Hujan Belum Pulihkan Sumber Air, 11 Sekolah di Sleman Masih Kekeringan
BPBD Sleman telah menyalurkan 1.024.000 liter air bersih hingga Oktober 2026. Sebanyak 11 sekolah dan Puskesmas Ngaglik II masih membutuhkan bantuan.
Pesepakbola PSS Sleman Gustavo Tocantins saat merayakan golnya pada pertandingan PSS Sleman kontra Persiba Balikpapan di gelaran Pegadaian Championship 2025/2026 pada Senin (15/9/2025) malam./Istimewa -- PSS Sleman
Harianjogja.com, SLEMAN—PSS Sleman sukses mengunci tiga poin pertamanya dalam laga perdana Pegadaian Championship 2025/2026 usai menang atas Persiba Balikpapan lewat skor 2-1. Sempat tertinggal di babak pertama, perubahan taktik permainan menjadi high pressing dinilai jadi salah satu kunci kemenangan Super Elja.
BACA JUGA: Pelatih Persiba Balikpapan Waspadai Kekuatan PSS Sleman
Dalam laga yang berlangsung di Stadion Maguwoharjo pada Senin (15/9/2025) malam tersebut, Persiba Balikpapan unggul lebih dulu di babak pertama lewat gol penalti Takumu Nishihara di menit ke-30. PSS Sleman baru berhasil menyamakan kedudukan di babak kedua lewat sundulan Kapten PSS Sleman, Cleberson di menit ke-57. Gol kemenangan PSS Sleman dicetak oleh Gustavo Tocantins lewat sundulan kepala di menit ke-81. Gol dari Gustavo ini tak hanya membuat PSS Sleman unggul tetapi juga meraih tiga poin di laga perdananya.
Usai pertandingan, Pelatih Kepala PSS Sleman, Ansyari Lubis menilai, di babak pertama timnya tidak menciptakan tekanan secara intens kepada lawan. Dampaknya alur permainan menjadi lambat karena bola tak secara cepat dialirkan.
Dampak tekanan yang kurang intens ini membuat Persiba Balikpapan balik memanfaatkan kesempatan untuk membangun sejumlah serangan ke area pertahanan Super Elja. Salah satu serangan Persiba Balikpapan berbuah tendangan penalti yang sukses dieksekusi oleh legiun asal Jepang, Takumu Nishihara.
"Saya kira di babak pertama kami tidak melakukan tekanan-tekanan yang intens ke tim lawan. Sehingga alur permainan juga jadi lambat, karena selalu bola itu tidak cepat dialirkan," ungkap Ansyari seusai laga.
Di babak kedua, lambatnya aliran bola ini yang coba diatasi Ansyari. Pergantian taktik ke skema high pressing di babak kedua, menuntut para pemain PSS Sleman untuk bekerja secara kolektif dan secepatnya mungkin menekan lawan saat kehilangan bola.
Alur permainan yang sebelumnya lambat berusaha dipercepat dan ruang yang tercipta saat tim kehilangan bola dipersempit agar pemain Persiba Balikpapan tak leluasa.
"Babak kedua kami melakukan perubahan taktik, langsung high press. Semua pemain harus bekerja, kolektif, begitu kalah bola, langsung rebut, secepatnya kami lakukan," ujarnya.
Taktik ini berhasil membuat pemain lebih percaya diri dan menciptakan tekanan yang lebih intens. Hasilnya, dari sejumlah peluang yang diciptakan Super Elja di babak kedua, dua di antaranya berbuah gol kemenangan.
"Itu hal yang positif dan itu yang membuat pemain lebih percaya diri. Kuncinya ada di situ, ada tekanan dan bisa menghasilkan dua gol," kata Ansyari.
Atas hasil ini, Ansyari pun bersyukur PSS Sleman bisa menang dan mengamankan tiga poin di laga perdananya.
"Yang pertama kami bersyukur alhamdulillah, kami dapat memenangkan pertandingan perdana yang kita tahu dalam sepa kbola, pertandingan perdana sangat menyulitkan sangat menegangkan, ya ini yang perlu kami syukuri," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Sleman telah menyalurkan 1.024.000 liter air bersih hingga Oktober 2026. Sebanyak 11 sekolah dan Puskesmas Ngaglik II masih membutuhkan bantuan.
Daya beli melemah, UMKM DIY dituntut beradaptasi. Jumlah usaha mencapai 347.744 unit, sementara KUR tersalur Rp3,31 triliun hingga Juli 2026.
DPRD Sleman mendorong program Rumah Ibadah Ramah Anak untuk memperkuat nilai spiritual, sosial, dan pembentukan karakter generasi muda.
FCD mendesak polisi menarik pasukan, menghentikan kekerasan, dan membuka jalur evakuasi bagi massa aksi di sekitar Malioboro dan DPRD DIY.
Indonesian Dance Festival 2026 digelar di Jakarta pada 29 Oktober–1 November, menghadirkan pertunjukan tari, lokakarya, diskusi, dan kolaborasi internasional.
Kenali kualitas air minum dari sumber, proses pengolahan, higienitas kemasan hingga keterlacakan produk untuk membantu keluarga memilih air minum.