah satu alasan penunjukkan Javier Rocha tidak lepas dari syarat yang diajukan oleh manajemen Arema FC. Yakni mengembalikan karakter Arema FC yang bermain dengan gaya malangan.
“Javier Roca jawab dengan tegas, kamu ngerti tidak tuntutan Aremania, yang menuntut pemain kita untuk bermain gaya Malangan. Dia menjawab, itu ada di jiwa saya. Saya bisa bantu wujudkan itu karena itu karakter saya dengan pemain yang ada, saya ingin mewujudkan gaya Malangan,” tutur Ali.
Javier Roca dipastikan akan memimpin tim Singo Edan saat berhadapan dengan Persib Bandung pada Minggu (11/9/2022).
BACA JUGA : Persik Kediri Pecat Javier Roca
Lalu, siapakah Javier Roca?
Javier Roca Leopoldo Roca Sepúlveda, lahir di Chili, 9 Agustus 1977. Dia adalah seorang pelatih dan mantan pemain sepak bola di posisi gelandang. Javier Roca cukup lama berkiprah di sepak bola Indonesia, sebagai pemain.
Pada 11 November 2021, Roca resmi ditunjuk sebagai pelatih kepala Persik Kediri, menggantikan Joko Susilo. Dalam perkembangannya, Roca dipecat dari posisi pelatih Persik Kediri. Setelah itu, Roca ditunjuk Arema FC sebagai pelatih menggantikan Eduardo Almeida.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Juara Piala Dunia ternyata tidak bisa membawa pulang trofi asli. FIFA hanya memberikan replika resmi, sementara trofi asli tetap disimpan di Swiss.
Bedah buku Homepower di Jogja tekankan pentingnya keluarga sebagai sumber kekuatan dan dorong budaya literasi masyarakat.
UMKM Gunungkidul didorong manfaatkan media sosial untuk pemasaran digital guna meningkatkan omzet dan daya saing usaha.
Solusi Bangun Indonesia operasikan fasilitas ekspor semen di Tuban, targetkan pasar AS dan global.
PMII DIY mendorong mahasiswa memperkuat analisis kebijakan publik agar gerakan kampus lebih strategis dan berdampak bagi masyarakat.
PPDB Jogja 2026 disorot DPRD Kota Yogyakarta. Disdikpora diminta menutup celah titip KK dan memperkuat verifikasi data kependudukan.