Pemerintah Anggarkan Rp639,6 Triliun untuk 43 Program Bansos
Pemerintah mengalokasikan Rp639,6 triliun untuk 43 program perlindungan sosial pada 2026. Sebanyak 33,1 juta keluarga menerima bantuan.
Pelatih Kepala PSS Sleman, Pieter Huistra ditemui pada Sabtu (8/8/2026) malam./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN—Kekalahan 1-2 dari Persik Kediri membuat PSS Sleman perlu membenahi lini pertahanan. Pelatih PSS, Pieter Huistra, menilai kesalahan individu menjadi salah satu faktor yang memengaruhi hasil pertandingan Super League di Stadion Brawijaya, Kota Kediri, Jawa Timur, Kamis.
Seusai pertandingan, Pieter menilai kedua tim sebenarnya mampu menunjukkan permainan positif dan menciptakan peluang. Namun, menurut dia, sejumlah keputusan dalam pertandingan turut memengaruhi jalannya laga, termasuk penalti untuk Persik dan gol PSS yang dianulir karena offside.
“Kedua tim bermain dengan cara yang positif, seperti sepak bola seharusnya dimainkan. Kedua tim memiliki peluang,” katanya.
Pieter menilai penalti yang diberikan kepada lawan cukup mudah jika dilihat dari sudut pandang PSS. Ia juga mempertanyakan keputusan wasit yang menganulir gol timnya karena menilai posisi pemain dalam rangkaian proses gol tersebut tidak menunjukkan offside.
Menurut dia, posisi yang dipersoalkan terjadi dalam rangkaian serangan sebelum umpan terakhir menuju gol. Ia berharap keputusan tersebut dapat dievaluasi dengan melihat kembali tayangan pertandingan.
Kesalahan Pertahanan Jadi Catatan PSS
Meski menyoroti keputusan pertandingan, Pieter mengakui PSS masih memiliki kekurangan yang harus segera diperbaiki. Ia menilai kesalahan di lini belakang membuat lawan terlalu mudah memperoleh peluang berbahaya.
“Kesalahan bertahan tidak boleh memberikan kesempatan dua atau tiga kali kepada lawan untuk melakukan tembakan atau sundulan yang berujung gol,” ujarnya.
Pieter juga menyoroti konsistensi permainan anak asuhnya. PSS sempat menunjukkan performa yang baik menjelang akhir babak pertama setelah mencetak gol penyeimbang, tetapi kesulitan mempertahankan permainan tersebut pada babak kedua.
Menurut dia, PSS beberapa kali kehilangan penguasaan bola sehingga perlu meningkatkan konsistensi permainan. Perbaikan pertahanan dan pengurangan kesalahan individu menjadi pekerjaan penting agar tim dapat memperoleh hasil lebih baik pada pertandingan berikutnya.
Pieter Melihat Perkembangan Permainan PSS
Di tengah hasil yang belum sesuai harapan, Pieter tetap melihat perkembangan permainan PSS dalam tiga pertandingan terakhir. Ia menilai para pemain mulai memahami pola permainan yang diinginkan dan menunjukkan peningkatan kondisi fisik setelah menjalani persiapan yang tidak ideal.
Pieter menjelaskan, persiapan pramusim PSS menghadapi sejumlah kendala, termasuk persoalan kontrak pemain. Jeda kompetisi saat agenda FIFA menjadi kesempatan bagi tim untuk melakukan pembenahan dan meningkatkan pemahaman pemain terhadap strategi yang diterapkan.
“Sekarang perlahan-lahan saya mulai melihat tim seperti yang saya inginkan. Kami masih bisa dan harus bermain lebih baik,” katanya.
Ia menambahkan, proses adaptasi tim turut dipengaruhi perubahan kualitas dan komposisi pemain setelah PSS promosi dari Liga 2 ke kompetisi kasta tertinggi. Karena itu, proses perekrutan pemain dan penyusunan skuad membutuhkan perencanaan agar sesuai dengan kebutuhan taktik.
Apresiasi untuk Suporter PSS
Selain mengevaluasi performa tim, Pieter menyampaikan apresiasi kepada suporter PSS yang tetap hadir memberikan dukungan saat tim menjalani pertandingan tandang.
Menurut dia, dukungan suporter menjadi bagian penting bagi tim, meskipun hasil pertandingan terkadang tidak sesuai dengan harapan mereka.
“Kami selalu menghargai suporter yang bepergian bersama tim. Terkadang mereka marah ketika kami kalah, dan itu tidak masalah,” ujarnya.
Pieter berharap PSS segera membenahi kekurangan yang terlihat saat menghadapi Persik Kediri. Perbaikan lini pertahanan, pengurangan kesalahan individu, dan peningkatan konsistensi permainan diharapkan membantu tim kembali meraih hasil positif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pemerintah mengalokasikan Rp639,6 triliun untuk 43 program perlindungan sosial pada 2026. Sebanyak 33,1 juta keluarga menerima bantuan.
Jadwal KA Bandara YIA 23 Oktober 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jam keberangkatan dari YIA ke Stasiun Tugu dan sebaliknya.
Yusaku Yamadera ingin mendapat menit bermain reguler di PSIM Jogja. Ia juga menilai tim perlu mencari solusi menghadapi persaingan Super League.
Jadwal KSPN Jogja ke Gunungkidul 23 Oktober 2026 tersedia untuk rute Obelix Sea View dan Pantai Drini. Cek tarif dan jam keberangkatannya.
PSS Sleman kalah 1-2 dari Persik Kediri. Pieter Huistra menyoroti kesalahan pertahanan, keputusan wasit, dan perkembangan permainan tim.
Cek jadwal SIM Keliling Jogja Jumat 23 Oktober 2026 di Godean, SIM Corner JCM dan Ramai Mall, beserta syarat perpanjangan SIM A dan C.