Menteri PPPA Ingatkan Pentingnya Mendidik dan Melindungi Anak
Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi menegaskan masa depan Indonesia ditentukan cara mendidik dan melindungi anak menuju Generasi Emas 2045.
Sepakbola - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, SURABAYA—Pelatih Timnas Filipina U-19 Josep Ferre menilai anak asuhnya gagal menangani ritme tinggi yang diciptakan oleh Indonesia saat kalah 6-0 dalam laga penyisihan grup A ASEAN U-19 Boys Championship atau Piala AFF U-19 di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya.
"Ritme Indonesia sangat tinggi, sudah berbeda sejak menit pertama. Saya pikir itu akan jadi laga yang ketat, tetapi kami gagal menangani situasi itu," kata pelatih yang akrab disapa Coco setelah pertandingan di Stadion GBT Surabaya, Rabu malam.
Hal tersebut dikarenakan, dirinya tidak mempunyai data seluruh pemain Filipina yang akan direkrut untuk mengikuti ajang yang diikuti oleh 12 negara tersebut.
"Bagi kami untuk membangun tim U-19, kami tidak punya data pemain dan melakukan scouting sejak awal di seluruh negeri. Ketika Indonesia bermain di Toulon, kami masih mencari pemain. Jadi itu sangat berbeda," ucapnya.
Menurut dia, Indonesia melakukan banyak pekerjaan bagus sejak bertahun-tahun lalu untuk perkembangan pemain muda, tidak hanya untuk ajang Piala AFF ini.
"Kami baru memulainya dan akan mencoba mengorganisir sistem kompetisi baru, sistem pengembangan baru untuk menghindari apa yang terjadi sekarang," tutur mantan asisten pelatih Persis Solo musim 2023/2024 itu.
Namun, pelatih berkebangsaan Spanyol itu yakin bahwa anak asuhnya bangga bisa bermain dan mendapatkan pengalaman yang luar biasa saat melawan Indonesia.
"Ini pengalaman super untuk mereka. Tapi soal pertandingan tak ada yang bisa saya katakan karena mereka jauh lebih baik. Saya suka bagaimana Indonesia bermain," ujarnya.
Saat ini, kata Coco, timnya akan fokus memulihkan kondisi pemain agar dapat cepat beradaptasi dalam laga selanjutnya di babak penyisihan grup A.
"Kami harus melakukan recovery kepada pemain agar tidak ada cedera dengan melakukan massage karena mereka perlu adaptasi bermain di rumput alami dan saya pikir Indonesia banyak pemain di Liga 1 seperti Arkhan, Riski, mereka bermain rutin. Jadi dengan pengalaman itu mereka siap berkompetisi melawan tim yang lebih baik. Selamat atas kemenangan Indonesia," ujar Josep Ferre.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi menegaskan masa depan Indonesia ditentukan cara mendidik dan melindungi anak menuju Generasi Emas 2045.
Jadwal layanan SIM Jogja Sabtu 26 September 2026, lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Jadwal SIM Keliling Polda DIY September 2026 lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat perpanjangan, dan biaya SIM A serta SIM C.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Sabtu 26 September 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jadwal dari Jogja dan Kutoarjo selengkapnya.
Jadwal KA Bandara YIA Sabtu 26 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA serta waktu tempuhnya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 26 September 2026 dari Palur menuju Jogja/Tugu tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkapnya.