Pieter Huistra Sebut PSS Sleman Kurang Beruntung

Catur Dwi Janati
Catur Dwi Janati Jum'at, 23 Oktober 2026 10:57 WIB
Pieter Huistra Sebut PSS Sleman Kurang Beruntung

Pelatih Kepala PSS Sleman, Pieter Huistra ditemui pada Sabtu (8/8/2026) malam./Harian Jogja-Catur Dwi Janati

Harianjogja.com, SLEMAN—PSS Sleman gagal membawa pulang poin setelah kalah 1-2 dari Persik Kediri dalam lanjutan Super League 2026/2027 di Stadion Brawijaya, Kamis (22/10/2026). Pelatih PSS, Pieter Huistra, menilai timnya kurang beruntung, tetapi juga mengakui ada kelengahan di lini pertahanan yang berujung pada gol kedua tuan rumah.

Menurut Huistra, PSS sebenarnya mampu memberikan perlawanan seimbang kepada Persik. Bahkan, setelah menyamakan kedudukan melalui Melvyn Lorenzen pada menit ke-31, Super Elja sempat mendominasi permainan menjelang akhir babak pertama.

Namun, keunggulan momentum itu tidak bertahan lama. Persik kembali mencetak gol pada menit ke-42 melalui Ernesto Gomez. Gol tersebut membuat PSS menutup babak pertama dalam posisi tertinggal 1-2, skor yang bertahan hingga pertandingan berakhir.

"Mari kita mulai dari hasilnya. Menurut saya, kami kurang beruntung karena kalah di sini. Kami bermain dengan baik, begitu pula dengan lawan," kata Huistra dalam Post Match Press Conference pada Kamis (22/10/2026).

Huistra Soroti Kesalahan di Lini Pertahanan

Huistra menilai PSS sempat menunjukkan permainan yang menjanjikan setelah mencetak gol penyeimbang. Timnya mampu meningkatkan tekanan dan menguasai jalannya pertandingan pada penghujung babak pertama.

"Kami berhasil mencetak gol penyeimbang yang bagus. Kami sempat tampil sangat baik menjelang akhir babak pertama dan benar-benar mendominasi permainan pada saat itu," tuturnya.

Akan tetapi, PSS kembali kehilangan konsentrasi ketika Persik membangun serangan yang menghasilkan gol kedua. Dalam prosesnya, pemain Persik Eduardo Barbosa bergerak dari sisi kiri pertahanan PSS sebelum mengirimkan umpan silang mendatar ke kotak penalti.

Kapten PSS, Cleberson, berusaha menghalau bola, tetapi penguasaannya tidak sempurna. Bola kemudian dikuasai pemain Persik, Jose Enrique, yang meneruskannya kepada Krisna Bayu Otto.

Krisna melewati dua pemain bertahan PSS sebelum melepaskan tembakan keras. Bola membentur bagian gawang dan kembali ke area berbahaya. Ernesto Gomez kemudian memenangi duel udara dengan Saiful Djoge dan menyundul bola ke arah gawang yang dijaga Pedro Caracoci.

Huistra menilai rangkaian peluang dalam proses tersebut seharusnya bisa dihentikan oleh barisan pertahanan PSS. Menurutnya, tim tidak boleh memberikan kesempatan berkali-kali kepada lawan untuk mengarahkan tembakan atau sundulan ke gawang.

"Itu adalah sebuah kesalahan di lini pertahanan. Kami tidak boleh membiarkan lawan mendapatkan dua atau tiga kali kesempatan untuk melepaskan tembakan atau sundulan tepat ke arah gawang," tegasnya.

Evaluasi tersebut menjadi salah satu catatan penting Huistra setelah PSS gagal mengamankan hasil dari pertandingan tandang itu. Meski menilai timnya bermain baik pada sejumlah fase pertandingan, ia mengakui kesalahan di lini belakang turut memengaruhi hasil akhir.

Penalti Persik Dinilai Terlalu Mudah Diberikan

Selain kesalahan pertahanan, Huistra juga menyoroti hadiah penalti yang diperoleh Persik pada awal pertandingan. Ernesto Gomez mengeksekusi penalti tersebut untuk membawa tuan rumah unggul lebih dahulu sebelum Melvyn Lorenzen menyamakan skor bagi PSS.

Huistra menilai kedua tim sama-sama mempunyai peluang sepanjang pertandingan. Namun, dari sudut pandang PSS, keputusan memberikan penalti kepada Persik dianggap merugikan timnya.

"Kedua tim sama-sama memiliki peluang. Penalti itu menurut saya diberikan dengan terlalu mudah. Dari sudut pandang kami, itu sungguh tidak beruntung," tandasnya.

Pernyataan tersebut merupakan penilaian Huistra terhadap keputusan dalam pertandingan. Sementara itu, Persik mampu mempertahankan keunggulan 2-1 hingga laga berakhir dan mengamankan kemenangan di kandang sendiri.

Di tengah kekecewaan atas hasil tersebut, Huistra tetap memberikan apresiasi kepada Persik. Ia menilai kedua tim berusaha menampilkan permainan menyerang dan positif selama pertandingan.

"Saya harus memberikan pujian kepada Persik, mereka bermain dengan cara yang bagus. Kedua tim bermain dengan cara yang positif, yang menurut saya memang seharusnya seperti itulah sepak bola dimainkan," tandas Huistra.  

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online