Bayar Rp50.000 Sehari, Ini Alasan Orang Tua Titip Bayi di Bidan Pakem
Polisi mengungkap tarif day care ilegal di Pakem Sleman mencapai Rp50 ribu per hari. Orang tua mengaku menitipkan bayi karena sibuk bekerja.
PSS Sleman./Istimewa
Harianjogja.com, SLEMAN—Menjelang laga terakhir BRI Liga 1-2024/25 kontra Madura United, skuad PSS Sleman mulai bertolak dari Sleman menuju Bangkalan. Kemenangan harus diraih Super Elja untuk menjaga asa PSS Sleman bisa tetap berlaga di Liga 1 musim depan.
Di laga pamungkas untuk lolos dari zona degradasi, PSS Sleman harus menghadapi tuan rumah, Madura United FC pada Sabtu (24/5/2025) di Stadion Gelora Bangkalan, Madura. PSS Sleman bertolak ke Bangkalan dengan membawa 22 pemain.
Tidak ada pemain yang absen menjadi modal penting Super Elang Jawa bertahan di kasta tertinggi Liga Indonesia dengan meraih kemenangan kontra Madura.
"Kami harus terus bekerja keras untuk hasil yang terbaik di Madura. Kami tahu ini akan menjadi pertandingan yang sangat sulit, tetapi kami punya syarat wajib untuk memenangkan tiga poin," kata bek tengah PSS Sleman asal Brasil, Cleberson Souza pada Kamis (22/5/2025).
Raihan dua kemenangan menjadi modal positif Laskar Sembada menatap laga pamungkas. Optimisme ini juga menjadi pegangan bagi Cleberson yang akan menghadapi mantan klubnya itu. Dari pandangan Cleberson, permainan Laskar Sappe Kerab di putaran kedua mengalami peningkatan secara signifikan.
"Madura United menurut saya mempunyai tim yang bagus. Mereka memiliki pemain-pemain yang hebat dan mereka berhasil bermain sangat baik di putaran kedua," ungkapnya.
Lebih jauh laga krusial kontra Madura United FC berpotensi tak hanya kentak dengan pertarungan di aspek teknis, melainkan juga bakal melibatkan aspek mental dan psikologis bagi seluruh penggawa PSS Sleman.
Sebagai pemain kawakan yang juga cukup lama bermain di Liga 1, Cleberson yang didapuk sebagai kapten tim harus memimpin koleganya dalam laga pamungkas ini. Tidak terkecuali dalam membimbing para pemain muda yang berada dalam rombongan tim dalam lawatan ke Stadion Gelora Bangkalan, Madura.
"Sebagai kapten tim, saya selalu berusaha membimbing para pemain dengan cara sebaik mungkin. Saya juga memberikan ketenangan pikiran sepenuhnya kepada rekan saya, terutama kepada para pemain muda," ujarnya.
"Saya selalu mendorong semua orang untuk percaya sampai akhir dan semoga kita memenangkan pertandingan besok dan [PSS Sleman] bertahan di Liga 1," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polisi mengungkap tarif day care ilegal di Pakem Sleman mencapai Rp50 ribu per hari. Orang tua mengaku menitipkan bayi karena sibuk bekerja.
Gelombang gugur massal landa wakil Indonesia di 16 besar Malaysia Masters 2026. Jonatan Christie (jojo) jadi satu-satunya harapan tersisa di perempat final.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa konfirmasi batal berangkat haji 2026 bersama keluarga. Tegaskan bukan karena perintah Presiden Prabowo.
Duta Besar Belanda Marc Gerritsen sangat terkesan dengan pengalaman bersepeda menyusuri pedesaan di sekitar Candi Prambanan Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Timnas Kongo batalkan TC di Kinshasa jelang Piala Dunia 2026 akibat wabah virus Ebola jenis Bundibugyo. Skuad Desabre langsung dialihkan ke Eropa.
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)